M O M S M O N E Y I D
Santai

9 Kesalahan Berkebun di Sore Hari yang Tidak Boleh Dilakukan

9 Kesalahan Berkebun di Sore Hari yang Tidak Boleh Dilakukan
Reporter: Nur Afitria Cika  |  Editor: Nur Afitria


MOMSMONEY.ID - Pada umumnya berkebun dilakukan pada pagi dan sore hari. Ternyata ada kesalahan berkebun di sore hari yang tidak boleh dilakukan. 

Kesalahan berkebun di sore hari ini sering kali dilakukan oleh para pemilik tanaman. Untuk menghindari hal-hal yang tidak boleh dilakukan, simak artikel ini. 

Tips berikut ini akan memberikan informasi mengenai kesalahan berkebun di sore hari yang tidak boleh dilakukan. 

Baca Juga: 7 Pupuk Alami untuk Anggrek yang Bisa Dibuat Sendiri di Rumah

1. Hindari Menyiram Tanaman

semprot tanaman
semprot tanaman

Menyiram tanaman kebun Anda di sore hari, terutama di musim panas, bukanlah ide yang baik, karena matahari sedang berada pada puncaknya, dan air akan segera menguap dan tidak terserap oleh akar dan tanah. 

Mengikuti jadwal pagi hari adalah cara terbaik untuk menyiram!

2. Jangan Menanam atau Transplantasi

Tugas menanam atau merepoting paling baik dilakukan pada sore atau pagi hari untuk menyelamatkan tanaman dari guncangan dan stres saat tanam. 

Melakukan hal yang sama di sore hari akan membuat mereka terkena panas terik, sehingga membuat mereka mengalami syok.

Jika memungkinkan, transplantasi paling baik dilakukan pada hari berawan dengan suasana sejuk dan lembab, yang membantu menyediakan waktu yang cukup untuk beradaptasi dan berkembang.

3. Jangan Memangkas

Pemangkasan memerlukan banyak perhatian dalam menjaga bentuk, keindahan, dan kesehatan tanaman. Sebaiknya Anda tidak melakukan tugas ini pada sore hari karena luka baru pada tanaman akan terkena panas terik. 

Baca Juga: Daftar 10 Tanaman Dalam Ruangan yang Bisa Berubah Warna

Tip ini lebih berlaku untuk iklim panas dan bebas embun beku. Lakukan tugas ini di pagi atau sore hari.

4. Hindari Mengambil Stek untuk Diperbanyak

Mengambil stek di bawah sinar matahari sore bukanlah ide yang baik karena tanaman tidak memiliki kelembapan selama cuaca sangat panas. 

Selain itu, setelah Anda memotongnya, panasnya akan mempercepat proses layu, sehingga mengurangi kemungkinan perkembangbiakannya.

Selalu perbanyak tanaman pada pagi atau sore hari. Hal yang sama juga berlaku untuk divisi.

5. Tidak Perlu Beri Pupuk

Pemberian pupuk yang larut dalam air paling baik dilakukan pada pagi atau sore hari, karena tidak ada sinar matahari pada waktu-waktu tersebut. Memberi makan tanaman di cuaca yang sangat panas akan lebih merugikan daripada menguntungkan.

Jika Anda menggunakan pupuk cair, sebagian besar akan menguap di bawah sinar matahari, sehingga produknya terbuang sia-sia.

6. Jangan Gunakan Pestisida

Penggunaan pestisida yang mengandung minyak pada sore hari dapat mendorong risiko fototoksisitas.

Sebagian besar pestisida dan fungisida kimia juga akan menguap jika terkena panas. Selain itu, karena penyerbuk paling aktif pada siang hari, penyemprotan pestisida pada waktu ini juga akan merugikan mereka.

7. Hindari Memotong Sisa Bunga

Memotong sisa bunga dan daun bisa menjadi tugas yang melelahkan, terutama jika Anda tinggal di daerah beriklim hangat. 

Luka juga akan terkena panas terik matahari yang dapat merusak batang. Selain itu, jika Anda memetik bunga potong, ini bukan waktu yang ideal.

Baca Juga: Daftar Bunga yang Tumbuh Subur di Bulan Agustus untuk Dirawat di Rumah

8. Penyiangan

Tanah di sekitar tanaman bisa menjadi sangat keras karena sinar matahari yang terik, sehingga sulit untuk menghilangkan gulma, dan juga dapat merusak akar tanaman di dekatnya. 

Yang terbaik adalah menyiangi kebun tepat setelah Anda menyiram tanaman di pagi atau sore hari.

9. Memanen Jamu

Minyak atsiri dalam herba tidak mencapai puncaknya pada sore hari, jadi hindari memanen daunnya jika Anda menginginkan rasa yang luar biasa. 

Waktu terbaik untuk memanen herba adalah di pagi hari, tepat sebelum embun mengering, untuk mendapatkan rasa dan rasa terbaik!

Jadi, itulah beberapa kesalahan berkebun di sore hari yang tidak boleh dilakukan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

45.000 Bayi Berisiko: Biaya Hidup di Jakarta Ancam Pengobatan Jantung

Ribuan bayi lahir dengan PJB, 91% dari luar Jawa. Tantangan biaya hidup di Jakarta bisa menghambat terapi. 

Daftar Negara dengan PPN Tertinggi Di Dunia dan Pengaruhnya ke Biaya Hidup

Simak daftar negara dengan PPN tertinggi di dunia dan pahami dampaknya terhadap harga barang serta daya beli Anda maupun masyarakat global.  

Karier Anda Bisa Aman! Paklaring Sah Jamin Klaim JHT dan Kredit Lancar

Paklaring sering dibutuhkan saat pindah kerja dan urus hak karyawan. Simak fungsi, manfaat, dan contoh paklaring yang benar ini, ya.  

7 Kebocoran Finansial yang Sering Menghambat Kekayaan Tanpa Disadari

Simak yuk, kebiasaan kecil yang tampak normal ternyata bisa jadi kebocoran finansial dan menghambat kekayaan Anda pelan-pelan.

Jeda Digital Penting! Cara Mudah Buat Ruang Analog di Rumah, Lepas Layar

Yuk cek cara membuat ruang analog di rumah Anda agar lepas dari layar, pikiran lebih fokus, dan hidup terasa lebih seimbang setiap hari.

3 Warna Cat Kamar Tidur yang Sebaiknya Dihindari agar Tidur Lebih Berkualitas

Simak yuk, berikut warna cat kamar tidur yang sebaiknya dihindari agar ruang istirahat terasa lebih nyaman dan mendukung tidur nyenyak.  

Desain Rumah Modern Bisa Terlihat Kuno! Hindari Kesalahan Penataan Permadani Ini

Permadani klasik kembali tren di 2026, ini cara menatanya agar rumah terasa hangat, berkarakter, dan cocok untuk gaya hidup modern, yuk simak.

Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 11 Februari 2026, Aktif Berbagai Ide

Berikut ramalan keuangan dan karier 12 zodiak besok Rabu 11 Februari 2026, cek peluang kerja, strategi tim, dan arah rezekimu.  

Ada Diskon 30%, KAI Siapkan 1,2 Juta Kursi Selama Angkutan Lebaran

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan lebih dari 1,2 juta tempat duduk yang mendapat diskon 30% untuk angkutan Lebaran. 

Mudik Lebaran 2026, Indonesia AirAsia Siapkan Diskon Mulai 17%

Penawaran ini berlaku untuk periode pembelian tiket 10 Februari - 29 Maret 2026 dengan keberangkatan 14 - 29 Maret 2026.​