MOMSMONEY.ID - Tren belanja produk kecantikan di Indonesia mulai bergeser. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan merek atau harga, tetapi semakin memperhatikan kualitas formulasi, kandungan bahan aktif, hingga manfaat produk bagi kesehatan kulit.
Tren yang kerap disebut sebagai “skintelligence” ini mendorong minat terhadap produk perawatan kulit dan kosmetik berkualitas tinggi, termasuk kategori premium.
Lazada Indonesia mencatat, penjualan sejumlah produk kecantikan premium mengalami pertumbuhan sepanjang Semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Salah satu brand parfum premium mencatat pertumbuhan penjualan hingga 1,8 kali lipat, sementara brand body care premium tumbuh 1,3 kali lipat dan brand makeup premium meningkat 1,2 kali lipat.
Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia Amelia Tediarjo mengatakan, konsumen kini semakin cerdas dalam menilai produk kecantikan karena memahami bahwa harga produk premium turut mencerminkan kualitas formulasi.
“Kami melihat saat ini konsumen semakin cerdas dalam menilai produk kecantikan. Mereka paham bahwa di balik harga produk premium, ada kualitas formulasi untuk hasil maksimal,” ujar Amelia dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8/2926).
Agar produk kecantikan premium yang dibeli benar-benar sepadan dengan harganya, berikut sejumlah hal yang dapat diperhatikan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Minggu 30 Agustus 2026, Taurus Jadi Zodiak Paling Hoki
1. Perhatikan pigmentasi dan daya baur bronzer
Bronzer premium tidak hanya berfungsi memberikan warna pada wajah, tetapi juga menawarkan pigmentasi dan daya baur yang lebih terkontrol.
Tekstur bubuk yang sangat halus dapat membantu menghasilkan aplikasi yang lebih merata. Sementara itu, pemilihan undertone yang sesuai dengan warna kulit dapat membuat dimensi wajah terlihat lebih alami tanpa memberikan kesan terlalu jingga atau kusam.
2. Pilih foundation berdasarkan presisi warna dan stabilitas formula
Untuk foundation, jangan hanya melihat jumlah shade yang tersedia. Perhatikan pula kesesuaian warna dengan skin tone dan undertone serta kemampuan formula mempertahankan tampilan sepanjang hari.
Formula yang stabil diharapkan tidak mudah menggumpal atau mengalami oksidasi sehingga warna foundation berubah setelah beberapa waktu digunakan.
Produk dengan teknologi skin-balancing hingga 24 jam dapat menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang membutuhkan daya tahan lebih lama.
Alternatif lainnya adalah serum foundation yang menggabungkan fungsi makeup dan perawatan kulit dengan kandungan skin-caring ingredients.
Baca Juga: Studi FedEx-JA: Anak Muda Indonesia Percaya Diri, tapi Butuh Pengalaman Kerja Nyata
3. Cek stabilitas dan fungsi bahan aktif dalam serum
Dalam memilih serum, daftar bahan aktif bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Stabilitas bahan, teknologi penghantaran, serta riset di balik formulasi juga menjadi faktor penting.
Pasalnya, bahan aktif yang sama belum tentu memberikan hasil yang sama apabila diformulasikan dengan teknologi berbeda.
Konsumen dapat menyesuaikan serum dengan kebutuhan kulit. Misalnya, serum malam dengan kandungan peptida dan manfaat antioksidan, atau serum pencerah yang mengombinasikan bahan fermentasi, niacinamide, dan bisabolol untuk membantu mengatasi noda hitam dan kulit kusam.
4. Sesuaikan facial oil dengan kebutuhan kulit
Facial oil premium sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan banyaknya ekstrak tumbuhan yang digunakan. Jenis minyak, profil asam lemak, tekstur, daya serap, serta kebutuhan kulit juga perlu diperhatikan.
Untuk kulit kering, misalnya, facial oil berbasis ekstrak tumbuhan yang mengandung minyak hazelnut dapat menjadi salah satu pilihan karena mengandung Omega-9 dan vitamin E.
Namun, pemilik kulit sensitif tetap perlu berhati-hati, terutama terhadap produk yang mengandung minyak esensial. Lakukan patch test terlebih dahulu untuk melihat kemungkinan munculnya reaksi pada kulit.
Baca Juga: Tayang di Bioskop 8 Oktober, Film Hasut Rilis Teaser Trailer & Poster
5. Jangan hanya menilai parfum dari daya tahan aroma
Ketahanan aroma memang menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih parfum. Namun, kualitas fine fragrance juga dapat dilihat dari bagaimana aroma berkembang setelah diaplikasikan ke kulit.
Parfum dengan struktur aroma yang baik memiliki keseimbangan antara top notes, heart notes, dan base notes. Aroma tersebut kemudian mengalami perubahan ketika memasuki fase dry down.
Sebagai contoh, kombinasi pear, white freesia, amber, patchouli, dan woody notes dapat memberikan pengalaman aroma yang berubah dari kesegaran awal menjadi karakter yang lebih hangat.
Bagi konsumen yang ingin mendapatkan aroma lebih personal, teknik scent layering juga dapat digunakan dengan memadukan parfum dengan karakter floral atau woody.
6. Perhatikan mekanisme pembersihan pada shower oil
Untuk produk body care, konsumen juga perlu memperhatikan bagaimana produk bekerja pada kulit, bukan sekadar aroma yang ditawarkan.
Shower oil, misalnya, menggunakan kombinasi surfaktan, minyak, dan emolien yang dapat berubah menjadi emulsi ketika terkena air. Sistem tersebut ditujukan untuk membersihkan kulit tanpa menghilangkan hydrolipidic film secara berlebihan.
Salah satu formulasi menggunakan grape seed oil dan sweet almond oil yang berubah menjadi emulsi lembut seperti susu ketika terkena air.
Dengan demikian, konsumen dapat mempertimbangkan mekanisme pembersihan, kandungan bahan, serta kenyamanan penggunaan sebelum membeli produk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News