MOMSMONEY.ID - Ramadhan memang jadi momen yang identik dengan berbagai kampanye serta diskon besar dari merek-merek pakaian serta F&B. Namun, kemeriahan yang sama tidak dirasakan oleh bisnis kost lo..
Berdasarkan data internal Cove, penyedia hunian co-living modern, Ramadan justru menjadi periode dengan performa terendah bagi bisnis kost atau co-living.
Keperluan perayaan maupun mudik telah mendorong masyarakat untuk menunda pengeluaran yang tergolong komitmen finansial besar, termasuk sewa kost.
Dian Paskalis, Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, bilang, setiap tahun, Cove melihat pola yang relatif konsisten di mana Ramadhan menjadi periode dengan transaksi terendah dalam satu tahun.
"Selama bulan suci, masyarakat akan lebih memprioritaskan pengeluaran jangka pendek mereka, sehingga pengeluaran jangka panjang seperti kost akan dinomorduakan hingga Lebaran berlalu,” ungkapnya dalam keterangan resmi Kamis (19/2).
Berdasarkan data internal Cove tahun lalu, jumlah pemesanan kamar co-living bulanan selama Ramadhan tercatat melemah hingga 11% dibandingkan dengan rata-rata pemesanan dalam 3 bulan sebelum periode Ramadhan.
Pola ini hadir karena calon penghuni menyadari bahwa mereka tidak akan menempati kamar untuk waktu yang cukup lama selama masa mudik, sehingga mereka memilih untuk memulai masa sewa setelah Lebaran selesai.
Selain itu, penurunan ini menjadikan Ramadhan sebagai periode dengan nilai transaksi terendah sepanjang tahun, dan pola ini secara konsisten terlihat sejak pertama Cove mulai beroperasi di Indonesia.
Baca Juga: Ini Rekomendasi Kost Terjangkau di Jakarta untuk Para Pekerja
Dari segi okupansi kamar Cove, terjadi penurunan sekitar 0,5 poin persentase dari awal tahun, menunjukkan angka occupancy rate sebesar 84,5% selama Ramadhan.
Angka penurunan yang moderat menggarisbawahi bahwa tren ini terjadi bukan karena melemahnya permintaan terhadap kost secara keseluruhan, namun lebih bersifat musiman.
Pada Ramadhan lalu, Cove mencatat angka tingkat check-out pada tier properti Cove Basics mencapai 19%, lebih tinggi dari rata-rata check-out secara keseluruhan yang berada pada angka 16% dalam 3 bulan sebelumnya.
Cove Basics merupakan tier properti dengan rata-rata sewa bulanan sebesar Rp 2 juta rupiah, paling rendah dari dua tier lainnya, yaitu Cove Classics dan Cove Luxe.
Tier ini umumnya dipilih oleh mahasiswa atau pekerja muda, yang cenderung lebih sensitif terhadap harga sewa hunian.
Pada periode mudik, sejumlah penghuni Cove memanfaatkan momentum tersebut untuk menghentikan sewa secara sementara guna menghindari pembayaran saat unit tidak ditempati.
Dalam sejumlah kasus, penghuni bahkan kembali memesan unit yang sebelumnya mereka tempati setelah Lebaran.
Fenomena tersebut menggarisbawahi bahwa hal ini bukan merupakan pergeseran preferensi hunian secara jangka panjang, melainkan pengelolaan arus kas jangka pendek, terutama pada segmen yang lebih sensitif terhadap harga.
Baca Juga: Infokost.id Diluncurkan Kembali, Hadirkan Cara Baru Cari Kost
Salah satu perilaku yang cukup menarik selama Ramadhan adalah meski transaksi penyewaan kamar menurun, aktivitas pencarian hunian dari calon penghuni tetap relatif tinggi.
Cove menemukan, jumlah traffic selama Ramadhan tahun lalu tidak menurun secara berarti, namun tingkat konversinya lebih rendah dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Mereka cenderung menghubungi hanya untuk mencari informasi terkait unit yang mereka gemari tanpa melakukan pemesanan, atau mencari kamar untuk pemesanan setelah tanggal Lebaran.
Tidak hanya penawaran sewa bulanan Cove, lini sewa harian juga mencatat penuruna transaksi selama Ramadhan.
Secara keseluruhan, pemesanan kamar harian turun hingga 14% dibanding bulan sebelumnya, dengan penurunan terdalam terjadi di Kota Bandung (37%).
Temuan ini menunjukkan, selain menghindari komitmen finansial yang besar, masyarakat juga turut memangkas bujet kebutuhan gaya hidup seperti liburan selama bulan Ramadhan.
“Tren penurunan transaksi selama Ramadan menjadi pengingat bagi para pemilik kost maupun akomodasi untuk mempersiapkan pengelolaan bisnis yang baik sejak awal tahun,” sebut Dian.
“Alih-alih merespons dengan diskon agresif demi meningkatkan keterisian kamar, pelaku usaha perlu memastikan fondasi okupansi dan arus kas yang sehat dari sebelum periode Ramadhan,” imbuhnya.
Selanjutnya: BBRI, BBCA, BBNI & BMRI Terkoreksi Usai BI Tahan Suku Bunga, Cek Rekomendasi Analis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News