MOMSMONEY.ID - Pendidikan anak menjadi salah satu upaya untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik. Kenaikan biaya pendidikan di tengah ketidakpastian ekonomi di Indonesia menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi sebagian besar keluarga di Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik(BPS) menunjukkan bahwa rata-rata biaya pendidikan jenjang SMA/SMK meningkat lebih dari 30% selama tahun ajaran 2020/2021 hingga 2023/2024. Biaya pendidikan anak menjadi semakin rentan jika hanya bergantung pada arus kas bulanan tanpa perlindungan risiko yang memadai.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Allianz Syariah memperkenalkan AlliSya Cerdas. Ini merupakan produk asuransi jiwa dwiguna syariah yang dirancang untuk membantu keluarga, khususnya para ibu, menyiapkan dana pendidikan anak secara terencana dan sesuai prinsip syariah.
Baca Juga: Intip 7 Risiko saat Orang Tua Tidak Menyiapkan Asuransi Pendidikan untuk Anak
Produk ini memadukan dua kebutuhan utama keluarga: perlindungan jiwa jika risiko terjadi dan manfaat tunai terjadwal yang dapat diselaraskan dengan fase kebutuhan pendidikan anak.
“ AlliSya Cerdas kami rancang sederhana, namun bermakna: ada perlindungan jiwa jika risiko terjadi, dan ada manfaat tunai yang membantu keluarga menjaga rencana pendidikan anak tetap berjalan,” kata Elmie A. Najas, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia.
Menurutnya manajemen menegakkan prinsip tolong-menolong (ta’awun), transparansi, serta sejalan dengan Maqasid Syariah melalui kompas perlindungan yang melengkapi perjalanan hidup, dengan menekankan perlindungan harta, jiwa, dan akal agar keluarga dapat merencanakan pendidikan anak dengan tenang.
Elmie bilang, dalam perspektif keuangan syariah, perencanaan pendidikan anak juga merupakan bagian dan ikhtiar menjaga keberlangsungan akal dan kesejahteraan generasi berikutnya. Pendekatan berbasis tolong-menolong memungkinkan tujuan jangka panjang keluarga dikelola secara kolektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.
Adapun AlliSya Cerdas asuransi jiwa dwiguna syariah, yang menyederhanakan dua kebutuhan utama keluarga: perlindungan jiwa bila risiko terjadi dan pencairan manfaat tunai terjadwal untuk biaya pendidikan anak. Perlindungannya selama 11 tahun, dengan pilihan masa bayar kontribusi 3 atau 5 tahun dan frekuensi pembayaran fleksibel.
Kemudian pada akhir tahun polis ke8, peserta berhak atas manfaat tunai sebesar 40% dari kontribusi yang telah ditentukan. Selanjutnya pada akhir tahun ke11 diberikan manfaat tunai 80%, setelah itu polis berakhir.
Dari sisi perlindungan, jika pihak yang diasuransikan wafat dalam 2 tahun pertama sejak polis berlaku, penerima manfaat akan mendapatkan santunan sebesar 100% kontribusi yang telah dibayarkan (setelah dikurangi sedekah, jika ada).
Jika risiko terjadi setelah 2 tahun, manfaat meningkat menjadi 120% dari kontribusi yang telah ditentukan, lalu manfaat pembebasan kontribusi berlaku dan kontribusi akan dibayarkan oleh Allianz Syariah sehingga polis dapat terus aktif. Dengan demikian, anak sebagai penerima manfaat dapat terus melanjutkan pendidikan sesuai rencana dan mendapatkan tunjangan dari santunan asuransi.
Baca Juga: Tips Liburan Aman Nataru: Asuransi Perjalanan Jadi Kebutuhan Utama
Kemudian jika pihak yang diasuransikan meninggal dunia akibat kecelakaan, maka penerima manfaat akan menerima dua kali dari jumlah manfaat meninggal dunia yang tercantum.
Seluruh ketentuan ini disampaikan transparan dalam dokumen polis, dengan opsi sedekah (0,5% atau 1% dari kontribusi) yang mempertegas semangat tolongmenolong dalam pengelolaan dana bersama, serta akad wakalah bil ujrah untuk kejelasan peran dan imbal jasa pengelola.
Kontribusi minimum mulai dari Rp500 ribu per bulan dengan usia masuk fleksibel, untuk anak mulai 1 bulan sampai 17 tahun, dan untuk dewasa 18–50 tahun.
”Kami berharap AlliSya Cerdas dapat menghadirkan solusi untuk para Ibu dan keluarga Indonesia untuk mewujudkan mimpi anak dengan perencanaan keuangan yang tepat dan perlindungan asuransi jiwa berbasis syariah yang relevan dengan tantangan masa kini.” tutupnya.
Selanjutnya: 7 Film Romantis Ini Berakhir Tragis, Siapkan Tisu Sebelum Nonton
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News