MOMSMONEY.ID - Banyak ibu hamil khawatir ketiak hitam tak memudar. Berikut adalah 4 cara mencegah ketiak hitam saat hamil yang bisa Moms coba.
Masa kehamilan membawa banyak perubahan luar biasa pada tubuh. Salah satu perubahan yang sering kali membuat para ibu merasa kurang percaya diri adalah hiperpigmentasi atau penggelapan kulit di area tertentu, termasuk ketiak.
Kondisi ini secara medis sering dikaitkan dengan melasma atau linea nigra yang dipicu oleh lonjakan hormon estetrogen dan progesteron. Peningkatan hormon ini merangsang sel melanosit untuk memproduksi lebih banyak melanin.
Meskipun perubahan warna kulit umumnya bersifat sementara dan akan memudar setelah persalinan, melakukan langkah pencegahan yang tepat sejak dini sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit ketiak agar tidak menggelap secara permanen dan tetap terasa nyaman sepanjang trimester.
Baca Juga: 4 Penyebab Kulit Susah Putih Padahal Sudah Pakai Body Lotion, Wajib Tahu!
Melansir American Pregnancy Association dan Healthline, berikut adalah 4 cara mencegah ketiak hitam saat hamil yang bisa Moms coba.
1. Hindari penggunaan deodoran dengan bahan kimia keras
Selama masa kehamilan, kulit cenderung menjadi jauh lebih sensitif terhadap zat-zat eksternal. Langkah awal yang paling efektif untuk mencegah ketiak hitam saat hamil adalah dengan meninjau kembali produk deodoran yang Anda gunakan.
Hindari produk yang mengandung alkohol tinggi, paraben, dan wewangian sintetis yang menyengat, karena bahan-bahan ini dapat memicu iritasi atau dermatitis kontak.
Iritasi yang terus-menerus pada area lipatan akan menyebabkan peradangan, yang pada akhirnya memicu hiperpigmentasi pasca-inflamasi (kulit menghitam sebagai respons penyembuhan).
Beralihlah ke deodoran berbahan alami atau diformulasikan khusus untuk kulit sensitif. Pilih deodoran yang mengandung agen penenang seperti aloe vera atau magnesium guna menjaga kesegaran tanpa merusak pigmen kulit.
2. Kurangi frekuensi dan cara mencukur yang salah
Gesekan mekanis dari pisau cukur dapat memperburuk kondisi kulit ketiak yang sudah sensitif akibat hormon kehamilan. Mencukur terlalu sering atau menggunakan pisau cukur yang tumpul dapat menyebabkan trauma mikro pada permukaan kulit dan memicu timbulnya ingrown hair (rambut tumbuh ke dalam).
Trauma ini merangsang produksi melanin lebih banyak sebagai bentuk pertahanan kulit, yang membuat ketiak tampak lebih gelap dan kasar.
Jika Anda harus mencukur, pastikan menggunakan krim cukur yang melembabkan dan selalu gunakan pisau cukur baru yang tajam.
Namun, sangat disarankan untuk mengurangi frekuensi mencukur dan lebih fokus pada menjaga kebersihan area ketiak guna meminimalisir gesekan yang tidak perlu pada jaringan kulit yang tipis.
Baca Juga: 4 Manfaat Pakai Body Lotion Sebelum Tidur, Rahasia Kulit Glowing di Pagi Hari
3. Jaga kelembaban kulit
Menjaga kulit tetap terhidrasi adalah kunci untuk mencegah penumpukan sel kulit mati yang membuat ketiak terlihat menghitam.
Di sisi lain, ibu hamil harus sangat berhati-hati dalam memilih bahan pencerah. Hindari bahan pencerah keras seperti hydroquinone atau retinoid tinggi yang tidak disarankan selama kehamilan.
Sebagai gantinya, gunakan pelembab yang mengandung bahan alami aman seperti vitamin C, niacinamide, atau ekstrak kunyit yang membantu meratakan warna kulit secara lembut.
Bahan-bahan ini bekerja dengan menghambat enzim pemicu melanin tanpa mengganggu kesehatan janin. Mengaplikasikan pelembab khusus lipatan secara rutin setelah mandi akan memperkuat skin barrier ketiak sehingga lebih tahan terhadap perubahan pigmen akibat hormon.
4. Gunakan pakaian longgar yang menyerap keringat
Suhu tubuh ibu hamil biasanya cenderung lebih tinggi. Ini menyebabkan produksi keringat meningkat terutama di area lipatan seperti ketiak.
Keringat yang terjebak dan bergesekan dengan kain pakaian yang kasar atau ketat dapat memicu iritasi kronis dan penggelapan kulit. Untuk mencegah hal ini, pilihlah pakaian yang longgar dengan bahan serat alami seperti katun atau bambu yang memiliki sirkulasi udara baik.
Pakaian yang bernapas dapat membantu menjaga area ketiak tetap kering dan mengurangi risiko pertumbuhan bakteri serta gesekan berlebih antar kulit.
Dengan meminimalisir kelembaban berlebih dan gesekan fisik, itu secara signifikan membantu menekan pemicu eksternal yang bisa memperparah kondisi hiperpigmentasi selama masa kehamilan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News