M O M S M O N E Y I D
Bugar

Benarkah Jalan Kaki 1 Jam Setiap Hari Bisa Menurunkan Berat Badan?

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Banyak ditanyakan, benarkah jalan kaki 1 jam setiap hari bisa menurunkan berat badan? Ini jawabannya!

Di dunia yang semakin sibuk dan penuh distraksi digital, olahraga kerap jadi hal yang sulit diluangkan. Banyak orang merasa tidak punya waktu untuk pergi ke gym, ikut kelas yoga, atau menjalani latihan intensif.

Namun, bagaimana jika solusi penurunan berat badan Anda justru sesederhana jalan kaki selama 1 jam setiap hari?

Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki memang sering diremehkan. Padahal, jika dilakukan secara konsisten dan dengan durasi yang cukup, manfaatnya tidak kalah dengan olahraga lain yang lebih berat.

Jalan kaki juga minim risiko cedera dan cocok dilakukan siapa pun, tanpa perlu alat khusus. Tapi, benarkah jalan kaki 1 jam setiap hari bisa menurunkan berat badan? MomsMoney akan membahasnya pada kesempatan kali ini. Simak, yuk!

Baca Juga: Apakah Ubi Cilembu Bagus untuk Dikonsumsi saat Diet Menurunkan Berat Badan?

Benarkah Jalan Kaki 1 Jam Setiap Hari Bisa Menurunkan Berat Badan?

Berjalan kaki selama satu jam setiap hari bisa membantu membakar kalori dan mendukung proses penurunan berat badan. Aktivitas ini termasuk dalam olahraga intensitas sedang yang cukup efektif jika dilakukan secara rutin.

Menurut rekomendasi dari Departemen Kesehatan Amerika Serikat, seseorang disarankan melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya 300 menit per minggu. Nah, jika Anda berjalan kaki selama satu jam setiap hari, Anda sudah memenuhi syarat tersebut.

Tak hanya membakar kalori, jalan kaki juga berperan penting dalam menjaga massa otot tanpa lemak, yang sangat dibutuhkan selama proses penurunan berat badan agar tubuh tetap kuat dan metabolisme tetap terjaga.

Namun perlu diingat, meskipun jalan kaki membantu membakar kalori, menggabungkan aktivitas fisik dengan pola makan sehat akan memberi hasil yang jauh lebih efektif.

Melansir dari Healthline, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang membatasi asupan kalori dan rutin berjalan kaki dapat menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan mereka yang hanya diet tanpa olahraga.

Baca Juga: Inilah Jadwal Diet Intermittent Fasting dan Tips Sukses Melakukannya

Lalu, Seberapa Banyak Berat Badan yang Bisa Turun?

Untuk menurunkan berat badan, Anda harus menciptakan defisit kalori, yaitu membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi setiap hari.

Sebagai gambaran, defisit sekitar 500 kalori per hari bisa menyebabkan penurunan berat badan sekitar 0,5 sampai 1 kg per minggu. Jalan kaki selama 1 jam bisa membantu menciptakan defisit ini, tergantung pada berat badan, kecepatan berjalan, dan intensitasnya.

Dengan menyeimbangkan jalan kaki rutin dan pola makan yang lebih sehat, Anda bisa mengalami penurunan berat badan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Manfaat Lain dari Jalan Kaki

Selain membantu program diet, jalan kaki setiap hari juga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, antara lain:

  • Meningkatkan kolesterol baik (HDL)
  • Menurunkan kolesterol jahat (LDL)
  • Menurunkan tekanan darah
  • Menurunkan kadar gula darah
  • Meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres
  • Menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2

Aktivitas ini juga baik untuk kesehatan mental karena bisa memberikan waktu refleksi, membuat tubuh lebih rileks, serta membantu tidur lebih nyenyak.

Baca Juga: 14 Cara Diet Tanpa Olahraga tapi Tetap Bisa Konsumsi Nasi, Intip di Sini

Jadi, benarkah jalan kaki 1 jam setiap hari bisa menurunkan berat badan? Ya, jalan kaki selama 1 jam setiap hari bisa membantu menurunkan berat badan, terutama jika Anda juga menjaga asupan makanan dan konsisten melakukannya. Selain mudah dilakukan dan rendah risiko, manfaat jalan kaki juga meluas ke banyak aspek kesehatan lainnya.

Kalau Anda mencari cara sederhana tapi efektif untuk mulai hidup sehat dan mengatur berat badan, jalan kaki bisa jadi langkah awal yang tepat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.