M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Gula Aren Aman untuk Diabetes? Ketahui Faktanya di Sini

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Harus batasi konsumsi gula, tetapi apakah gula aren aman untuk diabetes? Kupas faktanya berikut ini, yuk!

Gula aren adalah pemanis alami yang sering digunakan dalam berbagai makanan dan minuman tradisional di Indonesia. Dibuat dari nira pohon aren, gula ini memiliki rasa yang khas dan warna kecokelatan yang menarik.

Banyak yang menganggap gula aren lebih sehat dibandingkan gula pasir biasa, dan ada anggapan bahwa gula aren aman untuk penderita diabetes.

Namun, apakah gula aren aman untuk diabetes? Mari kita ketahui faktanya di sini.

Baca Juga: 10 Manfaat Sukun bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi

Apakah Gula Aren Aman untuk Diabetes?

Berdasarkan data dari Nutrisurvey 2007, satu sendok makan gula aren (sekitar 15 gram) mengandung 14,5 gram karbohidrat dan setara dengan 59,4 kalori.

Selain itu, gula aren juga mengandung nutrisi lain seperti fosfor (3,6 mg), kalium (13,5 mg), kalsium (8,5 mg), magnesium (2,1 mg), natrium (0,3 mg), vitamin B, antioksidan, dan serat.

Dari segi rasa, gula aren memang tidak semanis gula pasir putih karena hanya 78% gula, sementara gula pasir putih mengandung 100% gula.

Namun, yang membuat gula aren lebih menarik adalah indeks glikemiknya yang lebih rendah, yaitu 35 dibandingkan gula pasir yang memiliki indeks glikemik 68.

Melansir dari Klik Dokter, indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan indeks glikemik di bawah 55 dianggap rendah dan lebih baik untuk penderita diabetes.

Jadi, apakah gula aren aman untuk diabetes? Gula aren aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik lebih rendah. Meskipun demikian, penderita diabetes tetap harus membatasinya.

Kandungan glukosa di dalam gula aren tetap dapat mempengaruhi kadar gula darah. Oleh karena itu, konsumsi gula aren harus dalam jumlah kecil, mirip dengan gula pasir.

Untuk pemanis yang lebih aman, Anda dapat menggunakan madu asli karena lebih lambat dalam menaikkan kadar gula darah. Alternatif lainnya adalah kayu manis, yang juga bisa digunakan sebagai pengganti pemanis.

Baca Juga: Khasiat Seledri untuk Asam Urat dan Cara Mengolahnya, Cek yuk!

Manfaat Gula Aren untuk Diabetes

Bersumber dari Hello Sehat, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh penderita diabetes dari gula aren:

1. Indeks Glikemik (IG) Lebih Rendah daripada Gula Pasir

Gula aren memiliki kadar gula yang lebih rendah dibandingkan gula pasir yang biasanya digunakan dalam minuman dan masakan.

Menurut U.S. Department of Agriculture, 100 gram gula aren mengandung 84,21 gram gula, sedangkan gula pasir mengandung 100 gram gula.

Selain itu, indeks glikemik gula aren adalah 35, yang jauh lebih rendah dibandingkan gula pasir dengan IG 68. Ini berarti gula aren mungkin menjadi alternatif yang lebih baik untuk penderita diabetes, tetapi konsumsinya tetap harus dibatasi.

2. Membantu Mengontrol Gula Darah

Gula aren mengandung inulin, sejenis serat yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Serat ini membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, yang bermanfaat bagi penderita diabetes.

Penelitian yang diterbitkan dalam Diabetes & Metabolism Journal pada tahun 2013 menyebutkan bahwa inulin bisa membantu mengontrol kadar gula darah.

Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan seberapa efektif inulin dalam gula aren untuk membantu penderita diabetes.

Baca Juga: Yuk, Mengenal Manfaat Buah Naga untuk Diabetes yang Jarang Diketahui

3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Diabetes & Metabolism Journal juga menunjukkan bahwa inulin dalam gula aren bisa membantu meningkatkan antioksidan dalam tubuh.

Antioksidan ini dapat mengurangi risiko komplikasi diabetes, seperti serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan manfaat ini secara lebih rinci.

4. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Studi yang dipublikasikan di Annals of Nutrition and Metabolism menunjukkan bahwa inulin dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada orang dengan prediabetes, yang berpotensi mengurangi risiko terkena diabetes.

Meski begitu, belum ada studi yang secara khusus mengonfirmasi manfaat ini dari gula aren, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Kenapa Diabetes Menyerang Kaki, Intip yuk!

Demikianlah jawaban atas pertanyaan, apakah gula aren aman untuk diabetes atau tidak. Sebenarnya, gula aren masih aman dikonsumsi penderita diabetes.

Akan tetapi, Anda masih perlu membatasi konsumsinya karena gula aren masih mengandung glukosa, yang dapat meningkatkan kadar gula darah.

Anda bisa menambahkan gula aren dalam jumlah kecil untuk memberikan rasa manis pada makanan atau minuman, namun pastikan tidak berlebihan.

Selain gula aren, penderita diabetes bisa mempertimbangkan pemanis rendah kalori dan karbohidrat, seperti sucralose, xylitol, atau stevia.  Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

BMKG: El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Datang Terlambat dan Lebih Singkat

BMKG memprediksikan, awal musim hujan periode 2026-2027 di 529 Zona Musim atau 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran. 

4 Warna Beige Benjamin Moore untuk Rumah yang Terasa Hangat dan Modern

Inilah 4 warna beige Benjamin Moore pilihan desainer ini untuk rumah yang hangat dan modern, lengkap dengan tips biar interior krem tidak monoton.  

6 Kebiasaan Pagi biar Rumah Tetap Rapi Tanpa Buang Waktu Banyak

Ini 6 kebiasaan pagi untuk menjaga rumah tetap rapi, nyaman, dan teratur tanpa menghabiskan banyak waktu sebelum beraktivitas.

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan Bikin Transaksi QRIS Lebih Praktis

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan memudahkan akses fitur serta pengisian nominal QRIS agar transaksi harian terasa lebih praktis.

7 Cara Ubah Pendapatan Biasa Menjadi Aset Jangka Panjang untuk Masa Depan

Ubah pendapatan biasa menjadi aset jangka panjang lewat 7 cara sederhana, dari mengelola uang, investasi, utang, bisnis hingga dana darurat.  

IHSG Anjlok 1,69% Jelang Keputusan BI, Waspada Volatilitas Tinggi

Investor perlu tetap berhati-hati, tanpa bereaksi berlebihan terhadap pergerakan jangka pendek.     

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Susul Tim Putri ke Semifinal

Hasil Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2026 babak perempat final, Selasa (22/9), Tim Putra Indonesia menyusul Tim Putri ke semifinal.

Diluncurkan Sejak 2019, Begini Capaian QRIS dari Domestik hingga Rambah Mancanegara

Begini perkembangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ​sejak diluncurkan tahun 2019.    

Bitcoin Tembus US$ 87.000, Ini Katalis yang Mendorong Penguatan

Arus dana institusional, perkembangan regulasi aset digital AS, dan turunnya harga minyak menjadi sejumlah katalis penguatan Bitcoin.

Peringatan Dini Cuaca Besok (23/9), Hujan Sangat Lebat Masih Turun di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 23 September 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi ini.