M O M S M O N E Y I D
Bugar

7 Kesalahan dalam Diet Mediterania yang Jarang Diketahui

7 Kesalahan dalam Diet Mediterania yang Jarang Diketahui
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ternyata ada sejumlah kesalahan dalam diet Mediterania yang jarang diketahui, lho. Kira-kira apa saja?

Diet Mediterania sering dianggap sebagai salah satu pola makan paling sehat di dunia. Pola makan ini menekankan konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, ikan, serta lemak sehat seperti minyak zaitun. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa diet ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung, mengontrol berat badan, hingga menurunkan risiko penyakit kronis.

Namun, tidak sedikit orang yang menjalani diet Mediterania dengan cara yang kurang tepat. Akibatnya, manfaat yang diharapkan tidak tercapai secara optimal. Beberapa kesalahan bahkan dapat membuat asupan kalori, gula, atau lemak menjadi berlebihan tanpa disadari.

Baca Juga: 13 Rekomendasi Makanan Rendah Kalori untuk Dikonsumsi saat Diet

Melansir dari laman Health, di bawah ini sejumlah kesalahan dalam diet Mediterania yang jarang diketahui:

1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Lemak Sehat

Lemak sehat seperti minyak zaitun memang menjadi bagian penting dari diet Mediterania. Namun, lemak tetap tinggi kalori, sehingga jika dikonsumsi berlebihan bisa menambah asupan kalori tanpa disadari.

Sebagai gambaran, 1 sendok makan minyak zaitun mengandung sekitar 120 kalori. Karena itu, penting untuk mengatur porsinya. Anda bisa mulai dengan menakar jumlah lemak yang digunakan agar lebih mudah mengontrol asupan kalori harian.

2. Makan Makanan Tinggi Kalori dalam Porsi Besar

Banyak makanan dalam diet Mediterania yang kaya nutrisi, tetapi juga tinggi kalori. Contohnya kacang-kacangan, biji-bijian, keju, dan minyak.

Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, makanan ini tetap bisa menyebabkan kelebihan kalori dan menghambat penurunan berat badan. Cara menyiasatinya adalah dengan mengombinasikan makanan tinggi kalori dengan makanan rendah kalori seperti sayur dan buah.

3. Terlalu Sering Mengonsumsi Karbohidrat Olahan

Diet Mediterania sebenarnya menganjurkan konsumsi biji-bijian utuh. Namun, dalam praktiknya, banyak orang masih sering makan roti putih atau pasta dari tepung olahan.

Makanan jenis ini cenderung rendah serat dan protein, sehingga tidak membuat kenyang lebih lama. Akibatnya, Anda bisa makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Pilihlah karbohidrat utuh agar rasa kenyang lebih tahan lama.

Baca Juga: Ini 7 Tips Diet agar Berat Badan Turun Cepat secara Alami

4. Terlalu Banyak Minum Anggur

Minum anggur memang sering dikaitkan dengan diet Mediterania. Namun, konsumsi yang berlebihan justru bisa berdampak negatif.

Satu gelas anggur mengandung sekitar 125 kalori. Jika diminum terlalu sering atau dalam jumlah banyak, kalori ini bisa menumpuk. Selain itu, konsumsi alkohol berlebih juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti penyakit hati dan kanker.

Jika ingin tetap mengonsumsi, batasi jumlahnya agar tidak berlebihan.

5. Kurang Mengonsumsi Protein

Diet Mediterania mendorong konsumsi protein dari ikan, unggas, dan kacang-kacangan. Namun, sebagian orang tidak memenuhi kebutuhan protein harian mereka.

Padahal, protein membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan dapat mengurangi keinginan makan berlebih. Selain itu, protein juga penting untuk menjaga massa otot, terutama saat sedang menurunkan berat badan.

Pastikan setiap kali makan mengandung sumber protein, seperti ikan, ayam, yogurt, atau kacang-kacangan.

6. Ngemil Tanpa Kontrol

Camilan sehat seperti kacang, roti pita, atau hummus memang termasuk dalam diet Mediterania. Namun, makanan ini mudah dikonsumsi berlebihan jika tidak diperhatikan porsinya.

Tanpa disadari, ngemil berlebihan bisa menambah asupan kalori harian secara signifikan. Untuk menghindarinya, sebaiknya siapkan camilan dalam porsi kecil agar lebih terkontrol.

Baca Juga: 17 Daftar Makanan Diet yang Bikin Kenyang Lebih Lama biar Berat Badan Turun

7. Tidak Menyusun Menu yang Seimbang

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak menyeimbangkan isi piring. Misalnya, terlalu banyak karbohidrat tetapi kurang protein dan serat.

Padahal, kombinasi protein dan serat sangat penting untuk menjaga rasa kenyang dan kestabilan energi. Cara mudahnya, mulai dengan menambahkan sumber protein, lalu lengkapi dengan sayur atau buah, dan tambahkan lemak sehat secukupnya.

Menu yang seimbang dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah makan berlebihan di kemudian hari.

Nah, itu tadi sejumlah kesalahan dalam diet Mediterania yang jarang diketahui. Semoga bermanfaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Rumbai Kembali Naik Daun, Ini Cara Simpel Bikin Dekorasi Rumah Lebih Berkarakter

Tren rumbai kembali menghiasi interior rumah. Simak cara mudah mempercantik sofa, tirai, dan kursi agar ruangan makin estetik.  

Webster Green HC-130 Jadi Warna 2027, Sentuhan Hijau Klasik untuk Rumah Modern

Webster Green HC-130 jadi warna di 2027 dengan nuansa hijau klasik. Simak inspirasinya untuk rumah modern yang nyaman dan estetik.

6 Cara Menurunkan Berat Badan bagi Penderita Diabetes, Pasti Berhasil!

Inilah 6 cara menurunkan berat badan bagi penderita diabetes yang terbukti aman dan efektif. Simak sampai akhir, ya.

5 Perlindungan Keuangan bagi Wanita Menikah biar Siap Menghadapi Risiko

Wanita menikah perlu punya perlindungan keuangan sendiri. Simak 5 langkah ini untuk menjaga tabungan, aset, dan masa depan keluarga.

Pentingnya Peran Keluarga dalam Penanganan Kesehatan Jiwa

Kementerian Kesehatan mencatat ada sebanyak 9 dari 10 orang yang mengalami depresi belum terjangkau layanan kesehatan.

Foot Locker Day 2026 bakal Digelar, Satukan Merek Global hingga Penggemar Sneakers

MAP Active Indonesia bakal menggelar Foot Locker Day 2026 di kawasan M Bloc, Jakarta, pada 16 Oktober hingga 18 Oktober 2026.

Jarang Diketahui! Ini 6 Manfaat Probiotik untuk Kesehatan Organ Intim & Hormon Wanita

Dapatkan perlindungan ekstra untuk tubuh Anda dari dalam. Pahami bagaimana manfaat probiotik mampu menjaga pH vagina hingga jaga imunitas.

Kenapa Burger Tidak Sehat padahal Ada Sayur & Daging? Ketahui Bahayanya di Sini, yuk

Burger dianggap tidak sehat karena tinggi kalori dan lemak jenuh. Simak penjelasan mengenai risikonya serta tips mengolah burger agar lebih aman.

Coba 4 Pilihan Mie Sehat untuk Diet Ini agar Tetap Bisa Makan Enak Tanpa Takut Gemuk

Ingin makan mie tapi takut program penurunan berat badan gagal? Simak pilihan mie sehat untuk diet yang rendah kalori dan tinggi serat ini.

Yield Global Melonjak, Ini Strategi Investasi Obligasi di Era Bunga Tinggi

Kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil US Treasury menandai era baru pasar obligasi global. Manulife selektif memilih tenor obligasi.