MOMSMONEY.ID - Ketombe sering kali dianggap sebagai masalah yang cara penanganannya sama. Padahal, secara medis, bentuk serpihan putih atau kekuningan yang muncul di kulit kepala ini bisa disebabkan oleh kondisi yang sangat berbeda.
Menggunakan sampo anti-ketombe biasa kadang tidak mempan atau justru memperburuk keadaan jika Anda tidak mengatasi akar penyebabnya dengan tepat.
Ketombe dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis berdasarkan kondisi kulit kepala, produksi minyak, hingga reaksi peradangan kulit. Mengenali karakteristik ketombe yang muncul adalah kunci utama untuk memilih perawatan yang paling ampuh.
Baca Juga: Ketombe Menumpuk? Ini 4 Makanan Penyebab Ketombe yang Harus Anda Batasi
Jangan keliru, inilah 4 jenis ketombe dan penyebabnya yang perlu Anda ketahui, bersumber dari Cleveland Clinic, Healthline, dan Medical News Today.
1. Ketombe kering
Jenis ketombe ini merupakan salah satu yang paling umum terjadi, terutama saat cuaca dingin, sering berada di ruangan ber-AC, atau akibat terlalu sering mencuci rambut dengan air panas.
Karakteristik utamanya adalah serpihan ketombe berukuran kecil, halus, berwarna putih bersih, dan mudah berjatuhan ke bahu. Penyebab utama ketombe kering adalah kulit kepala yang kehilangan kelembapan alaminya sehingga menjadi sangat kering dan mengelupas.
Jenis ketombe ini biasanya disertai rasa gatal ringan, tetapi kulit kepala tidak memerah atau berminyak. Cara mengatasinya bukan dengan sampo anti-ketombe yang keras, melainkan menggunakan sampo yang melembapkan serta mengurangi penggunaan air panas saat keramas.
2. Ketombe basah atau berminyak
Berbeda dengan ketombe kering, ketombe basah atau berminyak terjadi akibat kelenjar sebasea di kulit kepala memproduksi minyak berlebih (sebum). Karakteristik serpihan ketombe ini biasanya berukuran lebih besar, terasa agak lengket, berwarna agak kekuningan, dan cenderung menempel erat pada kulit kepala atau batang rambut.
Penyebab utamanya adalah penumpukan minyak alami yang bercampur dengan sel-sel kulit mati, debu, dan sisa produk perawatan rambut. Jika dibiarkan, tumpukan minyak ini bisa menyumbat pori-pori dan memicu rasa gatal yang hebat.
Kondisi ini umumnya membutuhkan sampo yang mengandung salicylic acid atau zinc pyrithione untuk membantu mengontrol produksi minyak serta mengikis penumpukan sel kulit mati.
Baca Juga: Mau Pindah Profesi? Ini 4 Cara Switch Career Tanpa Pengalaman yang Bisa Dicoba
3. Ketombe jamur
Ketombe jenis ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari jamur mikroskopis yang secara alami hidup di kulit kepala, yaitu Malassezia.
Dalam kondisi normal, jamur ini tidak menimbulkan masalah. Namun, ketika kulit kepala terlalu berminyak atau kondisi pH-nya tidak seimbang, jamur Malassezia akan berkembang biak sangat cepat.
Jamur ini memakan minyak di kulit kepala dan menghasilkan asam lemak sampingan yang memicu iritasi. Akibatnya, kulit kepala meradang, terasa sangat gatal, dan sel-sel kulit beregenerasi terlalu cepat hingga membentuk serpihan ketombe tebal.
Untuk mengatasinya, dibutuhkan sampo khusus anti-jamur yang mengandung bahan aktif seperti ketoconazole atau selenium sulfide.
4. Ketombe meradang (dermatitis seboroik)
Dermatitis seboroik adalah bentuk ketombe yang lebih parah dan melibatkan reaksi peradangan kronis pada kulit kepala. Karakteristiknya ditandai dengan kulit kepala yang sangat merah, terasa gatal intens atau perih, serta tertutup serpihan tebal berwarna kuning atau bersisik keras.
Penyebabnya merupakan kombinasi dari produksi minyak berlebih, reaksi sistem kekebalan tubuh yang terlalu sensitif, serta infeksi jamur Malassezia. Kondisi ini tidak hanya bisa muncul di kulit kepala, tetapi juga dapat menyebar ke area berminyak lainnya seperti garis rambut, alis, dan cuping hidung.
Penanganan kondisi ini memerlukan pengobatan konsisten menggunakan sampo medis beresep atau konsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News