MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lagi-lagi menoreh level tertinggi baru di atas 9.100 pada Senin kemarin (19/1). Simak proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini, Selasa, 20 Januari 2025 dari Mirae Asset Sekuritas.
IHSG pada Senin kemarin (19/1) ditutup menguat 0,64% ke level rekor 9.133,87.
IHSG menguat meski dana asing keluar. Nilai jual bersih atau net sell asing Rp 542,75 miliar di pasar reguler.
Baca Juga: Ini 5 Saham Paling Dijual Asing dengan Net Sell Terbesar Saat IHSG Rekor 9.100
M. Nafan Aji Gusta, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya mengungkapkan, secara teknikal, IHSG masih terlihat uptrend.
Akan tetapi, indikator teknikal lainnya menunjukkan, RSI sudah berada di zona overbought, sehingga perlu mewaspadai adanya potensi aksi profit taking atau ambil untung. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, bahkan MA20&60 berada dalam positive crossover.
Level support IHSG hari ini 9.003 & .8970, Sedangkan resistance di 9.147 & 9.181.
Sejumlah sentimen yang diperhatikan pasar antara lain, IMF memperbarui World Economic Outlook dengan meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2026 menjadi sekitar 3,3%, naik 0,2 poin persen dibanding proyeksi Oktober 2025 sebelumnya.
Di sisi lain, proyeksi 2025 juga direvisi ke atas menjadi 3,3%, dan proyeksi untuk 2027 stabil di 3,2%.
Penyesuaian ini terjadi meskipun risiko perdagangan global masih ada, di mana indikator kuat pertumbuhan yakni lonjakan investasi di teknologi AI, yang mendongkrak ekspansi di banyak negara terutama di AS, Eropa, dan Asia.
Baca Juga: Memilah Saham dengan Skor ESG Terbaik di Bursa
Di sisi lain, adaptasi perusahaan terhadap tekanan perdagangan dan penurunan hambatan tarif AS membantu mempertahankan momentum pertumbuhan global.
Sementara itu, dinamika eskalasi perang tarif dan geopolitik tetap menjadi risiko yang berpotensi melemahkan prospek ekonomi secara keseluruhan, dan ketergantungan berlebihan pada pertumbuhan berbasis AI bila ekspektasi produktivitas tidak terpenuhi, maka dapat mempengaruhi pelemahan pertumbuhan global.
Dari Selected Economies, AS diproyeksikan tumbuh sekitar 2,4% pada 2026, naik 0,3 poin persen, didukung investasi teknologi kuat. Tiongkok diperkirakan tumbuh sekitar 4,5% pada 2026, naik 0,3 poin persen, sebagian karena didukung ekspor yang lebih kuat dan adanya pengurangan tarif perdagangan.
Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,1% pada 2026, naik 0,2 poin persen, sebab fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat untuk mempertahankan ekspansi yang sehat.
Baca Juga: Harga Tembaga Kian Menyala di Tahun Kuda Api
Rekomendasi saham
Di tengah proyeksi positif terhadap ekonomi Indonesia, Nafan menyarankan investor memilih saham dengan prospek solid dan undervalue. Perhatikan juga sinyal pembalikan dari saham. Jangan lupa, terapkan manajemen risiko secara efektif.
Berikut sejumlah saham pilihan Mirae untuk hari ini:
1. CTRA – Uptrend potential
ACTION: ACCUMULATIVE BUY (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area at 880 – 920.
TP1: 935 (+2.19%)
TP2: 1010 (+10.38%)
TP3: 1285 (+40.44%)
Support: 880 & 825
2. DEWA – Uptrend still intact
ACTION: ADD; especially with entry level area at 730 – 770.
TP1: 780 (+3.31%)
TP2: 800 (+5.96%)
TP3: 905 (+19.87%)
Support: 730 & 695
3. HEAL – Accumulating
ACTION: ACCUMULATIVE BUY (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area at 1390 - 1430.
TP1: 1445 (+2.48%)
TP2: 1495 (+6.03%)
TP3: 1550 (+9.93%)
Support: 1390 & 1335
Perlu diingat, rekomendasi saham ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko Anda masing-masing.
Selanjutnya: Manchester City Perkuat Lini Belakang dengan Datangkan Marc Guehi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News