MOMSMONEY.ID - Inspirasi dekorasi rumah ala nenek yang hangat dan klasik, dari furnitur kayu hingga motif bunga untuk hunian modern.
Dekorasi rumah pada 2026 semakin memberi ruang bagi gaya yang terasa personal, nyaman, dan tidak terlalu kaku. Di tengah banyaknya pilihan desain modern, elemen klasik dari rumah nenek justru bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan hunian yang lebih berkarakter.
Melansir Southern Living, sejumlah desainer menilai kebiasaan dekorasi generasi lama masih memiliki daya tarik karena mengutamakan kehangatan, cerita keluarga, dan perhatian pada detail.
Tren interior 2026 sendiri terus bergerak ke arah ruang yang lebih personal dan terasa dihuni, sehingga pendekatan tersebut cukup pas untuk diterapkan di rumah Indonesia.
“Perabot kayu gelap menjadi titik fokus yang menambah kontras sekaligus menghadirkan nuansa warisan dan sejarah ke setiap ruangan,” ujar Liz Williams, pendiri sekaligus desainer utama Liz Williams Interiors.
Baca Juga: Cara Membersihkan Celah Kompor dan Meja Dapur Tanpa Menggeser Oven di Rumah
Piring lama bisa menjadi dekorasi menarik
Piring bermotif tidak harus berakhir di lemari dapur. Susunan beberapa piring pada dinding dapat menjadi aksen visual, terutama jika warna dan motifnya masih memiliki hubungan satu sama lain.
Untuk rumah di Indonesia, konsep ini bisa disesuaikan dengan keramik lokal, piring bermotif tradisional, atau koleksi keluarga. Hasilnya terasa lebih personal daripada sekadar memasang dekorasi yang sedang populer.
Buat setiap meja punya karakter
Rumah nenek sering memiliki meja dengan fungsi dan suasana berbeda. Prinsip tersebut dapat diterapkan tanpa membutuhkan ruang yang luas.
Meja makan utama bisa dibuat lebih rapi, meja dapur dibuat praktis, sedangkan meja kecil di ruang keluarga dapat menjadi tempat menaruh bunga, buku, atau benda kenangan.
Bunga kering memberi sentuhan nostalgia
Bunga kering menghadirkan nuansa alami tanpa membutuhkan perawatan seperti tanaman hidup. Benda ini dapat ditempatkan di vas, bingkai, maupun sudut ruangan sebagai aksen.
Jika rumah berukuran kecil, gunakan satu rangkaian saja agar ruangan tidak terasa penuh. Warna krem dan cokelat juga mudah dipadukan dengan interior bernuansa natural.
Warna lama bisa dibuat lebih kekinian
Palet klasik tidak berarti harus terlihat kuno. Warna tanah, oranye lembut, merah, hijau, biru muda, hingga mauve dapat dikombinasikan dengan warna netral.
Langkah seperti ini cocok untuk dekorasi musiman karena pemilik rumah tidak perlu mengganti seluruh isi ruangan. Cukup ubah sarung bantal, taplak, vas, atau aksesori kecil.
Kayu gelap kembali punya tempat
Furnitur kayu berwarna gelap menjadi salah satu elemen yang menarik perhatian dalam tren interior terbaru. Rona seperti walnut, mahoni, atau cherry dapat memberikan kesan hangat dan menjadi penyeimbang bagi ruangan dengan warna terang.
Namun, jangan memasukkan terlalu banyak furnitur gelap sekaligus. Satu lemari, meja, kursi, atau rak sudah cukup menjadi pusat perhatian.
Tata meja makan dengan lebih personal
Kebiasaan menyimpan peralatan makan khusus untuk momen tertentu bisa diterapkan kembali dengan cara sederhana. Tidak harus menggunakan perlengkapan mahal.
Serbet kain, piring bermotif, gelas dengan bentuk unik, atau taplak meja warisan keluarga dapat membuat makan bersama terasa lebih istimewa. Nilai utamanya bukan kemewahan, melainkan perhatian terhadap pengalaman orang yang berkumpul.
Baca Juga: 7 Tanda Kerusakan Akibat Air di Rumah yang Sering Tak Disadari
Linen dan bordir menghadirkan detail klasik
Linen dengan bordir atau inisial dapat memberikan sentuhan personal pada kamar tidur maupun ruang makan. Detail kecil seperti serbet, sarung bantal, atau taplak dengan bordir membuat ruangan terasa lebih terkurasi.
Gaya ini juga mudah dipadukan dengan interior modern karena tidak membutuhkan perubahan besar.
Motif bunga jangan langsung dianggap kuno
Motif floral dapat digunakan pada bantal, tirai, kain meja, wallpaper, atau aksesori. Agar tetap modern, pilih satu elemen bermotif sebagai aksen lalu biarkan bagian lain lebih tenang.
Pendekatan tersebut sejalan dengan gagasan dekorasi yang lebih personal pada 2026, ketika rumah tidak sekadar mengejar tampilan rapi, tetapi juga mencerminkan karakter penghuninya.
Cara menerapkannya di rumah Anda
Kedelapan inspirasi tersebut tidak perlu ditiru mentah mentah. Justru, hasil yang lebih menarik bisa muncul ketika elemen klasik dipadukan dengan benda yang sudah dimiliki di rumah. Beberapa cara sederhana yang bisa dicoba:
- Gunakan satu furnitur lama sebagai titik perhatian.
- Padukan kayu gelap dengan warna dinding yang lebih terang.
- Pilih motif bunga sebagai aksen, bukan memenuhi seluruh ruangan.
- Manfaatkan barang warisan keluarga yang masih layak.
- Masukkan kerajinan atau kain lokal agar dekorasi terasa lebih dekat dengan identitas Indonesia.
Dekorasi ala nenek menunjukkan bahwa rumah yang nyaman tidak harus selalu mengikuti tren terbaru. Piring pajangan, kayu gelap, bunga kering, linen, warna klasik, dan motif floral dapat diolah kembali agar sesuai dengan kebutuhan tren rumah saat ini.
Bagi Anda semua, kuncinya adalah mengambil prinsipnya, lalu memasukkan unsur lokal dan karakter pribadi. Dengan begitu, rumah bukan hanya terlihat menarik, tetapi juga memiliki cerita yang membuat penghuninya merasa benar benar berada di rumah sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News