MOMSMONEY.ID - Berniat untuk mencoba suplemen? Ketahui dulu 3 jenis suplemen yang sebaiknya dihindari berikut ini, Moms.
Suplemen bisa jadi solusi praktis saat Anda kekurangan nutrisi tertentu. Selain mudah untuk dikonsumsi, suplemen juga cenderung mudah ditemukan.
Jangan asal minum, pastikan Anda memilih suplemen yang sudah memiliki izin BPOM. Anda juga perlu tahu suplemen apa saja yang boleh dan tidak dikonsumsi.
Baca Juga: Sering Ngemil untuk Memperbaiki Mood? Kenali Kebiasaan Hedonic Eating
Melansir EatingWell, ada 3 jenis suplemen yang sebaiknya dihindari. Apa saja? Berikut daftarnya.
1. Suplemen diet
Suplemen yang sebaiknya dihindari pertama adalah suplemen diet.
Tinjauan tahun 2021 mengamati 315 uji klinis dan menemukan bahwa suplemen diet tidak menghasilkan banyak efek penurunan berat badan di antara peserta, bahkan tidak sama sekali.
Jika suplemen diet terasa berhasil pada Anda, efeknya hanya akan bertahan selama Anda mengonsumsi suplemen tersebut.
Sebaiknya, fokuslah pada gaya hidup dan pola makan sehat serta olahraga teratur. Ini adalah pilihan yang jauh lebih baik jika Anda ingin menurunkan berat badan dalam jangka panjang.
2. Suplemen dosis tinggi
Suplemen yang sebaiknya dihindari kedua adalah suplemen dosis tinggi.
Kebanyakan suplemen vitamin dan mineral memiliki "batas atas yang dapat ditoleransi" (UL). Ini adalah asupan harian maksimum yang tidak mungkin menyebabkan efek samping.
Melebihi batas tersebut dapat menciptakan konsentrasi nutrisi yang terlalu tinggi dalam tubuh dan menyebabkan efek kesehatan yang merugikan. Terutama untuk vitamin yang larut dalam lemak (seperti A, D, E, dan K) atau logam berat (seperti zat besi, tembaga, dan zinc).
Inilah mengapa penting untuk melakukan sedikit riset dan memiliki gambaran spesifik tentang apa yang Anda inginkan sebelum membeli suplemen. Lewati suplemen dosis tinggi dan pilihlah suplemen yang dapat membantu Anda mengisi kekurangan nutrisi tanpa berlebihan.
Baca Juga: Bukan Cuma Skill, Ketahanan Diri Jadi Kunci Produktivitas Pekerja
3. Suplemen kafein
Suplemen yang sebaiknya dihindari ketiga adalah suplemen kafein.
Kafein bisa dibilang sebagai obat paling populer di dunia. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kafein dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan.
Minuman berkafein seperti kopi dan teh mengandung banyak antioksidan dan senyawa anti-inflamasi, yang dapat memberikan tambahan energi dan nutrisi.
Sementara itu, suplemen kafein dosis tinggi cenderung mudah dikonsumsi dan biasanya mengandung 2-3 kali lebih banyak kafein per pil daripada secangkir kopi 8 ons. Ini mungkin lebih banyak daripada yang biasanya Anda konsumsi dalam sekali minum.
Selain gemetar, cemas, dan gelisah dalam jangka pendek, mengonsumsi kafein berlebihan secara teratur dapat mengganggu kesehatan mental. Juga, memperburuk kondisi medis tertentu seperti penyakit jantung dan diabetes serta dapat berdampak negatif pada tidur Anda.
Jika Anda merasa lelah di jalan atau dalam keadaan mendesak, pilihlah kafein dalam bentuk lain seperti kopi atau minuman berenergi dan hindari suplemen kafein karena bisa memicu gelisah.
Itulah 3 jenis suplemen yang sebaiknya dihindari. Selain suplemen-suplemen di atas, hindari juga suplemen yang tidak memiliki izin BPOM alias suplemen abal-abal. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News