MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tekanan jual belum reda pada perdagangan sebelumnya. Hari ini, Senin, 2 Maret 2026, pasar akan memperhatikan sentimen geopolitik sebagai katalis utama, setelah Iran diserang Amerika Serikat dan Israel pada akhir pekan lalu.
Jumat lalu, IHSG flat naik 0,22 poin ke level 8235,49. Sementara investor asing melakukan aksi jual dengan foreign net sell Rp 694 miliar.
Secara teknikal, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Liza Carmelia Suryanata melihat, IHSG berada persis di Resistance MA20 pada weekly high 8.437. "Hal ini menandakan tekanan jual masih mendominasi," kata dia dalam riset paginya.
Support IHSG hari ini diperkirakan di level 8.000-7.950 / 7840.
Saham energi dan emas
Liza menilai, pasar memasuki pekan ini dengan risiko geopolitik sebagai sentimen utama.
Akhir pekan lalu (1/6) AS dan Israel meluncurkan operasi militer besar terhadap Iran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior IRGC.
Iran memasuki masa transisi dengan dewan tiga orang memimpin sementara.
Selat Hormuz terganggu; sejumlah kapal tanker dan LNG menunda atau memutar arah. Risiko premi geopolitik pada minyak meningkat; analis melihat potensi US$ 100+ / barrel jika konflik meluas.
"Konsensus analis, lonjakan awal pada minyak dan emas hampir pasti, namun durasi kenaikan bergantung pada apakah konflik meluas atau bersifat shock and awe jangka pendek," tulis Liza.
Safe haven seperti emas, Yen Jepang, Swiss Franc diperkirakan tetap diminati. Sementara ekuitas dan mata uang high-beta rentan volatilitas tinggi pada awal pekan.
Baca Juga: Perang Iran Pecah, Saham Energi dan Emas Akan Melambung?
Rekomendasi saham
Walau demikian, berkaca pada kejadian Perang Russia-Ukraina tahun 2022, pasar saham Indonesia yang didorong oleh saham-saham komoditas, diuntungkan oleh karna kenaikan harga komoditas, sehingga mampu menguat sekitar 5% dari sejak awal serangan dibuka 24 Februari 2022 sampai di titik tertinggi April 2022.
Energi dan logam mulia menjadi sektor defensif utama, sementara ekuitas global dan aset berisiko menghadapi volatilitas tinggi pada pembukaan pasar Senin ini, dan setidaknya sepekan ke depan.
"Walau berspekulatif tinggi, potensi trading di saham-saham berbasis komoditi terdampak perang seperti energi dan emas mungkin bisa dilirik, dengan mengedepankan disiplin money-management yang ketat," ujarnya.
Baca Juga: Terimbas Perang Iran, Cek Rekomendasi Saham Emas dan Migas dari Mirae Sekuritas (2/3)
Berikut ide trading dari Kiwoom Sekuritas untuk hari ini:
1. AKRA
Entry Buy : 1.260 – 1.295
Target Price : 1.335 – 1.375
Support : 1.245 – 1.260
Cut loss : 1.235
2. ESSA
Entry Buy : 630 – 645
Target Price : 665 – 685
Support : 620 – 630
Cut loss : 610
3. MEDC
Entry Buy : 1.680 – 1.725
Target Price : 1.780 – 1.835
Support : 1.655 – 1.680
Cut loss : 1.645
4. TINS
Entry Buy : 4.480 – 4.600
Target Price : 4.740 – 4.880
Support : 4.420 – 4.480
Cut loss : 4.400
Perlu diingat, rekomendasi ini bukan ajakan jual ataupun beli. Pertimbangkan keputusan investasi sesuai risiko masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News