M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Dividen Alfamart Rp 28,6 per saham, Catat Timeline Pembagiannya!

Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Pemegang saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk akan menikmati bagian dari hasil keuntungan perusahaan tahun 2023. Mengutip pengumuman ksei.co.id, emiten berkode saham AMRT siap membagikan dividen tunai senilai Rp 28,6 per saham.

Bagi yang ingin mendapatkan dividen dari pengelola gerai ritel Alfamart ini, perhatikan ketentuan berikut!

Tanggal cum dividen atau hari terakhir perdagangan saham AMRT yang memuat hak dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 28 Mei 2024. Artinya, saham yang Moms beli hanya akan memberikan dividen jika dibeli paling lambat pada Selasa, 28 Mei 2024.

Begitu pula bagi Moms yang sudah mengoleksi saham AMRT, wajib memegangnya minimal sampai tanggal cum dividen tersebut, jika ingin mendapatkan hak dividen.

Sementara, tanggal cum dividen saham AMRT pada perdagangan di pasar tunai sampai 30 Mei 2024.   

Baca Juga: Siapkan Capex Rp 4,5 Triliun, Begini Strategi Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) di 2024

Investor yang berhak atas dividen tunai  akan menerima pembayaran pada 12 Juni 2024.

Sebagai pertimbangan bagi Moms sebelum berburu dividen, menurut data RTI, pada  Selasa (21/5) pukul 13.37 WIB, saham AMRT diperdagangan seharga Rp 2.780 per saham. Dengan asumsi membeli saham pada harga tersebut, maka dividend yield atau tingkat pengembalian dari modal yang diinvestasikan pada saham itu sekitar 1%.

Sepanjang tahun ini berjalan, harga saham AMRT turun sekitar 5,12%. Akhir tahun lalu, harganya ditutup di level Rp 2.930 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.