M O M S M O N E Y I D
Keluarga

6 Cara Memilih Kerang yang Segar Agar Tak Salah Pilih, Jadi Tak Berbau Amis

Penulis: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Kerang yang masih hidup masih terjaga kesegarannya. Ini penting diketahui sebab kesegaran kerang berpengaruh besar terhadap rasa kerang itu sendiri setelah dimasak.

Kerang merupakan salah satu jenis makanan laut yang cukup digemari berbagai kalangan. Sayangnya, banyak penjual kerang di Indonesia yang kerap abai dengan kesegaran kerang yang dijual.

Padahal, kerang sangat rentan terkena bakteri jika dikonsumsi dalam keadaan tak segar. Maka untuk menghindari adanya kontaminasi bakteri, belilah kerang dalam keadaan masih hidup, lalu olah sendiri di rumah.

Untuk dapat mengolahnya, mari simak tips memilih dan membersihkan kerang hidup yang dilansir dari berbagai sumber, berikut ini.

Baca Juga: 7 Tips Mengolah Jeroan Sapi hingga Bersih Agar Tak Tercium Bau Amis

Ketahui jenis kerang yang akan dipilih

Kerang
Kerang

Ada banyak jenis kerang yang dapat dikonsumsi. Ada kerang bercangkang keras & kerang bercangkang lunak. Pilihlah kerang sesuai keinginanmu.

Periksa kerang secara keseluruhan

Sebelum membeli kerang, periksalah terlebih dahulu kerang mentah yang akan Anda beli. Hindari memilih kerang yang cangkangnya retak, pecah, atau terbuka.

Kerang dengan cangkang retak atau terbuka sangat memungkinkan bakteri mudah masuk ke bagian dalam daging & mencemarinya, mengutip dari Quanshui wet market.

Namun jika Anda membeli kerang yang sudah matang, maka tak masalah apabila cangkang kerang dalam keadaan terbuka sekalipun.

Baca Juga: Tips Tepat Mengolah Daging Kambing Supaya Tak Bau dan Bikin Eneg

Jenis kerang-kerangan
Jenis kerang-kerangan

Kerang tidak berbau amis

Belilah kerang yang masih segar. Cara menentukan kerang masih segar atau sudah mulai membusuk bisa diketahui lewat aromanya.

Melansir Striped spatula, kerang segar tidak berbau amis. Aroma kerang segar justru mirip seperti bau laut.

Periksa refleks kerang bercangkang keras

Tips yang satu ini hanya berguna bagi Anda yang memilih kerang bercangkang keras.

Apabila kerang tersebut masih hidup, maka kerang biasanya sesekali akan membuka cangkangnya untuk bernapas.

Baca Juga: 5 Tips Masak Pintar Hilangkan Bau Tanah yang Khas pada Ikan Air Tawar

Dikutip melalui The Kitchn, jika kita ingin menutup kembali cangkang tersebut, cukup ketuk cangkangnya perlahan, lalu cangkang kerang akan menutup dengan sendirinya.

Namun jika cangkang kerang tak bergerak ataupun menutup sama sekali, maka kemungkinan kerang sudah mati.

Bakteri apapun yang secara alami terdapat dalam tubuh kerang, pada saat kerang sudah mati, maka akan merusak daging kerang & membuatnya menjadi tak aman untuk dikonsumsi.

Refleks kerang bercangkang lunak

Tak seperti kerang bercangkang keras yang dapat menutup rapat, kerang cangkang lunak justru tak bisa menutup seluruhnya.

Namun untuk menentukan kerang tersebut masih hidup atau tidak, Anda bisa melakukannya dengan cara mengetuk/menyentuh bagian sisi cangkang & lihat apakah ada pergerakan.

Baca Juga: 5 Tips Masak Daging Bebek Supaya Tak Alot dan Berbau Amis

Saat kerang masih hidup, maka bagian dalam dagingnya akan bergerak. Intiplah melalui celah cangkang yang terbuka sedikit.

Namun jika tak ada respons pergerakan sama sekali, maka kerang dapat dipastikan sudah mati.

Kerang dara
Kerang dara

Tips Membersihkan Kerang

Apabila Anda membeli kerang hidup, maka lumrah jika banyak pasir & kotoran yang menempel. Anda dapat membersihkan pasir pada bagian cangkang maupun di bagian dalamnya.

Beberapa cara membersihkan kerang bisa dilakukan dengan tips berikut ini:

  1. Siapkan mangkuk besar, air dingin, garam, dan sendok.
  2. Campurkan 2-3 liter air tersebut dengan 5 sendok makan garam.
  3. Rendam kerang dalam air garam selama 20-30 menit supaya pasir & kotoran terlepas dengan sendirinya.
  4. Keluarkan kerang dari air.
  5. Sikat & gosok kerang hingga bersih.
  6. Bilas kerang di bawah aliran air mengalir

Itulah deretan tips memilih hingga membersihkan kerang hidup yang bisa Anda lakukan. Semoga tips-tips di atas dapat membantu!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Inovasi Cokelat Rasa Rendang Supaya Bisa Langsung Nendang ke Pasar Global

Upaya Terve Chocolate bisa menembus pasar global dengan menampilkan rasa cokelat yang punya cita rasa Nusantara.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/10), Hujan Lebat Masih Turun di 4 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Kamis 22 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Besok (22/7)

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 38°C.

Melepas Penat di Pulau Dewata, Dari Mendaki Gunung Batur Hingga Melukat di Ubud

Data Airbnb yang menunjukkan, nature dan outdoor menjadi kategori Experience paling populer di Bali.  

Cerah di Semua Wilayah, Cek Cuaca Yogyakarta Besok (22/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY cerah pada Kamis (22/10). Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Yogyakarta.  

Ebola Bundibugyo Menyebar di 5 Negara, Afrika dalam Tingkat Kesiapsiagaan Tinggi

Nigeria menjadi negara kelima yang mendeteksi Ebola Bundibugyo sejak wabah penyakit ini dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.

Hujan Ringan Akan Turun di Wilayah Ini, Cek Cuaca Jawa Tengah Besok (22/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah didominasi berawan pada Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), dengan suhu hingga 36°C.  

Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (22/10) Didominasi Udara Kabur, Suhu Mencapai 37°C

Cuaca Sumatera Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu di sejumlah daerah berpotensi mencapai 37°C. Simak prakiraan lengkapnya

Waspada Hujan Petir Wilayah Ini, Cek Cuaca Sumatera Barat Besok (22/10)

BMKG memprakirakan hujan petir di Pasaman Barat pada Kamis (22/10). Sejumlah daerah lain berpotensi hujan ringan dan udara kabur.

Menekan Limbah Tekstil, Setali Indonesia Dorong Pengolahan dan Daur Ulang Pakaian

CEO Setali Indonesia, Gema Minang mengungkapkan bahwa meningkatnya daya beli masyarakat turut mendorong konsumsi pakaian.