MOMSMONEY.ID - Kondisi cuaca belakangan yang makin sulit diprediksi membuat risiko bencana seperti banjir semakin nyata di berbagai daerah Indonesia. Sebut saja banjir yang melanda Aceh dan Sumatra Utara.
Melihat fenomena ini, aksi cepat tanggap kian banyak dilakukan. Salah satunya oleh beberapa industri termasuk BenihBaik.com yang mengumumkan hibah dari The Coca-Cola Foundation untuk masyarakat yang terdampak dan terisolasi akibat bencana.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 16 Desember 2025, tercatat sebanyak 1.053 korban meninggal dunia, dengan sekitar 200 orang masih dinyatakan hilang.
Bencana di Aceh dan Sumatera Utara juga menyebabkan 7.582 warga mengalami luka-luka serta lebih dari 606.040 orang mengungsi. Kini masyarakat menghadapi keterbatasan serius dalam akses terhadap pangan, air bersih, hunian, dan layanan kesehatan.
Carlos Pagoaga, President of The Coca-Cola Foundation, menyampaikan The Coca-Cola Foundation berupaya mendukung masyarakat lokal, terutama pada masa-masa sulit.
Baca Juga: Ajak Perempuan Aktif Bergerak, Haier Gelar Women's Day Run 2026
“Kami mengapresiasi upaya BenihBaik.com dalam menyalurkan bantuan darurat, termasuk akses terhadap pangan, air bersih, serta sarana sanitasi dan kebersihan,” ucap Carlos Pagoaga dalam keterangan resmi yang diterima Senin (20/4).
Andy F. Noya, Founder of BenihBaik.Com, menambahkan, dukungan besar dari The Coca-Cola Foundation menjadi harapan bagi ribuan keluarga terdampak. Kolaborasi ini mencerminkan nilai-nilai kepedulian dan akuntabilitas yang dijunjung bersama.
“Kami memastikan bantuan menjangkau kelompok paling rentan, agar tidak ada satu pun yang tertinggal di tengah masa sulit ini,” katanya.
Kompleksitas bencana ini membutuhkan respons yang terpadu. BenihBaik.com berkoordinasi secara intensif dengan BNPB serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memastikan distribusi bantuan dilakukan secara adil dan tepat sasaran.
Selain itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan dukungan logistik penting untuk menjangkau wilayah terpencil, sementara tokoh masyarakat dan tenaga medis setempat memastikan kelompok rentan termasuk lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas mendapatkan perhatian dan layanan yang dibutuhkan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan bantuan segera bagi masyarakat terdampak banjir, sekaligus memberdayakan mereka untuk bangkit dan pulih dengan lebih kuat,” tambah Pagoaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News