M O M S M O N E Y I D
Santai

Aksi Penggemar K-pop Setop Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil Kembali Hadir

Aksi Penggemar K-pop Setop Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil Kembali Hadir
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Ribuan penggemar K-pop menandatangani petisi yang menyerukan agar Hana Bank melakukan aksi konkret untuk menghentikan pembiayaan proyek yang terintegrasi PLTU batu bara baru. Petisi dibuat setelah Hana Bank merespons surat terbuka yang dikirim sebelumnya dengan pernyataan samar tanpa adanya tindak lanjut yang jelas.

“Dampak akibat proyek nikel tersebut sudah terbukti jelas merusak dan merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar di Pulau Obi. Namun, jawaban Hana Bank yang kian naif menunjukkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh ingin mencari solusi dan menunjukkan aksi nyata,” kata Nurul Sarifah, juru kampanye Kpop4Planet di Indonesia sekaligus pemimpin kampanye Hana Bring K-pop Not Coal dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4). 

Penandatanganan petisi merupakan lanjutan dari kampanye “Hana, Bring K-pop Not Coal”. Petisi digaungkan melalui acara talkshow “No K-pop on a Dead Planet: Aksi Penggemar K-pop untuk Penghentian Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil”, yang termasuk dalam rangkaian PE5TA WARGI K-POP di Jakarta (18/4/2026), yakni perayaan lima tahun Kpop4Planet menggerakan aksi iklim global.

Pada 2022, Hana Bank, salah satu bank dari Korea Selatan yang berkolaborasi dengan idol K-Pop seperti G-dragon Bigbang dan An Yujin IVE, telah mendanai proyek nikel oleh Grup Harita yang ditenagai PLTU batu bara baru sebesar US$ 84 juta. 

Padahal, pada 2021, Hana Financial Group menyatakan akan berhenti membiayai proyek terkait batu bara di dalam dan luar negeri. Grup Harita sampai saat ini sedang membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 1,6 gigawatt (GW) di Pulau Obi, dengan rencana untuk memperluasnya menjadi lebih dari 4 GW.

Baca Juga: Penggemar K-Pop Serukan Hana Bank Hentikan Pendanaan Batubara di Indonesia

Binbin Mariana, Senior Asia Energy Finance Campaigner Market Forces, menekan bahwa pendanaan bank di proyek nikel Harita di Pulau Obi turut berkontribusi pada peningkatan karbon emisi dan kerusakan lingkungan sekitar.

“Emisi karbon Harita hampir meningkat tiga kali lipat, dari 3,74 megaton emisi karbon pada 2022 menjadi 10,87 megaton pada 2024. Jumlah ini setara dengan hampir 1% total emisi Indonesia dan mengemudikan 2,5 juta mobil berbahan bakar fosil selama 1 tahun,” Binbin menegaskan.

Pada Februari lalu, melalui kampanye “Hana, Bring K-pop Not Coal”, Kpop4Planet bersama 12 basis penggemar K-pop di Indonesia telah mengirimkan surat terbuka secara langsung ke Hana Bank di Seoul untuk berhenti mendanai perusahaan yang masih bergantung pada PLTU batu bara.

Hana Bank hanya menjawab bahwa mereka akan mengembangkan kebijakan untuk mendukung pengurangan karbon melalui penguatan manajemen risiko terkait batu bara tanpa adanya rencana jelas untuk keluar dari pendanaan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggemar K-pop di Indonesia semakin aktif terlibat dalam berbagai inisiatif sosial dan lingkungan. Basis penggemar Day6 dan eaJ, My Day and Jars Social Project, merupakan salah satu pendukung kampanye serta komunitas yang sering kali melakukan penggalangan dana, donasi untuk korban bencana alam, hingga aksi berbasis komunitas lainnya.

Baca Juga: Daftar Girl Group Kpop Ini Berani Tampil Menggoda, Ada Favoritmu?

Nunik, salah satu pengurus fanbase, menyatakan bahwa pendanaan Hana Bank di operasi nikel berbasis batu bara di Pulau Obi telah mengecewakan banyak penggemar yang dengan sepenuh hati mendukung Hana Bank lewat kolaborasinya bersama beberapa idol K-pop.

Ia menekankan Hana Bank harus membuktikan komitmen iklim mereka dan berhenti menggunakan idola K-pop sebagai alat untuk menyembunyikan tindakan greenwashing mereka.

Sejak dimulai pada 9 April, petisi “Hana Bring K-pop Not Coal” telah mengumpulkan lebih dari 1.000 penggemar K-pop yang mendesak Hana Bank untuk segera berhenti memberikan pendanaan ke perusahaan tersebut selama masih bergantung pada PLTU batu bara baru.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Besok Senin 26 Oktober 2026, Waktunya Evaluasi Diri Secara Total

Simak ramalan 12 zodiak besok Senin 26 Oktober 2026 tentang asmara, karier, keuangan, dan kesehatan, lengkap dengan saran untukmu.  

Ramalan Shio Besok Senin 26 Oktober 2026, Naga Berpeluang Paling Hoki

Simak ramalan shio besok Senin 26 Oktober 2026, mulai dari karier, keuangan, cinta, hingga kesehatan untuk 12 shio lengkap di sini.

Fenomena Hunter’s Moon 26 Oktober 2026, Ini Waktu Terbaik Menyaksikannya

Ada fenomena Bulan Pemburu alias Hunter’s Moon yang akan berlangsung pada Senin malam, 26 Oktober 2026. Catat waktu terbaik menyaksikannya.

Promo Bakmi GM Khusus Pakai Mandiri, Bakmi Special Cuma Rp 15.000 Hari Ini

Dapatkan menu Bakmi Special GM hanya Rp 15.000 dari promo Bakmi GM setiap hari Sabtu dan Minggu khusus pengguna QRIS Movin by Mandiri Taspen.

4 Ciri-Ciri Stres Berat pada Wanita, Salah Satunya Haid Tidak Teratur

Stres berat pada wanita bisa memengaruhi sistem endokrin. Wajib tahu, ini 4 ciri-ciri stres berat pada wanita.

Pendapatan Kreator Spotify Melonjak 90% Lewat Fitur Membership Terbaru

Kreator kini bisa meraup 90% pendapatan dari langganan. Simak syarat lengkap dan cara kerjanya sebelum terlambat!,

Ada Brokoli, Ini 4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang

Beberapa jenis sayuran sangat sensitif terhadap suhu panas tinggi. Berikut 4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang ya.

7 Promo Payday Oktober 2026, Diskon Kuliner Seru dari Subway hingga Richeese

Sambut gajian dengan berburu kuliner favorit lewat promo Payday edisi Oktober 2026. Beli paket makan hemat di Subway, McD, A&W, hingga Richeese.

4 Orang yang Tidak Dianjurkan Minum Air Kelapa, Apakah Anda Termasuk?

Air kelapa ternyata tidak selalu aman untuk dikonsumsi oleh semua orang lo. Inilah 4 orang yang tidak dianjurkan minum air kelapa.

Trik Makan Mangga Tanpa Kambuh Asam Urat: Cek Batas Porsi Aman

Mangga tergolong rendah purin, namun kadar fruktosanya bisa memicu produksi asam urat di hati. Pelajari batas porsi aman agar tidak kambuh.