MOMSMONEY.ID - Layanan keuangan digital bisa menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan. Namun, sebelum menggunakannya, masyarakat perlu memahami manfaat, risiko, serta tanggung jawab yang menyertai layanan tersebut.
Direktur PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (Cicil) Ivan Joshua Tandika mengatakan, inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Akses tersebut juga perlu memberikan manfaat nyata, terutama bagi sektor produktif.
“Inklusi keuangan bukan hanya tentang membuka akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memastikan akses tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor produktif,” ujar Ivan dalam siaran pers Kamis (29/10).
Karena itu, peningkatan akses keuangan perlu diimbangi dengan literasi agar masyarakat dapat memahami manfaat dan risiko layanan keuangan, serta menggunakannya secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Lazada Indonesia Perluas Akses Pasar UMKM lewat JITEX 2026
Sejak bertransformasi pada 2023, Cicil berfokus pada pembiayaan produktif melalui skema Supply Chain Financing dan Ecosystem Financing untuk mendukung kebutuhan pendanaan bisnis, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ivan mengatakan, pemanfaatan teknologi finansial diharapkan dapat membantu memperkuat sektor produktif dan membuka peluang pertumbuhan bagi UMKM.
“Ke depan, kami ingin terus berkontribusi dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ivan.
Cicil menyampaikan hal tersebut dalam partisipasinya di Financial Expo (FinExpo) 2026 yang berlangsung pada 29 Oktober–1 November 2026 di Trans Studio Mall, Bandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News