MOMSMONEY.ID - Mari intip beberapa jenis teh pereda gejala pilek alami yang layak dicoba berikut ini! Apa saja?
Pilek memang bukan penyakit serius, tetapi gejalanya sering kali mengganggu aktivitas harian. Hidung tersumbat, tenggorokan gatal, tubuh terasa tidak nyaman, hingga kepala terasa berat bisa menurunkan fokus dan produktivitas.
Di tengah kondisi ini, tubuh membutuhkan asupan hangat yang menenangkan sekaligus membantu proses pemulihan secara alami.
Salah satu pilihan yang aman dan mudah dikonsumsi adalah teh herbal. Berbagai jenis teh mengandung senyawa alami yang dapat membantu meredakan peradangan, menghangatkan tubuh, serta mendukung sistem imun.
Jika dikonsumsi secara tepat, teh tidak hanya memberikan rasa nyaman, tetapi juga membantu mempercepat pemulihan dari gejala pilek.
Baca Juga: 15 Makanan yang Bantu Sembuhkan Pilek dengan Cepat
Melansir dari laman Health, berikut ini beberapa jenis teh pereda gejala pilek alami yang layak dicoba:
1. Teh Hijau
Teh hijau mengandung katekin, yaitu salah satu jenis polifenol. Polifenol merupakan senyawa alami yang membantu tubuh melawan virus, bakteri, dan peradangan.
Katekin dari teh hijau dapat membantu mencegah pilek jika dikonsumsi dengan cara diminum, digunakan untuk berkumur, atau melalui suplemen. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum teh hijau setidaknya 2 kali seminggu memiliki risiko terserang pilek 61% lebih rendah.
Untuk mendapatkan kandungan polifenol paling tinggi, daun teh hijau sebaiknya diseduh dengan air bersuhu sekitar 85 °C selama 30 menit. Metode lain seperti menyeduh dengan air dingin sekitar 20 °C selama 12 jam juga dapat menghasilkan kadar antioksidan yang tinggi.
Menambahkan perasan lemon ke dalam teh hijau dapat meningkatkan manfaatnya. Katekin bekerja lebih optimal dalam kondisi asam, dan lemon membantu menciptakan suasana tersebut.
Perlu diingat, teh hijau mengandung kafein. Konsumsilah dalam jumlah wajar karena kafein berlebihan dapat mengganggu tidur dan berpotensi menyebabkan dehidrasi.
2. Teh Echinacea
Echinacea adalah tanaman berbunga ungu yang mengandung berbagai senyawa bermanfaat, salah satunya alkamida. Senyawa ini membantu melawan peradangan dan virus, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen Echinacea dapat membantu mencegah infeksi saluran pernapasan atas dan mempercepat pemulihan, terutama pada anak-anak. Penelitian lain menemukan bahwa teh Echinacea yang diseduh dengan air panas lebih efektif melawan virus dibandingkan bentuk kapsul atau tablet.
Ada juga studi yang menyebutkan bahwa minuman hangat berbahan Echinacea dan elderberry bekerja sebanding dengan obat pilek resep jika dikonsumsi pada tahap awal sakit.
Namun, Echinacea tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui. Beberapa orang juga dapat mengalami reaksi alergi. Tanaman ini bisa berinteraksi dengan obat tertentu, terutama obat yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi medis khusus.
Baca Juga: 3 Manfaat Makan Bawang Putih saat Pilek, Apa Saja?
3. Teh Elderberry
Elderberry adalah buah berwarna ungu tua yang sering digunakan sebagai suplemen untuk membantu meredakan pilek dan gangguan pernapasan atas.
Buah ini kaya akan antosianin, yaitu antioksidan kuat yang membantu mendukung sistem imun dan memperlambat penyebaran virus. Tinjauan penelitian menunjukkan bahwa suplemen elderberry dapat membuat gejala pilek lebih singkat dan tidak terlalu berat.
Sebagian besar penelitian masih berfokus pada bentuk suplemen. Bukti manfaat teh elderberry untuk pilek masih terbatas. Teh elderflower dibuat dari bunga elderberry, bukan buah mentahnya, karena bagian lain seperti daun, batang, dan buah mentah bersifat beracun.
4. Teh Chamomile
Chamomile sering digunakan untuk membantu meredakan pilek dan batuk. Tanaman ini mengandung senyawa antiinflamasi dan antioksidan.
Meski belum ada penelitian yang membuktikan secara langsung bahwa teh chamomile dapat menyembuhkan pilek, chamomile diketahui mampu meningkatkan kualitas tidur. Tidur yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh pulih dari penyakit, sehingga teh chamomile dapat berperan secara tidak langsung dalam proses penyembuhan.
Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Minum Jus Jeruk saat Pilek?
5. Teh Jahe
Jahe mengandung gingerol, senyawa yang memiliki potensi melawan virus. Namun, belum ada penelitian pada manusia yang secara khusus membuktikan efektivitas teh jahe untuk mengatasi pilek.
Penelitian menunjukkan bahwa suplemen jahe dapat membantu menurunkan peradangan dan memberikan perlindungan antioksidan. Dengan berkurangnya peradangan, tubuh dapat pulih lebih baik, meskipun pengaruh langsung teh jahe terhadap pilek masih belum diteliti secara mendalam.
6. Teh Lemon
Sebagian orang percaya bahwa teh lemon dapat meredakan gejala pilek. Namun, belum ada bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung klaim tersebut.
Lemon memang kaya vitamin C, yang diketahui dapat membantu mengurangi tingkat keparahan pilek. Namun, kandungan vitamin C dalam teh lemon biasanya tidak terlalu tinggi. Untuk mendapatkan manfaat vitamin C yang optimal, sebaiknya konsumsi lemon secara langsung atau dari buah jeruk lainnya.
Itulah beberapa jenis teh pereda gejala pilek alami yang layak dicoba. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya: Harga Emas Rekor, Saham Emiten Tambang Emas Wall Street Melonjak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News