M O M S M O N E Y I D
Santai

Begini Cara Menjadi Creative Marketing Partner of the Year TikTok ala Naisu

Reporter: Andy Dwijayanto  |  Editor: Andy Dwijayanto


MOMSMONEY.ID - TikTok untuk pertama kalinya menggelar ajang penghargaan iklan bernama TikTok Ad Awards Indonesia 2024. Penghargaan ini diberikan kepada brand dan agensi yang menggunakan rangkaian produk TikTok secara komprehensif untuk  proses kreatif mulai dari menciptakan ide, proses produksi hingga optimalisasi dan penilaian iklan.

Naisu, agensi kreatif dari Jakarta menyabet penghargaan TikTok Ad Awards Indonesia 2024 sebagai Creative Marketing Partner of the Year. Penghargaan ini merupakan apresiasi dari TikTok untuk kreator dan agensi yang telah berkontribusi dan unggul melalui marketing campaign kreatif dan inovatif. 

Baca Juga: Cek Biaya Admin TikTok Shop Seller untuk Berbagai Merchant per Mei 2024

Nah, bagaimana sih cara mendapatkan penghargaan bergengsi dari TikTok ini? 

Flori Amelia, Business Director Naisu mengungkapkan pencapaian ini didapatkan tentunya berkat kontribusi seluruh tim Naisu yang telah memberikan layanan terbaik untuk setiap klien. Sejak didirikan tahun 2016 lalu, pihaknya berkomitmen untuk adaptif terhadap perkembangan di bidang marketing.

Nah, dengan adaptasi terhadap tren marketing, teknologi dan pasar inilah yang membuat Naisu menjadi perusahan agensi yang diperhitungkan. Selain itu, portofolio klien dari beragam mulai dari perbankan, FMCG, tech, e-commerce, dan lainnya membuat Naisu harus lebih kreatif lagi

"Kepercayaan yang diberikan seluruh klien, menjadi motivasi bagi Naisu untuk terus berkarya, berinovasi dan pastinya memberikan ide- ide ‘segar’ untuk klien kami,” ujarnya, Jumat (24/5/2024)

Baca Juga: Simak 5 Cara Ala Pelaku Usaha Lokal Makanan dan Minuman di Tokopedia

Saat ini Naisu terus memgembangkan bisnis agensi yang berfokus pada layanan mulai dari social media marketing, SEO & SEM, media buying, analisis strategi dan penelitian, production house, community management, dan key opinion leader (KOL). 

Baca Juga: Apindo Dorong Pelaku Industri Digital Ikuti Jejak TikTok Shop-Tokopedia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​