MOMSMONEY.ID - Lima keputusan hidup ini bisa memengaruhi masa depan finansial kamu lo, dari membangun aset hingga memilih risiko karier secara bijak.
Kondisi finansial seseorang tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar gaji yang diterima setiap bulan. Cara menggunakan penghasilan, memilih lingkungan, mengelola utang, hingga menentukan arah karier juga bisa memberikan pengaruh dalam jangka panjang.
Melansir dari New Trader U, ada sejumlah keputusan penting yang sering membentuk perjalanan finansial seseorang sejak usia dewasa muda.
Namun, setiap orang memulai kehidupan dengan kondisi berbeda, sehingga keputusan yang tepat bagi satu orang belum tentu cocok untuk orang lainnya.
Yang paling penting adalah memahami pilihan yang bisa dikendalikan dan menyesuaikannya dengan kemampuan masing masing.
“Mengetahui keputusan mana yang memiliki bobot penting adalah bagian yang dapat dikendalikan oleh siapa pun,” dikutip dari New Trader U.
Baca Juga: Ide Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga Modal Rp 1 Juta, Cocok untuk Pemula
Bangun aset, bukan hanya mengandalkan gaji
Gaji menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak orang. Namun, sebagian pendapatan juga dapat diarahkan untuk membangun aset yang berpotensi memiliki nilai atau menghasilkan pendapatan di kemudian hari.
Bentuknya bisa beragam, mulai dari investasi yang dipahami risikonya hingga membangun usaha. Tidak harus langsung dalam jumlah besar. Kebiasaan menyisihkan uang secara rutin dan memahami instrumen yang dipilih justru lebih realistis bagi banyak orang.
Rencanakan komitmen besar
Pernikahan dan anak membawa banyak hal positif, tetapi juga menghadirkan kebutuhan finansial baru. Tempat tinggal, makanan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari hari perlu diperhitungkan.
Bukan berarti seseorang harus menunggu kaya untuk membangun keluarga. Intinya adalah mengetahui kemampuan sendiri dan menyiapkan cadangan agar perubahan kondisi ekonomi tidak langsung mengguncang keuangan rumah tangga.
Jangan hanya mengandalkan ijazah
Pendidikan memang penting untuk membangun keterampilan, tetapi lingkungan selama belajar juga dapat menjadi tempat membangun relasi. Teman, dosen, mentor, komunitas, dan rekan profesional bisa menjadi sumber informasi tentang peluang pekerjaan maupun pengembangan karier.
Karena itu, kemampuan teknis sebaiknya berjalan bersama kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan. Di dunia kerja, orang yang memiliki keterampilan sekaligus jaringan yang sehat biasanya memiliki lebih banyak akses terhadap informasi.
Gunakan utang dengan perhitungan
Tidak semua utang harus dianggap buruk. Persoalannya terletak pada tujuan, biaya, dan kemampuan membayarnya. Sebelum mengambil pinjaman, perhatikan beberapa hal berikut:
- Hitung kemampuan membayar cicilan.
- Pahami bunga dan total biaya pinjaman.
- Bedakan kebutuhan dengan keinginan.
- Hindari menambah utang untuk menutup utang konsumtif.
- Pastikan keputusan tersebut tidak mengganggu kebutuhan utama.
Utang yang tidak direncanakan dapat mengurangi ruang keuangan selama bertahun tahun. Sebaliknya, keputusan finansial yang diperhitungkan dapat membantu seseorang menjaga kestabilan keuangannya.
Baca Juga: Setelah Utang Lunas, Mulailah Cara Membangun Dana Darurat dari Nol
Ukur risiko sebelum mengambil langkah karier
Tidak semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengambil risiko. Seseorang dengan tabungan dan dukungan keluarga mungkin lebih leluasa mencoba pekerjaan baru dibandingkan orang yang harus memenuhi kebutuhan rumah tangga setiap bulan.
Karena itu, mengambil risiko karier tidak harus dilakukan secara ekstrem. Meningkatkan keterampilan, membangun tabungan, mencari pekerjaan sampingan, atau mencoba peluang baru sambil mempertahankan penghasilan utama bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Lima keputusan tersebut menunjukkan bahwa kondisi finansial tidak hanya berkaitan dengan besarnya pendapatan. Membangun aset, merencanakan keluarga, memperluas jaringan, mengelola utang, dan menghitung risiko karier dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Meski begitu, tidak ada satu formula yang cocok untuk semua orang. Kondisi keluarga, pendapatan, kesempatan, dan kebutuhan setiap individu berbeda. Karena itu, keputusan terbaik adalah keputusan yang realistis, sesuai kemampuan, dan dapat dijalankan secara konsisten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News