MOMSMONEY.ID - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai membuka peluang akumulasi pada sejumlah saham yang sudah bergerak di area valuasi lebih menarik. Simak sejumlah saham yang masuk daftar spekulasi beli dari Sinarmas Sekuritas untuk hari ini, Jumat, 29 Mei 2026.
Rekomendasi speculative buy biasanya disematkan pada saham untuk dibeli dengan tujuan memanfaatkan potensi kenaikan harga jangka pendek. Hanya saja, dengan tingkat risiko yang relatif lebih tinggi dibanding rekomendasi buy.
Tim Sinarmas Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk speculative buy pada perdagangan Jumat (29/5), seiring kombinasi sentimen global yang mulai membaik dan peluang technical rebound di beberapa emiten.
Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain:
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) — speculative buy dengan area entry 1.440–1.505, target harga 1.540–1.590, dan stop loss 1.380.
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) — speculative buy dengan area entry 15.100–15.775, target harga 16.200–16.650, dan stop loss 14.500.
- PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) — speculative buy dengan area entry 1.015–1.060, target harga 1.085–1.120, dan stop loss 970.
Perlu diingat, Rekomendasi saham ini bersifat informatif dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Baca Juga: IHSG di Fase Konsolidasi Bearish, Simak Rekomendasi Saham dari Mirae Hari Ini (29/5)
Penguatan Wall Street
Pada Dari pasar global, sentimen positif datang dari penguatan bursa Wall Street pada perdagangan Kamis (28/5). Nasdaq melonjak 0,9%, S&P 500 naik 0,6%, dan Dow Jones bertambah 0,1%, sekaligus mencetak rekor baru.
Penguatan dipicu optimisme pasar setelah muncul laporan kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran terkait perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan tersebut memunculkan harapan pemulihan pasokan energi dari kawasan Teluk Persia secara bertahap.
Selain itu, reli saham teknologi berbasis AI juga menopang pasar setelah outlook positif dari Snowflake dan kerja sama AI dengan Amazon.
Dari sisi makroekonomi, data inflasi AS turut menjadi perhatian pasar setelah data inflasi inti personal consumption expenditure (Core PCE) April 2026 tercatat naik 0,2% secara bulanan, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,3%. Kabar inflasi ini akan menjadi salah satu pertimbangan The Fed dalam menjaga kebijakan suku bunga longgar ke depan.
Sementara di dalam negeri, pergerakan pasar masih dibayangi pelemahan rupiah yang mendekati Rp 17.800 per dolar AS. Di sisi lain, pasar juga mencermati temuan indikasi under invoicing oleh sejumlah produsen CPO dengan potensi selisih nilai ekspor mencapai sekitar Rp 1,48 triliun.
Pelaku pasar juga menyoroti sejumlah kabar emiten, mulai dari rencana IPO PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di bursa Hong Kong, kinerja laba positif April PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), hingga aksi rights issue PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang berpotensi menimbulkan dilusi saham.
Sementara itu, IHSG pada Selasa lalu (26/5) ditutup turun 1,23% ke level 6.130,19. Pelemahan ini pun disertai aksi jual asing dengan nilai jual bersih atau net sell Rp 1,89 triliun di pasar reguler.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News