M O M S M O N E Y I D
Bugar

12 Cara Mencegah Brain Rot Akibat Penggunaan Media Sosial secara Berlebihan

 12 Cara Mencegah Brain Rot Akibat Penggunaan Media Sosial secara Berlebihan
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Begini, lho, cara mencegah brain rot akibat penggunaan media sosial secara berlebihan. Yuk, terapkan!

Paparan konten digital yang terus-menerus dapat memengaruhi cara otak bekerja. Istilah brain rot sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa sulit fokus, mudah terdistraksi, dan mengalami penurunan kualitas berpikir akibat konsumsi konten yang berlebihan, terutama dari media sosial.

Kebiasaan scroll tanpa henti, berpindah dari satu konten ke konten lain dalam hitungan detik, hingga konsumsi informasi yang dangkal dapat membuat otak terbiasa dengan stimulasi instan.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak pada produktivitas, kualitas tidur, hingga kesehatan mental. Oleh karena itu, penting untuk mulai mengatur penggunaan media sosial agar tetap seimbang.

Baca Juga: 7 Jenis Ikan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Otak

Melansir dari laman Health, berikut ini beberapa cara mencegah brain rot akibat penggunaan media sosial secara berlebihan:

1. Kurangi Penggunaan Media Sosial

Media sosial memang dirancang untuk menarik perhatian Anda agar terus digunakan. Namun, terlalu lama scrolling dapat mengganggu fokus, produktivitas, dan kesehatan mental.

Penggunaan yang berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan, depresi, serta menurunnya performa belajar dan kerja. Oleh karena itu, membatasi waktu penggunaan media sosial bisa membantu menjaga kesehatan otak dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

  • Tentukan batas waktu harian, misalnya 30–60 menit, lalu isi waktu lainnya dengan aktivitas seperti membaca atau olahraga.
  • Gunakan aplikasi khusus untuk membatasi akses media sosial.
  • Matikan notifikasi agar tidak mudah terdistraksi.
  • Ajak orang terdekat untuk saling mengingatkan agar tetap konsisten.

2. Latih Fokus dengan Mindfulness

Mindfulness adalah kemampuan untuk benar-benar hadir dan sadar pada apa yang sedang Anda rasakan tanpa menghakimi.

Latihan ini dapat membantu mengurangi kebiasaan scrolling tanpa sadar dan meningkatkan fokus. Selain itu, mindfulness juga dapat menurunkan stres serta membantu otak bekerja lebih optimal, terutama dalam hal memori dan perhatian.

Anda bisa memulainya dengan latihan sederhana selama 10–15 menit setiap hari, seperti:

  • Fokus pada pernapasan secara perlahan.
  • Berjalan santai sambil memperhatikan sekitar.
  • Makan dengan penuh kesadaran, menikmati rasa dan tekstur makanan.
  • Melakukan body scan untuk menyadari kondisi tubuh.

3. Rutin Bergerak dan Berolahraga

Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga untuk otak. Olahraga membantu meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga fungsi kognitif tetap terjaga.

Selain itu, olahraga juga dapat menurunkan hormon stres yang meningkat akibat terlalu lama terpapar layar. Disarankan untuk berolahraga setidaknya 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit per hari.

4. Biasakan Membaca Buku

Membaca membutuhkan fokus yang lebih dalam dibandingkan konten digital singkat. Aktivitas ini membantu melatih konsentrasi, pemahaman, serta kemampuan berpikir.

Selain itu, membaca juga merangsang imajinasi dan memperkuat fungsi otak yang berkaitan dengan bahasa. Membiasakan membaca sekitar 30 menit per hari dapat membantu menjaga kesehatan kognitif.

Baca Juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Otak di Usia Lanjut, Cek di Sini

5. Fokus pada Satu Tugas

Melakukan banyak hal sekaligus atau multitasking justru dapat menurunkan kemampuan otak dalam bekerja secara optimal.

Otak sebenarnya hanya berpindah cepat dari satu tugas ke tugas lain, bukan melakukan semuanya secara bersamaan. Hal ini dapat menurunkan fokus dan memori. Lebih baik kerjakan satu tugas dalam satu waktu agar hasilnya lebih maksimal.

6. Bangun Interaksi Sosial di Dunia Nyata

Interaksi langsung dengan orang lain sangat penting untuk kesehatan mental dan emosional. Hubungan sosial yang kuat dapat membantu meningkatkan memori serta melindungi otak dari penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Luangkan waktu untuk bertemu teman, keluarga, atau komunitas secara langsung.

7. Lakukan Digital Detox Secara Berkala

Mengurangi penggunaan perangkat digital untuk sementara waktu dapat membantu otak beristirahat.

Digital detox dapat meningkatkan fokus, memperbaiki suasana hati, dan membantu tidur lebih nyenyak. Anda bisa memulainya dengan tidak menggunakan gadget selama beberapa jam dalam sehari.

8. Pelajari Hal Baru

Mempelajari keterampilan baru dapat merangsang otak agar tetap aktif. Kegiatan seperti belajar bahasa, memasak, atau bermain musik dapat meningkatkan memori dan kemampuan berpikir. Selain itu, aktivitas ini juga membantu otak membentuk koneksi baru.

Baca Juga: 11 Rekomendasi Makanan yang Bagus untuk Menjaga Kesehatan Otak

9. Luangkan Waktu di Alam Terbuka

Menghabiskan waktu di luar ruangan dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus. Lingkungan alami memberikan efek menenangkan bagi otak. Anda bisa berjalan santai, berkebun, atau sekadar duduk di taman untuk mendapatkan manfaatnya.

10. Kembangkan Aktivitas Kreatif

Melakukan kegiatan kreatif seperti menggambar, menulis, atau membuat kerajinan dapat membantu menjaga otak tetap aktif.

Aktivitas ini juga membantu mengurangi kelelahan mental akibat terlalu lama menatap layar.

11. Jaga Kualitas Tidur

Tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak. Saat tidur, otak memperbaiki diri dan mengolah informasi yang didapat sepanjang hari.

Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan fokus dan memori. Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam dan hindari penggunaan gadget sebelum tidur.

12. Konsumsi Makanan Bergizi

Asupan makanan yang sehat juga berpengaruh pada fungsi otak. Makanan tinggi gula dan olahan dapat menurunkan kinerja kognitif.

Sebaliknya, makanan seperti ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah beri dapat membantu menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Menu Sarapan yang Bagus untuk Kesehatan Otak

Itulah beberapa cara mencegah brain rot akibat penggunaan media sosial secara berlebihan. Semoga bermanfaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.