Keluarga

4 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dikombinasikan dengan Vitamin C, Catat Ya!

4 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dikombinasikan dengan Vitamin C, Catat Ya!

MOMSMONEY.ID - Ada 4 kandungan skincare yang tidak boleh dikombinasikan dengan vitamin C. Inilah daftarnya.

Sebagai penggemar skincare, tentu Anda tidak asing dengan vitamin C. Berkat sifat antioksidannya yang kuat, vitamin C menawarkan banyak manfaat yang bagus untuk kulit.

Beberapa manfaat vitamin C untuk kulit di antaranya menetralkan radikal bebas, memperbaiki sel yang rusak, membantu proses regenerasi kulit, mencerahkan area berpigmen, merangsang produksi kolagen, dan melindungi kulit dari polutan berbahaya.

Di balik manfaatnya yang melimpah, vitamin C dapat menjadi bumerang bagi kulit jika Anda menggabungkannya dengan kandungan skincare yang tidak tepat.

Bisa menyebabkan kulit mengelupas hingga kemerahan, berikut 4 kandungan skincare yang tidak boleh dikombinasikan dengan vitamin C sebagaimana dilansir dari BeBeautiful.

Baca Juga: Inilah 5 Manfaat Daun Kelor untuk Kecantikan, Cari Tahu yuk Moms

1. Benzoyl peroxide

Kandungan skincare yang tidak boleh dikombinasikan dengan vitamin C pertama adalah benzoyl peroxide. Benzoyl peroxide biasa digunakan sebagai pengobatan untuk jerawat ringan hingga sedang.

Benzoyl peroxide tidak hanya mampu mengurangi bakteri penyebab jerawat, tetapi juga mencegah kulit menjadi kering dan bersisik.

Menggabungkan benzoyl peroxide dengan vitamin C tidak disarankan, karena tidak akan memberikan manfaat apapun bagi kulit. Saat dikombinasikan dengan vitamin C secara topikal, benzoyl peroxide hanya akan mengoksidasi vitamin C dan menangkan efek satu sama lain.

2. Retinol

Kandungan skincare yang tidak boleh dikombinasikan dengan vitamin C kedua adalah retinol. Retinol mengandung senyawa anti-aging yang membantu mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan serta meningkatkan produksi kolagen.

Mengombinasikan retinol dengan vitamin C sebaiknya Anda hindari jika tidak mau kulit mengelupas, kemerahan, dan iritasi. Alih-alih kulit glowing, menggabungkan kedua kandungan skincare ini justru akan meningkatkan risiko kerusakan UV secara signifikan.

Apabila Anda ingin menggunakan retinol pada suatu malam, selalu ingat untuk mengaplikasikan skincare dengan kandungan vitamin C pada keesokan paginya.

Baca Juga: 5 Makanan untuk Mengencangkan Kulit Kendur Secara Alami Menurut Ahli Diet

3. Niacinamide

Kandungan skincare yang tidak boleh dikombinasikan dengan vitamin C ketiga adalah niacinamide.

Dikenal juga sebagai vitamin B3, niacinamide termasuk nutrisi penting yang bermanfaat untuk membantu membangun protein di kulit, meratakan warna kulit, mengecilkan pori-pori, mencegah garis-garis halus dan kerutan, serta menambah kilau yang sehat pada kulit.

Ketika niacinamide dikombinasikan dengan vitamin C, kedua kandungan skincare ini akan saling membatalkan efek satu sama lain secara kimiawi. Niacinamide akan mengeluarkan semua sifat baik dari vitamin C dan membuatnya menjadi zat yang dapat menyebabkan kemerahan sekaligus memicu jerawat.

4. AHA dan BHA

Kandungan skincare yang tidak boleh dikombinasikan dengan vitamin C keempat adalah AHA dan BHA.

AHA dan BHA adalah agen eksfoliasi kimiawi yang dapat mengubah permainan kulit secara total. Sementara AHA membantu memperbaharui permukaan kulit, BHA mampu masuk lebih dalam ke pori-pori untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan sebum berlebih.

Baik AHA, BHA, maupun vitamin C, semuanya merupakan golongan asam atau acid. Oleh sebab itu, ketika Anda melapisi AHA atau BHA dengan vitamin C, itu bisa dengan mudah menimbulkan iritasi pada kulit Anda. Jadi, sebaiknya gunakanlah AHA atau BHA pada malam hari dan vitamin C pada keesokan paginya.

Demikian 4 kandungan skincare yang tidak boleh dikombinasikan dengan vitamin C. Jangan lupa dicatat ya, Moms!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Survei KG Media