M O M S M O N E Y I D
Bugar

Cara Hindari Tubuh dari Bahaya Sengatan Matahari saat Lari di Tengah Musim Kemarau

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Cuaca panas saat musim kemarau jangan sampai menjadi penghalang menjalani olahraga lari apalagi maraton. Namun, kondisi tubuh memang harus prima sebagai cara menghindari sengatan panas Matahari atau heat stoke saat berlari. 

Ada beberapa tips yang Maybank Indonesia bagikan untuk mereka yang akan lari jarak jauh sebagai cara hindari tubuh dari bahaya sengatan Matahari saat lari di tengah kemarau:

Pertama, tubuh perlu beradaptasi dengan cuaca panas bertahap. Ketika berlatih coba beradaptasi terhadap cuaca panas secara perlahan. 

Sebaiknya, atur jadwal latihan dan lakukan rutinitas lari beberapa kali dalam satu minggu. Hal ini untuk menghindari tubuh kewalahaan saat hari sedang panas. 

Baca Juga: Hidup Sehat dan Jaga Lingkungan Lewat Astra Half Marathon 2023, yuk

Menurut ahli fisiologi olahraga, manusia butuh waktu sekitar dua minggu untuk bisa beradaptasi dengan cuaca panas. 

Kedua, sadar untuk terus hidrasi tubuh dengan cukup. Tubuh perlu cairan yang cukup agar tak mudah lelah dan mengalami dehidrasi. 

Terkait bagaimana jumlah asupan makanan dan minumnannya, semua tergantung dari masing-masing orang. Tapi, disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi cairan saat cuaca panas. 

Cairan yang dimaksud bukan hanya air putih tetapi juga elektrolik agar bisa menggantikan banyak mineral yang hilang saat berkeringat. 

Baca Juga: Tips Minimalisasi Risiko Saat Olahraga Lari

Paling tidak, Anda harus mengkonsumsi 118-237 ml cairan atau minuman yang mengandung elektrolit setiap 15-20 menit selama menjalani lari maraton.

Ketiga, kenakan pakaian yang sesuai dengan sikon dan cuaca. Disarankan untuk menggunakan pakaian olahraga yang aktif serap untuk membantu tubuh bernapas dan menyejukan diri secara alami. 

Ada baiknya memilih pakaian berawarna terang kaena yang gelap biasanya akan menyerap panas dari matahari. 

Tak hanya pakaian, lindungi tubuh dengan tabir suraya dengan minimal SPF 50 dan mampu menahan keringan sehingga tidak menetes ke mata. 

Baca Juga: Lima Hal yang Perlu Diperhatikan Saat akan Lari Maraton

Bisa juga memakai kacamata hitam agar menghindari silau Matahari. 

Keempat, pentingnya melakukan ritual untuk body cooling sebelum berlari. Body cooling di antaranya dengan mandi air dingin, mengonsumsi minuman dingin, atau mencelupkan topi ke dalam air dingin.

Langkah lainnya bisa  memasukkan es batu ke dalam topi agar membantu menunda tubuh kepanasan.

Setelah selesai berlari, segera dinginkan tubuh dengan mencari tempat berteduh dari cuaca yang panas, memercikkan air ke kulit untuk menyegarkan tubuh, mengonsumsi minuman dingin, serta mandi air dingin sekitar 15-20 menit setelah beristirahat.

Tips terakhir atau kelima, memantau diri sendiri secara proaktif. Sebaiknya, masing-masing orang mengenali sinyal tubuh yang sudah lelah karena cuaca panas. 

Baca Juga: Tips Mengembangkan Ketahanan Mental untuk Lari Marathon 42 KM

Tanda itu bisa berupa  rasa pening, sakit kepala, keringat berlebihan hingga kulit menjadi pucat dan lembap, mengalami ruam akibat panas, kram di bagian tubuh tertentu, maupun detak jantung yang sangat cepat.

Tanda lain bisa suhu tubuh yang meningkat, merasa lemah, dan sangat haus.  

Jangan abaikan peringatan tubuh saat mengalami kelelahan akibat cuaca yang panas dan segera cari bantuan medis jika gejala yang dirasakan terus berlanjut.

Itulah cara hindari tubuh dari bahaya sengatan Matahari saat lari di tengah kemarau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Besok Senin 3 Agustus 2026, Taurus Paling Beruntung

Yuk, simak ramalan zodiak besok Senin 3 Agustus 2026 soal karier, keuangan, asmara, dan kesehatan 12 zodiak lengkap.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/8), Hujan Sangat Lebat Masih Guyur Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Senin 3 Agustus 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.​

Tak Sekadar Hiburan, Bermain Jadi Ruang Tumbuh Anak

Bermain adalah salah satu cara paling penting bagi anak untuk berlajar, tumbuh, dan terhubung dengan orang lain.

Hasil Taipei Open 2026: Leo/Daniel Juara, Gelar Kedua Sejak Berpasangan Kembali

Hasil Taipei Open 2026 babak final Minggu (1/8), ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin keluar sebagai juara.

HP Kamera 50MP: Poco M8 Kenalkan Layar AMOLED tembus 3.200 Nits!

Skor AnTuTu Poco M8 sentuh angka 850 ribu untuk gaming. Cek hasil pengujian nyata chipset 4nm dan kecepatan isi daya 45W di sini.   

Serbu Diskon Menarik! Nikmati Kuliner Lezat Promo Pepper Lunch dengan BRI & BCA

Puaskan selera makan Anda dan hemat pengeluaran bersama promo Pepper Lunch, yang berlaku hingga tahun depan khusus pengguna kartu BRI dan BCA.

Spesial Kemerdekaan, Nikmati Pesta Rasa Spesial Lewat Promo Gokana Agustus 2026

Rayakan Hari Kemerdekaan ke-81 RI dengan promo Gokana yang menawarkan paket Bento, Ramen, hingga Teppan lengkap dengan diskon menarik.

Minim Iritasi, Ini 6 Alasan PHA Cocok untuk Eksfoliasi Kulit Sensitif

Apa itu PHA dan manfaatnya untuk kulit sensitif? Ini 6 alasan PHA cocok untuk eksfoliasi kulit sensitif.

Dapur Terasa Membosankan? Ini 9 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Renovasi

Mau renovasi dapur? Kenali 9 hal penting agar dapur lebih nyaman, fungsional, dan biaya renovasi tetap terkendali.

4 Tanda Mikrobioma Kulit Tidak Seimbang, Bikin Bekas Jerawat Susah Hilang

Wajib tahu, berikut 4 tanda mikrobioma kulit tidak seimbang yang perlu diwaspadai. Simak sampai akhir, Moms.