MOMSMONEY.ID - Menjaga bisnis agar tetap bertahan dalam jangka panjang membutuhkan lebih dari sekadar produk yang laku di pasaran.
Pelaku usaha juga perlu menjaga kualitas, mempertahankan kepercayaan pelanggan, serta memastikan karyawan memiliki keterampilan dan lingkungan kerja yang mendukung.
Hal ini tercermin dari perjalanan PT Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah (TDI) yang telah beroperasi selama 63 tahun sejak 1963.
Perusahaan ini menilai, keberlangsungan usaha tidak bisa dilepaskan dari peran karyawan yang ikut tumbuh bersama bisnis.
Presiden Direktur PT Singa Investindo Development (SID) Boediono Tjiptodihardjo mengatakan, perjalanan TDI hingga mampu bertahan dan berkembang selama lebih dari enam dekade merupakan hasil kontribusi orang-orang di dalam perusahaan.
PT Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah (TDI) adalah perusahaan yang paling tua di dalam grup Singa Investindo. "Kami sangat bangga dengan perjalanan perusahaan yang bisa bertahan dan bahkan berkembang mengikuti perjalanan waktu. Penghasilan ini tidak terlepas dari orang-orang yang ikut berjuang bersama pabrik semenjak perusahaan ini berdiri,” kata Boediono dalam siaran pers, Selasa (3/11).
Ada sejumlah hal yang dilakukan perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya.
Baca Juga: Bukan Cuma soal Produk, Simak 3 Hal Penting Ini biar UMKM Bisa Memperluas Pasar
Pertama, menjaga kualitas produk dan terus memperbaiki proses kerja. Pelaku usaha perlu beradaptasi dengan perubahan pasar tanpa mengabaikan konsistensi mutu. Hal ini penting agar pelanggan tetap percaya dan bersedia menggunakan produk dalam jangka panjang.
Direktur PT Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah, Kevin Tjia Tjiptodihardjo mengatakan, pengalaman panjang tidak membuat perusahaan bisa berhenti melakukan pembenahan.
“Pengalaman panjang tidak membuat tantangan menjadi lebih ringan. Kami tetap perlu memperbaiki proses, meningkatkan keterampilan tim, dan memastikan peningkatan secara terus menerus kualitas produk. Kepercayaan pelanggan hanya bisa dijaga jika konsistensi itu hadir dalam pekerjaan sehari-hari,” ujar Kevin.
Kedua, berinvestasi pada keterampilan dan keselamatan karyawan. Karyawan bukan hanya bagian dari operasional, tetapi juga salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan bisnis.
Karena itu, peningkatan kemampuan pekerja perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap keselamatan kerja.
TDI saat ini mempekerjakan sekitar 1.200 orang. Perusahaan juga mencatat 13.764.871 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja selama periode 1 November 2015 hingga 31 Oktober 2025.
Baca Juga: Laporan Perjalanan Bisnis Masih Jadi Beban, Ini Solusi yang Mulai Dilirik Perusahaan
Atas pencapaian tersebut, TDI memperoleh penghargaan dari Gubernur Jawa Timur terkait pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ketiga, menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan masyarakat sekitar. Kepercayaan pasar perlu dibangun melalui mutu produk yang konsisten dan ketersediaan produk.
TDI, misalnya, memiliki 38 titik jaringan distribusi berupa kantor cabang resmi dan agen, serta jaringan grosir yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Perusahaan juga menyediakan sebagian lahan depan pabrik untuk mendukung Pos Damkar Unit Waru yang diresmikan pada 2015 sebagai fasilitas pelayanan kebakaran bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News