M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Cara Mengatasi Perilaku Agresif pada Balita dengan Tepat, Hindari Reaksi Marah!

4 Cara Mengatasi Perilaku Agresif pada Balita dengan Tepat, Hindari Reaksi Marah!
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Ada 4 cara mengatasi perilaku agresif pada balita dengan tepat. Catat ya, Moms!

Terkadang, kebanyakan balita dapat menjadi agresif secara tiba-tiba. Beberapa contoh perilaku agresif yang sering dilakukan oleh balita adalah memukul, menendang, mencakar, dan menggigit.

Adapun beberapa alasan yang melatarbelakangi perilaku agresif pada balita yaitu mereka sedang mencoba memberi tahu sesuatu, belum berkembangnya keterampilan bahasa atau kebiasaan emosional mereka untuk berkomunikasi secara lebih efektif, atau mereka merasa bahwa orang tuanya tidak mendengarkan apa yang mereka katakan. Alhasil, balita pun menjadikan kekerasan sebagai satu-satunya cara yang efektif untuk mendapatkan perhatian.

Balita akan lebih agresif ketika mereka lelah, khawatir, tidak enak badan, lapar, atau stres. Untuk merespons perilaku agresif pada balita, hukuman atau kemarahan dari orang tua cenderung tidak membantu namun justru dapat memperburuk keadaan dan memperburuk frustasi.

Alih-alih memberikan hukuman atau melakukan kekerasan, lakukanlah 4 cara mengatasi perilaku agresif pada balita dengan tepat sebagaimana dilansir dari Psychology Today ini.

Baca Juga: Fokus pada Solusi, Begini Cara Membantu Anak Remaja Menyelesaikan Masalah dengan Baik

1. Hentikan agresi anak dengan segera

Cara mengatasi perilaku agresif pada balita dengan tepat pertama yaitu menghentikan agresi anak dengan segera.

Saat anak balita Anda berperilaku agresif secara fisik, lakukanlah apa yang perlu Anda lakukan yakni menghentikannya dengan segera pada saat itu juga. Kendati begitu, pastikan Anda menghentikan perilaku agresif anak dengan cara yang lembut namun tetap serius.

Jika anak balita Anda mencoba memukul Anda, peganglah tangan mereka dengan cukup kuat tanpa terkesan menyakiti. Atau, ambilah pistol mainan anak yang berisi air atau peluru plastik saat mereka menodongkannya kepada Anda. Intinya, Anda harus sigap menahan gerakan anak saat mereka hendak memukul, mencakar, menendang, atau menggigit Anda maupun orang lain di sekitarnya.

Pastikan bahwa anak balita Anda dapat belajar dan memahami bahwa senjata andalan mereka yakni tangan, kuku, gigi, kaki, atau mainan kesayangannya tidak dapat mereka gunakan untuk menyakiti orang lain dan hanya akan berakhir sia-sia.

2. Bawa anak ke tempat yang lebih tenang

Cara mengatasi perilaku agresif pada balita dengan tepat kedua yaitu membawa anak ke tempat yang lebih tenang.

Tak jarang, agresi anak balita dapat muncul secara tiba-tiba saat mereka sedang berada di tempat umum. Apabila anak Anda berperilaku agresif di tengah keramaian, pindahkanlah anak Anda ke tempat yang jauh lebih tenang dan minim dari kehadiran orang lain. Jika Anda merasa kesulitan untuk mengajak anak Anda menjauhi keramaian pada saat itu juga, bawalah mereka secara paksa dengan cara menggendongnya.

Tak perlu jauh-jauh, Anda bisa mengajak anak balita Anda untuk menepi sejenak ke tempat parkir yang sepi atau area lain yang tidak banyak orang di dalamnya.

Cara ini berguna untuk memberikan anak Anda kesempatan menenangkan diri dari situasi yang menyebabkan mereka berperilaku agresif seperti memukul, mencakar, atau lainnya. Selain itu, membawa anak ke tempat yang lebih tenang saat mereka berperilaku agresif juga akan memberi Anda kesempatan untuk menghadapi anak dengan baik tanpa gangguan dari orang lain serta memungkinkan anak untuk mempertahankan martabatnya. Pasalnya, seorang balita pun bisa saja merasa malu dan kurang nyaman jika masalahnya dibicarakan di depan umum.

Baca Juga: Picu Perilaku Agresif, Ini 6 Pengaruh Gadget Berlebihan Bagi Perkembangan Anak

3. Bantu anak untuk menggunakan kata-kata daripada fisik

Cara mengatasi perilaku agresif pada balita dengan tepat ketiga yaitu membantu anak untuk menggunakan kata-kata daripada fisik.

Setelah Anda berhasil menemukan tempat yang tenang dan mampu menahan anak balita Anda untuk tidak lagi memukul atau berperilaku agresif lainnya, tataplah matanya dan beri tahu mereka dengan tegas namun penuh kesabaran bahwa memukul bukanlah suatu kebiasaan di dalam keluarga Anda.

Ajarkanlah kepada anak Anda bahwa tindakan fisik bukanlah cara yang efektif untuk meluapkan kemarahan atau kekesalan. Anda dapat mendorong anak untuk menggunakan kata-kata yang menunjukkan ekspresi seperti “Saya sangat marah saat ini” tatkala mereka ingin menyalurkan emosi negatifnya alih-alih memukul, mencakar, menendang, atau menggigit.

Tidak peduli seberapa marah, malu, atau khawatirnya Anda dengan perilaku agresif anak, pastikan Anda mampu mengendalikan diri dengan baik saat berusaha mengajarkan anak tentang bagaimana cara menghentikan perilaku agresifnya.

4. Lakukan tanya jawab

Cara mengatasi perilaku agresif pada balita dengan tepat keempat yaitu melakukan tanya jawab. Saat anak balita Anda kembali tenang, segeralah untuk membicarakan kepada mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Coba gunakan kata-kata yang tepat untuk meminta anak memberi tahu Anda bagaimana perasaannya. Dengan begini, Anda akan mengetahui akar permasalahan dari perilaku agresif anak sekaligus memberikan Anda kesempatan untuk menyiapkan solusi terbaik jika situasi yang sama terulang lagi di masa mendatang.

Saat sesi tanya jawab berlangsung, pastikan Anda mendengarkan segala perkataan anak dengan penuh perhatian tanpa berusaha memotong kata-kata anak sebelum mereka benar-benar menyelesaikannya. Pendekatan ini tidak hanya akan membantu Anda untuk menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi perilaku agresif anak, melainkan juga membuat anak merasa bahwa mereka tidak diabaikan.

Setelah kesimpulan dapat Anda petik, Anda bisa memberi tahu anak untuk tidak ragu mengatakan apa yang sebenarnya mereka butuhkan pada situasi tertentu. Ingatkan kepada anak bahwa kata-kata seperti “Aku lapar, Bu” atau “Aku sangat membutuhkanmu untuk mendengarkanku, Bu” akan jauh lebih mudah dipahami oleh Anda dibandingkan perilaku agresif yang sulit dimengerti seperti memukul atau membanting barang.

Terakhir, jangan lupa untuk mengatakan kepada anak balita Anda bahwa Anda dapat segera membantunya dan memenuhi kebutuhannya jika mereka menyampaikannya dengan cara yang baik.

Demikian 4 cara mengatasi perilaku agresif pada balita dengan tepat. Semoga bermanfaat ya, Moms.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Gaya Hidup Urban Bikin Jasa Bersih-Bersih Lewat Aplikasi Kian Populer

​bTaskee mencatat tren masyarakat Indonesia yang makin mengandalkan aplikasi untuk urusan bersih-bersih rumah.

Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 22 Januari-4 Februari 2026

Simak Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 22 Januari-4 Februari 2026 untuk belanja kebutuhan keluarga.

Awas Hujan Ekstrem di Jabodetabek, Cek Peringatan Dini Cuaca Terbaru (22/1) dari BMKG

Peringatan dini BMKG terbaru cuaca hari ini Kamis (22/1) di Jabodetabek dengan status Awas hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Promo Subway Chicken Slice Tebus Murah Rp 20 Ribu, Nikmati Hematnya Hari Ini Saja

Promo Subway Double Date Deals hadir hari ini saja, 22 Januari 2026. Tebus murah Chicken Slice 6-inch cuma Rp 20 ribu. Cek syaratnya sekarang!

40 Tahun ParagonCorp, Intip Keseruan Beauty Science Tech 2026

​Memasuki usia 40 tahun, ParagonCorp mengajak publik melihat lebih dekat transformasi industri kecantikan lewat ajang Beauty Science Tech 2026.

Hasil Indonesia Masters 2026 Sementara: 6 Ganda Indonesia Tembus Babak Perempat Final

Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026 Babak 16 Besar Kamis (22/1), enam ganda Indonesia menembus babak perempat final.

Properti Premium Masih Dilirik, Ini Catatan Penting bagi Investor

​Minimnya pengembangan hunian baru di kawasan Dharmawangsa menempatkan proyek seperti Savyavasa dalam perhatian pembeli jangka panjang.

Kesempatan Terakhir Promo Chatime Serba Rp 26 Ribu & Snowy Cheese Cupbop Favorit

Promo Gebyar Chatime Rp 26 ribu untuk minuman favorit berakhir hari ini. Segera kunjungi outlet terdekat dan manfaatkan kesempatan terakhirnya!

Begini Cara Buka Konten Sensitif yang Tersembunyi di X

Ingin tahu cara melihat konten sensitif di X? Pengaturan privasi X memungkinkan untuk mengaksesnya. Ikuti panduan lengkapnya!

Drakor Medis Ini Bikin Anda Ikut Merasakan Tekanan Ruang Operasi

Pilihan drakor ini menyingkap sisi gelap rumah sakit dan tantangan para medis. Temukan kisah tentang kedokteran yang menguras emosi di sini.