MOMSMONEY.ID - Enam kesalahan menata lorong rumah ini bisa membuat areal ruangaan Anda terasa sempit, gelap, dan sesak tanpa disadari.
Lorong rumah sering dianggap sebagai areal biasa karena fungsinya hanya untuk menghubungkan satu ruangan dengan ruangan lainnya.
Padahal, areal ini bisa mempengaruhi kenyamanan rumah, terutama jika ukurannya terbatas seperti pada banyak hunian di Indonesia.
Salah memilih warna, pencahayaan, atau furnitur dapat membuat lorong terasa lebih sempit dari ukuran sebenarnya.
Melansir dari The Spruce, beberapa desainer interior menemukan bahwa kesan sesak di lorong sering muncul akibat pilihan dekorasi yang kurang tepat, bukan semata karena ukuran ruangnya.
Karena itu, menata lorong sebaiknya tidak hanya mengejar tampilan menarik, tetapi juga mempertimbangkan pencahayaan, sirkulasi, dan kenyamanan saat digunakan setiap hari.
“Kurangnya variasi membuat pandangan terus bergerak sehingga lorong terasa semakin seperti terowongan,” ujar desainer interior Susie Novak, pendiri dan desainer utama Susie Novak Interiors.
Baca Juga: Ide Dekorasi Dinding Piring Unik, Rumah Jadi Lebih Artistik dan Berkarakter
Karpet terlalu gelap
Karpet panjang memang bisa membuat lorong terlihat lebih rapi dan nyaman. Namun, warna yang terlalu gelap dapat menyerap cahaya sehingga lantai terasa lebih berat secara visual.
Pada lorong yang minim cahaya, penggunaan karpet gelap berpotensi membuat areal terlihat tertutup. Pilihan warna terang, netral, atau motif sederhana biasanya lebih mudah menyatu dengan berbagai gaya interior dan membantu lorong terasa lebih ringan.
Dinding dibiarkan terlalu kosong
Banyak orang memilih membiarkan dinding lorong polos agar tidak terlihat penuh. Namun, dinding panjang yang benar benar kosong juga dapat membuat mata terus mengikuti bentuk lorong hingga tercipta kesan seperti terowongan.
Solusinya bukan memenuhi seluruh dinding dengan dekorasi. Anda bisa menambahkan satu atau dua karya seni, panel dekoratif, atau rak tipis yang dipasang secara proporsional. Penataan seperti ini memberikan titik fokus tanpa membuat lorong terasa ramai.
Hanya mengandalkan lampu plafon
Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah hanya menggunakan lampu di bagian atas. Deretan lampu plafon yang tersusun lurus dapat menonjolkan panjang lorong dan membuatnya terlihat semakin sempit.
Agar pencahayaan terasa lebih seimbang, ada baiknya kombinasi beberapa sumber cahaya, seperti:
- Lampu dinding
- Lampu dekoratif
- Strip LED
- Cermin untuk memantulkan cahaya
Pencahayaan berlapis dapat membantu menciptakan kedalaman dan membuat suasana lorong terasa lebih nyaman.
Baca Juga: 10 Tahun Menata Rumah Tua 1933, Desainer Ini Mengungkap Rahasia Hunian Nyaman
Menganggap cat putih selalu membuat ruang luas
Cat putih memang identik dengan ruangan yang bersih dan terang. Namun, warna ini tidak selalu menjadi solusi terbaik untuk lorong yang kekurangan cahaya alami.
Dalam kondisi pencahayaan kurang baik, dinding putih justru bisa terlihat dingin dan datar. Warna hangat dengan intensitas lembut dapat menjadi alternatif untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman tanpa membuat ruangan terasa berat.
Memakai furnitur berwarna gelap
Lemari sepatu atau rak penyimpanan berukuran besar dan berwarna gelap dapat membuat lorong terasa semakin penuh. Selain menyerap cahaya, furnitur seperti ini juga berpotensi mengganggu pandangan dan ruang gerak.
Untuk lorong sempit, pilih furnitur dengan desain ramping dan warna yang lebih ringan. Material dengan permukaan reflektif atau desain minimalis juga dapat membantu menciptakan kesan ruang yang lebih lega.
Menaruh konsol terlalu besar
Konsol besar memang menawarkan ruang penyimpanan tambahan, tetapi belum tentu cocok untuk semua lorong. Furnitur yang terlalu lebar bisa mengurangi areal untuk berjalan dan membuat sirkulasi terasa tidak nyaman.
Sebagai alternatif, manfaatkan areal vertikal dengan rak dinding atau penyimpanan gantung. Cara ini tetap memberikan tempat untuk menyimpan barang tanpa terlalu banyak mengambil ruang lantai.
Pada akhirnya, membuat lorong terasa lebih luas tidak selalu membutuhkan renovasi besar. Perubahan sederhana pada warna, pencahayaan, dekorasi, dan pemilihan furnitur sudah bisa memberikan dampak yang cukup terasa.
Kuncinya adalah menjaga keseimbangan antara fungsi dan tampilan agar lorong tetap nyaman dilalui, terlihat rapi, serta menyatu dengan keseluruhan desain rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News