MOMSMONEY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring potensi cuaca ekstrem pada 17-18 Februari 2026 di provinsi berikut ini.
Menurut BMKG, muncul ptensi peningkatan curah hujan yang akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena dinamika atmosfer yang bergerak dinamis memicu pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian utara.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, hasil analisis terkini menunjukkan, terjadi penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.
Kondisi ini diperkuat oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Indian Ocean, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sepanjang periode 15-21 Februari 2026,” kata Andri dalam siaran pers, dikutip Senin (16/2).
Baca Juga: 8 Teh Pembakar Lemak agar Berat Badan Turun secara Alami yang Efektif
Selama 17–18 Februari 2026, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di:
- Aceh
- Sumatera Barat
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Timur
- Sulawesi Utara
Baca Juga: 12 Rekomendasi Makanan Sehat Tinggi Serat untuk Sarapan
Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
“Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing,” tambah Ida.
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan namun tetap tenang dan menghindari aktivitas di lokasi berisiko, seperti daerah aliran sungai, lereng rawan longsor, serta wilayah yang berpotensi mengalami banjir dan genangan.
Pengguna jasa transportasi, nelayan, operator pelayaran, dan penerbangan juga memperhatikan informasi cuaca sebelum beraktivitas guna menjaga keselamatan perjalanan.
Selanjutnya: 3 Tersangka Kasus DSI Ditahan, Bareskrim Sebut Masa Penahanan Bisa Diperpanjang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News