MOMSMONEY.ID - Bagi sebagian orang, menurunkan berat badan mungkin menjadi perjuangan utama. Namun, tidak sedikit pula individu yang justru kesulitan menaikkan berat badan meskipun sudah makan dalam jumlah banyak.
Kondisi berat badan yang susah naik (underweight) sering kali dipicu oleh kombinasi faktor biologis, pola makan, hingga kondisi medis tertentu.
Memahami akar penyebab kesulitan menaikkan berat badan sangat penting agar proses penambahan berat badan dapat dilakukan secara sehat, efektif, dan berkelanjutan tanpa membahayakan tubuh.
Baca Juga: Daftar Sayur dan Buah Tinggi Kandungan Air, Bantu Cegah Dehidrasi saat Cuaca Panas
Melansir Mayo Clinic, Healthline, dan National Health Service (NHS), inilah 4 penyebab berat badan susah naik beserta penjelasan lengkapnya.
1. Tingkat Metabolisme Tubuh yang Sangat Cepat
Laju metabolisme basal menentukan seberapa banyak kalori yang dibakar oleh tubuh saat beristirahat. Orang dengan tipe metabolisme cepat membakar kalori secara efisien dan lebih cepat dibandingkan rata-rata orang pada umumnya.
Akibatnya, meskipun mengonsumsi makanan dalam porsi sedang hingga besar, sebagian besar kalori tersebut langsung terpakai sebagai energi dan tidak tersisa untuk disimpan menjadi lemak tubuh maupun jaringan otot.
Faktor genetik memegang peranan besar dalam menentukan laju metabolisme ini. Sehingga, mereka yang bermetabolisme cepat membutuhkan asupan kalori harian yang jauh lebih tinggi untuk menaikkan berat badan.
2. Asupan Kalori Harian Masih di Bawah Kebutuhan
Penyebab paling umum berat badan susah naik adalah ketidakseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang keluar.
Seseorang mungkin merasa sudah makan banyak. Namun, setelah dihitung secara cermat, kerap kali jenis makanan yang dikonsumsi rendah densitas kalorinya. Contohnya, makanan tinggi air atau serat namun rendah lemak sehat dan protein.
Tanpa disadari, tubuh tetap berada dalam kondisi defisit kalori. Untuk menambah berat badan secara ideal, tubuh memerlukan kondisi surplus kalori, yaitu mengonsumsi lebih banyak kalori berkualitas daripada yang dibakar melalui aktivitas harian dan olahraga.
Baca Juga: Barang dari Mantan Tak Perlu Dikembalikan, Ini 5 Alternatif Menyingkirkannya
3. Gangguan Penyerapan Nutrisi dalam Pencernaan
Berat badan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak makanan yang masuk ke mulut, tetapi juga seberapa baik organ pencernaan menyerap nutrisi tersebut.
Kondisi medis tertentu, seperti penyakit celiac (sensitivitas terhadap gluten), penyakit Crohn, gangguan usus, hingga infeksi parasit, dapat merusak lapisan dinding usus. Akibatnya, nutrisi penting dan kalori dari makanan gagal diserap oleh tubuh secara optimal dan justru terbuang melalui saluran pembuangan.
Hal ini menyebabkan berat badan tetap konstan atau bahkan terus menurun meski porsi makan sudah cukup.
4. Kondisi Medis Tertentu dan Masalah Hormonal
Beberapa masalah kesehatan yang tidak terdiagnosis dapat memicu penurunan berat badan drastis atau menyulitkan kenaikan berat badan.
Salah satu yang paling sering adalah hipertiroidisme, yaitu kondisi di mana kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroksin secara berlebihan sehingga mempercepat metabolisme tubuh secara ekstrem.
Selain itu, kondisi seperti diabetes tipe 1 yang belum terdeteksi, kecemasan kronis, stres berat, hingga infeksi jangka panjang juga memicu pelepasan hormon stres yang meningkatkan pembakaran kalori sekaligus menekan nafsu makan secara signifikan.
Itulah 4 penyebab berat badan susah naik. Memahami faktor pemicu di atas merupakan langkah awal yang krusial sebelum Anda mulai merancang program penambahan berat badan. Jika kenaikan berat badan tetap sulit dicapai setelah mengoreksi pola makan menjadi surplus kalori yang bernutrisi tinggi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi guna memastikan tidak ada masalah medis yang melatarbelakanginya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News