MOMSMONEY.ID - Saat berbelanja produk perawatan tubuh, kita sering kali dihadapkan pada dua jenis produk khusus ketiak yang sekilas tampak serupa dan diletakkan di rak yang sama, yaitu deodorant dan antiperspirant.
Banyak orang menganggap kedua istilah ini merujuk pada produk yang sama. Padahal, keduanya bekerja dengan mekanisme biologis, formula kimia, dan target mengatasi masalah ketiak yang sangat berbeda.
Perbedaan mendasar dari deodorant dan antiperspirant terletak pada fungsi utamanya, di mana satu produk bekerja mengendalikan populasi bakteri penyebab bau, sementara produk lainnya fokus menyumbat saluran keringat.
Baca Juga: Ini Kadar Gula Darah Normal Usia 50 Tahun, Catat ya
Memahami perbedaan karakteristik ini sangat penting agar Anda bisa memilih produk yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Melansir Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, berikut adalah ulasan mendalam mengenai 4 perbedaan deodorant dan antiperspirant yang perlu Anda ketahui.
1. Cara Kerja dan Mekanisme
Perbedaan paling mencolok antara deodorant dan antiperspirant dapat dilihat dari cara kerja keduanya di atas permukaan kulit ketiak.
Keringat alami yang diproduksi oleh kelenjar apokrin sebenarnya tidak memiliki bau. Aroma tidak sedap baru muncul ketika keringat tersebut bercampur dengan bakteri yang hidup di area lipatan tubuh.
Deodorant dirancang dengan fokus utama untuk membasmi atau menekan pertumbuhan bakteri tersebut sekaligus menutupi aromanya dengan wewangian, namun tidak menghentikan produksi keringat Anda.
Sebaliknya, antiperspirant bekerja langsung pada sumbernya, yaitu kelenjar keringat. Produk ini menghentikan atau meminimalisir keluarnya cairan keringat dari dalam kulit, sehingga area ketiak tetap berada dalam kondisi kering selama beraktivitas.
2. Kandungan Bahan Aktif Utama
Jika Anda mencermati label komposisi di balik kemasan deodorant dan antiperspirant, Anda akan menemukan perbedaan bahan aktif yang sangat signifikan.
Formula deodorant umumnya didominasi oleh agen antimikroba atau antiseptik seperti alkohol (etanol), triclosan, atau bahan alami seperti soda kue (baking soda) yang berfungsi menciptakan lingkungan asam yang tidak disukai bakteri.
Di sisi lain, antiperspirant wajib memiliki kandungan berbasis senyawa aluminium, seperti aluminum chloride atau aluminum zirconium.
Ketika diaplikasikan, senyawa aluminium ini akan bereaksi dengan kelembapan di permukaan kulit untuk membentuk gel penutup sementara di atas pori-pori saluran keringat. Kemudian, bertindak seperti sumbat mekanis yang menahan cairan agar tidak keluar ke permukaan ketiak.
Baca Juga: Mau Miss V Mulus Tanpa Iritasi? Ikuti 5 Cara Cukur Ini
3. Target Utama Permasalahan Tubuh
Karena memiliki mekanisme dan kandungan yang berbeda, kedua produk ini menyasar problem tubuh yang sangat spesifik.
Deodorant adalah solusi yang paling tepat jika keluhan utama Anda adalah masalah bau badan menyengat, sementara produksi keringat Anda masih dalam batas normal atau tidak mengganggu. Produk ini akan memastikan tubuh Anda senantiasa wangi meskipun ketiak terasa sedikit lembap saat cuaca panas.
Sementara itu, antiperspirant adalah penyelamat bagi orang-orang yang memiliki masalah keringat berlebih (hiperhidrosis) atau sering mengalami noda basah di area ketiak baju (burket). Antiperspirant fokus menjaga ketiak tetap kering, bebas basah, dan nyaman sepanjang hari.
4. Waktu Terbaik Pengaplikasian Produk
Perbedaan terakhir yang jarang disadari oleh banyak orang adalah kapan waktu terbaik untuk mengoleskan kedua produk ini.
Deodorant memiliki waktu penggunaan yang sangat fleksibel. Anda bisa mengaplikasikannya di pagi hari setelah mandi dan mengoleskannya kembali di siang hari saat Anda membutuhkan kesegaran instan.
Hal ini sangat berbeda dengan antiperspirant. Waktu paling optimal untuk menggunakan antiperspirant adalah di malam hari sebelum tidur, saat tubuh Anda berada dalam kondisi rileks dan produksi kelenjar keringat sedang menurun drastis.
Kondisi malam hari yang tenang ini akan memberikan waktu bagi senyawa aluminium untuk meresap dan menyumbat saluran keringat secara sempurna tanpa terbilas oleh produksi keringat yang aktif seperti di siang hari.
Itulah 4 perbedaan deodorant dan antiperspirant yang wajib Anda tahu. Jika Anda mengalami masalah ganda yaitu ketiak sering basah sekaligus mengeluarkan aroma kurang sedap, Anda tidak perlu bingung memilih. Saat ini, banyak produsen yang merilis produk kombinasi berlabel deodorant-antiperspirant, yang mampu menahan keringat sekaligus membunuh bakteri.
Bagi pemilik kulit sensitif yang mudah mengalami kemerahan atau gatal, sebaiknya pilihlah produk deodorant yang bebas dari kandungan alkohol dan pewangi buatan. Atau, pilih antiperspirant dengan konsentrasi aluminium yang lebih rendah agar kebersihan ketiak tetap terjaga tanpa memicu iritasi kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News