M O M S M O N E Y I D
Santai

Dijuluki Serengeti of Papua, Ini Potensi Wisata dan Budaya Papua Selatan

Dijuluki Serengeti of Papua, Ini Potensi Wisata dan Budaya Papua Selatan
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Papua Selatan menyimpan beragam potensi wisata dan ekonomi kreatif yang masih belum banyak dikenal masyarakat.

Mulai dari Taman Nasional Wasur yang dijuluki Serengeti of Papua karena bentang savana, rawa, dan keanekaragaman hayatinya, hingga ukiran Asmat serta noken yang menjadi karya khas masyarakat setempat.

Tak hanya menawarkan pengalaman wisata alam dan budaya, kekayaan tersebut juga menjadi modal Papua Selatan untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Kehadiran kerajinan tradisional dan budaya Suku Marind dinilai mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Potensi tersebut diperkenalkan melalui Promosi Terpadu Papua Selatan bertema "Papua Selatan-The Untouched Paradise of Indonesia" yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Selatan di Sarinah, Jakarta, pada 24–26 Juli 2026.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Hotel Ramah Lingkungan di Bali dari Tiket.com

Selama tiga hari, pengunjung dapat melihat pameran produk UMKM, workshop pembuatan noken, demonstrasi ukiran Asmat, sajian kuliner tradisional, hingga pertunjukan seni budaya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Selatan Soleman Jambormias mengatakan, kegiatan tersebut menjadi upaya memperkenalkan Papua Selatan sebagai destinasi wisata yang autentik sekaligus memiliki potensi besar bagi pengembangan ekonomi kreatif dan investasi.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat melihat Papua Selatan sebagai destinasi wisata yang autentik, sekaligus wilayah yang memiliki potensi besar bagi pengembangan ekonomi kreatif dan investasi. Kami berharap semakin banyak orang datang, mengenal, dan merasakan langsung pesona Papua Selatan," ujar Soleman, Minggu (26/7).

Ketua Panitia sekaligus Duta Pariwisata Papua Selatan Laura Diana Freddy Pietersz menjelaskan, promosi tersebut diharapkan dapat memperkuat citra Papua Selatan sebagai destinasi unggulan Indonesia yang masih alami sekaligus membuka peluang investasi, kolaborasi, dan peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Udara Kabur Mendominasi Jawa Timur Besok (30/9), Cek Cuaca di Wilayah Anda

Prakiraan BMKG Jawa Timur Rabu (30/9) dan Kamis (1/10), cuaca didominasi berawan dan udara kabur di sejumlah daerah.

Mengenalkan Bisnis dan Industri Halal Bisa Lewat Ajang Pameran

Halal Indo 2026 yang sudah berlangsung di akhir pekan lalu merangkum kegiatan para pebisnis untuk bermitra hingga mengedukasi konsumen.

Tren Wellness dan Longevity Dorong Bisnis Pariwisata Kesehatan

Perubahan pola konsumsi kesehatan memperluas peluang bisnis dari layanan medis hingga kebugaran dan pemulihan.

Sumbang Emas ke-3, Leo/Daniel Tekuk China di Final Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel mengalahkan pasangan ganda putra China, Liang Wei Keng dan Wang Chan dalam pertandingan sengit 3 gim.

Saat Anak Memasuki Pubertas, Ini Pentingnya Mengajarkan Personal Hygiene

​Lewat Nuvo Family DeoCare, Nuvo Family mengangkat pentingnya kebiasaan merawat tubuh bagi anak yang mulai memasuki masa pubertas.

Tayang 22 Oktober, Siti Si Vampir Tampilkan Vampir Lokal & Perbedaan Kelas Sosial

Viddsee, Bahagia Tanpa Drama, bekerja sama dengan Z Films, Spectrum Film, dan PK Films, merilis official trailer dan poster film Siti Si Vampir.

Sompo Indonesia Buka Layanan Perlindungan Asuransi Pengguna Dana

Pengguna layanan BNPL Dana dapat memperoleh manfaat perlindungan asuransi kecelakaan diri.           

Cakap Hadirkan Cakap Learning Ecosystem bagi Korporasi Indonesia

Pelatihan pengembangan pekerja tidak berhenti pada sesi kelas, melainkan berlanjut hingga menjadi kapabilitas yang terpakai di tempat kerja.

Tips Memadukan Lemari Penyimpanan Fleksibel ala IKEA

Mulai dari pakaian, aksesoris hingga mainan dan barang sehari-hari membutuhkan solusi penyimpanan yang dapat beradaptasi. 

Buyback Emas Antam Anjlok Rp 47.000, Simak Ranking Harga Buyback Hari Ini

Emas Antam mencatat penurunan harga buyback paling tajam, sedangkan HRTA berada di posisi terbawah.