MOMSMONEY.ID - Duo musik asal Bogor, Billkiss merilis single terbaru berjudul Wanna Be With My Bubu. Lagu ini menjadi eksperimen terbaru Billkiss dalam mengeksplorasi genre hipdut, sekaligus memperlihatkan sisi romantis dan bucin dari duo yang beranggotakan Helvi dan Maulin tersebut.
Wanna Be With My Bubu kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital.
Berbeda dari sejumlah rilisan sebelumnya, lagu ini sejak awal memang dirancang sebagai karya hipdut original Billkiss, bukan hasil pengubahan lagu lama ke dalam format remix atau koplo. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya Billkiss untuk terus mencari warna musik baru tanpa terpaku pada satu genre.
Saat ini, gempuran lagu hipdut sedang ramai-ramainya. Sebelumnya, Billkiss merilis 25 Jam dan Tahta dalam versi remix dan koplo.
"Kami merasa harus punya lagu hipdut original, bukan dari lagu yang sudah dirilis sebelumnya,” ujar Helvi, bassist sekaligus songwriter Billkiss, dalam keterangan tertulis, Senin (7/8).
Menurut Helvi, ketertarikan Billkiss terhadap hipdut bukan hanya karena genre tersebut sedang mendapatkan perhatian. Eksplorasi musik menjadi salah satu alasan utama mereka mencoba warna baru.
“Kenapa hipdut? Kami senang bereksperimen menemukan warna lain dari Billkiss. Dan seseru itu ketika hasilnya sudah jadi,” lanjutnya.
Baca Juga: Yura Yunita Rilis Lagu Pertiwi, Suarakan Keberanian Untuk Bersuara
Wanna Be With My Bubu bukan lagu ciptaan Billkiss
Ada cerita menarik di balik lahirnya single terbaru Billkiss. Wanna Be With My Bubu ternyata merupakan lagu ciptaan Ratu Mayang Sari, sahabat Helvi. Lagu ini menarik perhatian Helvi setelah Ratu mengunggahnya. Dari sana, muncul ide untuk membawa lagu tersebut ke dalam karakter musik Billkiss.
Ratu mengatakan, lagu tersebut lahir ketika dirinya sedang aktif menulis lagu dengan berbagai tema, mulai dari kisah galau, bahagia, kehidupan, realita, hingga jatuh cinta.
“Berawal dari lagi sering-seringnya bikin lagu, dari lagu galau, happy, kehidupan, realita, dan jatuh cinta. Tiba-tiba terpikirlah bikin lagu ini,” cerita Ratu.
Saat melihat perkembangan musik hipdut, Ratu kemudian mencoba membuat lagu dengan suasana yang lebih ringan dan menyenangkan.
Ketika Helvi memilih lagu tersebut untuk dibawakan Billkiss, Ratu merasa keputusan tersebut tepat.
“Karena aku udah tahu Billkiss dan lagu-lagunya dari awal, jadi memang ngerasa cocok kalau dibawain Billkiss. Apalagi memang lagu Billkiss lagi di era centil dan jatuh cinta juga,” ujar Ratu.
Dari sisi tema, Wanna Be With My Bubu membawa cerita sederhana tentang perasaan jatuh cinta dan keinginan untuk selalu bersama pasangan. Nuansa tersebut membuat lagu ini terdengar ringan, ceria, romantis, sekaligus penuh energi “bucin”.
Baca Juga: Eksplorasi Musik di Single Terbaru, TB AJI Rilis Lagu Ternyata Dia (Orangnya)
“Semua pasangan yang lagi butterfly era cocok banget sama lagu ini,” kata Helvi.
Ratu pun mengakui bahwa perasaan jatuh cinta menjadi inspirasi utama dalam proses penciptaan lagu.
“Perasaan jatuh cinta ya pastinya. Pokoknya bucin deh, pengen sama pasangan terus,” ungkap Ratu.
Karakter tersebut membuat lagu ini memiliki sasaran pendengar yang cukup luas, khususnya mereka yang sedang menikmati fase awal hubungan, jatuh cinta, atau merasakan hubungan yang sedang berada di masa manis.
Diproduseri Acoy dan direkam di Lancar Jaya Studio
Dari sisi produksi, Wanna Be With My Bubu dikerjakan di Lancar Jaya Studio. Musik lagu ini diproduseri oleh M. Aditia Sahid atau Acoy, yang dikenal sebagai gitaris Rocker Kasarung dan Band OmOm.
Proses produksi berjalan relatif lancar bagi Billkiss. Tidak ada tantangan besar yang secara khusus dirasakan selama pengerjaan lagu.
Baca Juga: Annisa dan Ikmal Serukan Nasionalisme Lewat Lagu Merah Putih Gemilang
Jika rilisan sebelumnya memperlihatkan pendekatan berbeda terhadap lagu yang sudah ada, kali ini Billkiss memilih membuat lagu yang sejak awal memang memiliki identitas hipdut. “Ini original version hipdut-nya Billkiss,” ujar Helvi.
Meski telah mencoba hipdut, Billkiss belum memastikan genre tersebut akan menjadi identitas utama mereka untuk rilisan selanjutnya. Helvi menegaskan bahwa Billkiss masih ingin memiliki ruang untuk bereksperimen.
“Bisa ya, bisa tidak. Kami senang bereksperimen,” katanya. Bagi Billkiss, keberagaman genre justru memberikan kesempatan untuk terus berkembang sebagai musisi dan songwriter.
Di tengah perjalanan kariernya, Billkiss kini memiliki target yang lebih besar. Selain terus merilis musik, mereka ingin memperluas jangkauan pendengar dan tampil di lebih banyak panggung.
Salah satu target utama mereka adalah menyelesaikan album kedua, mendapatkan jumlah streaming hingga jutaan pendengar, serta menjalankan tur.
“Kami mengejar album kedua, jumlah streaming yang sampai jutaan pendengar, dan panggung yang banyak. Kami ingin sekali tour,” ujar Helvi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News