M O M S M O N E Y I D
Keluarga

6 Teknik Manajemen Marah yang Patut Diterapkan Orang Tua Saat Anak Membuat Marah

Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ada 6 teknik manajemen marah yang patut diterapkan orang tua saat anak membuat marah. Yuk, simak sampai akhir!

Meskipun kemarahan adalah emosi alami setiap manusia, namun orang tua yang mengekspresikan kemarahannya pada anak dengan cara meneriaki atau melakukan kekerasan dapat melahirkan efek yang sangat negatif bagi hubungan orang tua-anak dan bahkan pasangan.

Oleh sebab itu, para orang tua perlu memahami dan mempraktikkan teknik manajemen marah saat sang buah hati membuat marah.

Melalui manajemen marah, orang tua tidak hanya akan menyalurkan amarah dengan cara yang sehat, tetapi juga akan memberi tahu anak tentang kemarahan yang sedang dialami tanpa membuatnya takut. Pada akhirnya, anak-anak pun akan menyadari dengan betul di mana letak kesalahan mereka.

Pelajari sekarang, berikut 6 teknik manajemen marah yang patut diterapkan orang tua saat anak membuat marah sebagaimana dilansir dari Firstcry Parenting.

Baca Juga: Helicopter Parenting, Pengertian dan Efeknya yang Cenderung Negatif bagi Anak

1. Bernapas dalam-dalam

Salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan segala bentuk kemarahan adalah dengan bernapas dalam-dalam.

Dikarenakan reaksi terhadap kemarahan cenderung bersifat impulsif, maka bernapas dalam-dalam akan membantu mengendalikan impuls sekaligus amarah Anda.

Bernapas dalam-dalam juga akan membantu Anda meluangkan waktu untuk memikirkan cara menyalurkan kemarahan secara efektif. Saat Anda menunjukkannya kepada anak, mereka akan menjadikannya sebagai pelajaran berharga untuk diterapkan tatkala menghadapi situasi sulit yang memicu kemarahan.

2. Cari konseling

Meminta bantuan ahli setiap kali Anda mengalami masalah dalam hidup bukanlah ide yang buruk. Saat Anda berusaha menjangkau bantuan, itu artinya Anda bersungguh-sungguh untuk memperbaiki masalah.

Dengan terapi yang baik, Anda dapat terbantu untuk menyelesaikan masalah dengan lebih efektif melalui berbagai cara. Alhasil, masalah Anda akan terasa lebih sederhana dan ringan karena ada orang yang mau mendengarkan Anda tanpa memberikan pendapat atau penilaian apapun yang tidak dibutuhkan.

Terapis yang tepat akan mendengarkan masalah Anda dan menyarankan perubahan dari sudut pandang yang tidak bias.

3. Bayangkan hubungan dengan anak di masa depan

Ketika Anda marah kepada anak-anak Anda, sangat penting untuk meluangkan waktu sejenak guna membayangkan bagaimana kira-kira mental anak atau hubungan Anda dengan mereka di masa depan jika saat ini Anda tidak bisa mengontrol kemarahan dengan baik.

Anda harus benar-benar memikirkan apakah agresi Anda terhadap anak akan membantu memperkuat atau justru melemahkan hubungan antara Anda dengan anak ketika mereka telah tumbuh dewasa.

Saat Anda mampu melihat ke depan sebelum meluapkan amarah kepada anak, itu akan membantu Anda mengendalikan kemarahan secara efisien dan menangani situasi dengan bijak.

Baca Juga: Selain untuk Berkomunikasi, Ini 8 Alasan Bayi Merengek

4. Pilih tempat dan waktu yang tepat untuk menyalurkan kemarahan

Berteriak, menghukum, dan meneriaki anak-anak di depan umum akan memengaruhi kepercayaan diri dan keterampilan anak secara negatif.

Meluapkan kemarahan dengan cara-cara semacam itu benar-benar dapat membuat anak memberontak atau canggung secara sosial dalam kondisi tertentu ketika mereka tumbuh dewasa.

Sebaliknya, memilih untuk menunjukkan kemarahan Anda kepada anak pada waktu dan tempat yang tepat akan membantu mereka memahami betapa pentingnya berperilaku tenang dan tidak membuat keributan di depan umum.

5. Meditasi

Meditasi bekerja luar biasa tidak hanya dalam hal mengendalikan amarah Anda, tetapi juga dalam membantu realisasi diri dan perbaikan diri dalam jangka panjang.

Jika Anda memiliki lebih banyak kendali atas pikiran dan lebih sadar diri, Anda pun dapat mendeteksi situasi yang berpotensi membuat Anda marah dengan lebih efisien.

Melalui meditasi, Anda akan terbantu untuk memperbaiki masalah kemarahan Anda dan membuat hidup Anda serta anak-anak menjadi lebih bahagia.

6. Peluk anak

Pelukan dapat menghasilkan keajaiban saat ribuan kata-kata yang menguatkan tidak mampu memberikan dampak apapun. Pelukan adalah bentuk komunikasi non-verbal terkuat yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan kepada anak-anak Anda bahwa Anda peduli dengan mereka.

Ketika anak membuat Anda kesal dan Anda lebih memilih untuk memeluk mereka alih-alih memarahinya, itu dapat membantu anak memikirkan kesalahan mereka dan berusaha memperbaikinya. Dengan kata lain, pelukan akan menjadi sebuah pelajaran penting bagi anak tanpa mengharuskan Anda marah-marah.

Yang tak kalah penting, pelukan akan semakin menguatkan ikatan antara Anda dengan anak.

Demikian 6 teknik manajemen marah yang patut diterapkan orang tua saat anak membuat marah. Semoga bermanfaat ya, Moms. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!