Siapa sangka, di balik deretan rumah di kawasan elite Lippo Karawaci, Tangerang, tersembunyi sebuah kedai bakmi yang telah menjadi langganan banyak orang selama lebih dari dua dekade. Namanya: Bakmi Bromo. Berdiri sejak 2000 lalu, tempat makan sederhana ini membuktikan bahwa cita rasa dan kualitas makanan tidak selalu membutuhkan lokasi di jalan utama atau pusat kuliner yang ramai.
Berada di dalam sebuah kluster perumahan, pengunjung harus rela masuk lebih jauh untuk menikmati semangkok bakmi. Perlu dipersiapkan juga, untuk bisa menikmati Bakmi Bromo, pengunjung harus melewati pos satpam dan menitipkan kartu identitas seperti KTP.
Setelah itu, tepat di ujung kluster bernama Cluster Taman Bromo terdapat rumah yang dari luar tampak seperti rumah tinggal pada umumnya. Tetapi, di situlah Bakmi Bromo berada. Jangan heran, memang tidak ada papan nama besar, melainkan hanya ada banner kecil bertuliskan Bakmi Bromo.
Pada jam makan siang, kedai ini tampak sepi pengunjung yang makan di tempat. Namun, pegawai tidak henti menerima pesanan masuk secara online dan sambungan telepon.
Makanan yang harus Anda coba di Bakmi Bromo, tentunya bakmi ayam. Ada tiga varian bakmi khas: Bakmi Bromo, bakmi yamin, dan bakmi ayam kampung. Tak suka bakmi, bisa pilih bihun atau kwetiau.
Baca Juga: Kuliner Jepang dengan Rasa Autentik tapi Harga Terjangkau
Saran saja, Anda bisa jajal Bakmi Bromo Special. Di sajian ini, semua bahan tambahan yang khas dari kedai ini, ada di satu mangkok. Jadi, Bakmi Bromo Special memiliki topping ayam giling kecap, potongan lumpia udang goreng, pangsit goreng, dan bakso sapi.
Mari bedah rasanya satu-satu. Mulai dari kuah bakmi yang terasa segar, gurih, dan manis bercampur sangat pas di lidah. Begitu menyeruput kuah bakmi, maka akan tercium dan terasa juga rasa rempah dari serai. Rasa ini sangat beda dari kuah bakmi pada umumnya.
Lanjut, baksonya berasa betul daging sapinya dan empuk. Mumpung masih hangat, segera santap lumpia udang goreng. Ini juga lezat dan jadi topping andalan kedai ini. Rasanya gurih, renyah, sangat kriuk.
Puas mencicipi topping, berikutnya menyantap bakmi ayam kecap. Rasa manis dari ayam kecap giling, berpadu sempurna dengan rasa bakmi yang empuk tetapi tetap kenyal.
Jaga kualitas
Bakmi ayam di kedai ini makin nikmat karena tersaji dengan tidak terlalu berminyak. Lucy, Pemilik Bakmi Bromo, bilang, sangat mengutamakan kualitas dan ingin menyajikan makanan yang sehat.
"Saya pakai minyak bawang dan minyak wijen sedikit biar wangi," ungkapnya.
Dari perpaduan bumbu, dia berhasil meracik bakmi agar tidak terlalu terasa asin atau manis berlebihan. Demi menjaga kualitas rasa, ia tiap hari masih terjun langsung masak bersama belasan pegawainya.
"Jualan makanan susah, kalau mau jaga kualitas, harus terjun langsung," tegas Lucy.
Karena ingin selalu terjun langsung, ia masih maju mundur membuka cabang Bakmi Bromo di tempat lain.
Baca Juga: Ini Alasan Peningkatan Akses Keuangan Perlu Diimbangi dengan Literasi
Di samping itu, dengan kualitas yang Lucy jaga, Bakmi Bromo masih bertahan di tengah gempuran restoran modern dan tren kuliner yang silih berganti. Hal ini menjadi bukti, kelezatan dan kualitas makanan membuat pelanggan tetap bertahan.
"Yang saya jaga kualitas. Soalnya, saya sudah buka cukup lama. Yang buat pelanggan balik lagi adalah kualitas dari rasa makanan," ungkap Lucy.
Tak heran, ia memiliki pelanggan setia yang berasal dari Jakarta. Mereka rela pesan bakmi melalui aplikasi pesan antar, meski jaraknya jauh.
"Ada kiriman sampai ke daerah Pondok Indah atau Kelapa Gading," sebut Lucy.
Konsistensi rasa yang berkualitas ini juga tersaji di menu lain. Selain berbagai varian bakmi ayam, kedai ini menyajikan chinese food, seperti bakmi goreng, fuyunghai, sapo tahu, capcay, dan nasi tim.
Nasi Goreng Bromo juga menjadi andalan lain kedai ini. Nasi goreng disajikan tidak menggunakan kecap manis. Sehingga, rasa gurih lebih terasa dan rasa asin pas bercampur aroma asap menjadi sedap.
Protein dalam nasi goreng buatan Lucy juga ramai. Mulai telor dadar, sosis, bakso, hingga udang. Nasi Goreng Bromo juga dilengkapi dengan potongan kacang polong dan wortel.
Jangan sampai luput, Bakmi Bromo juga menyediakan ayam goreng krispi bernama Ayam Goreng Bromo. Masakan ini menggugah selera, dengan potongan paha ayam berbalur tepung kriuk dan disajikan bersama sambal dengan rasa manis, pedas, dan juga gurih.
Baca Juga: Blibli Bawa Pop-Up Store Click Jisoo ke Indonesia, Berlangsung 12-29 November
Tidak berhenti di menu yang tersaji di kedai, Lucy yang punya hobi kulineran dan masak , setiap hari menawarkan beragam masakan secara preorder. Sajiannya berbeda-beda setiap hari. Jadi, pelanggan bisa memesan makanan seperti katering harian. Setiap hari, dia bisa menyiapkan hingga 80 hingga 100 kotak makanan.
Yang penasaran sama aneka kuliner di Bakmi Bromo dan ingin menyambanginya, kedai ini buka setiap hari, mulai dari jam 7 pagi sampai 7 malam. Harga semangkok bakmi ayam dibanderol mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 60.000.
Seperti menemukan hidden gem
Nama Bakmi Bromo berasal dari lokasi kedai yang memang berada di Cluster Taman Bromo. Lucy, Pemilik Bakmi Bromo, bercerita, sudah menempati rumah yang kini juga menjadi kedai sejak 1994. Namun, baru di 2000, ia mantap membuka kedai di rumah pribadinya.
Namun, awal merintis usaha di rumah, proses berjualan tidak selalu berjalan mulus. Sebab, ia harus beradaptasi dengan aturan yang berlaku di lingkungan kluster. Seiring waktu, persoalan ini bisa dia atasi, sehingga kini usaha bakminya bisa beroperasi dengan lebih nyaman.
"Saya yakin, usaha saya ini tidak menggangu lingkungan sekitar maupun tetangga dekat. Sebaliknya, banyak pelanggan datang dari lingkungan sekitar rumah, mereka pun cocok dengan rasa masakan saya," kata Lucy.
Berdiri lebih dari dua dekade, Lucy mengatakan, ini membuktikan, kedai tidak harus berada di pinggir jalan raya atau pusat kuliner. Sebaliknya, justru lokasi yang tersembunyi membuat banyak orang merasa seperti menemukan sebuah hidden gem yang layak dikunjungi.
Sejatinya, di 1997, Lucy sempat berjualan bakmi ayam di daerah Jakarta Barat yang menempati ruko. Saat itu, usahanya cukup sukses dengan pasar utama anak kuliah. Tapi, ia tidak bisa melanjutkan usahanya karena tak sanggup harus bolak-balik JakartaTangerang.
"Saya iseng coba jualan di garasi, ternyata pasarnya cocok dekat kos mahasiswa UPH (Universitas Pelita Harapan)," ujarnya.
Bakmi Bromo
Jl. Gunung Bromo Cluster Taman Bromo No. 36 Lippo Karawaci, TangerangHP: 08161979567
Koordinat GPS:
-6.233750, 106.592940
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
/2026/08/19/1222717620p.jpg)