MOMSMONEY.ID - Ada beberapa suplemen yang membantu turunkan kolesterol tinggi, lho. Mari intip selengkapnya di sini!
Kolesterol tinggi sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Banyak orang baru menyadarinya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.
Selain menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta mengatur berat badan, beberapa orang juga memilih menggunakan suplemen untuk membantu mengontrol kadar kolesterol. Suplemen tertentu mengandung senyawa alami yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat atau LDL sekaligus mendukung kesehatan jantung.
Meski demikian, suplemen tidak dapat menggantikan pola hidup sehat. Anda tetap perlu menjaga pola makan seimbang dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsinya secara rutin.
Baca Juga: 14 Makanan yang Bisa Bantu Menurunkan Kolesterol secara Alami yang Layak Dicoba
Melansir dari laman Verywell Health, berikut beberapa suplemen yang membantu turunkan kolesterol tinggi:
1. Sterol dan Stanol Tumbuhan
Sterol dan stanol adalah senyawa alami yang terdapat pada makanan nabati. Struktur keduanya mirip dengan kolesterol, sehingga dapat bersaing dengan kolesterol saat proses pencernaan berlangsung.
Karena kemiripan tersebut, sterol dan stanol dapat menghambat penyerapan sebagian kolesterol ke dalam aliran darah. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sekitar 2 gram setiap hari dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sekitar 7% hingga 10%.
Senyawa ini biasanya ditemukan pada makanan yang diperkaya, seperti minyak nabati, beberapa jenis margarin, roti, dan sereal. Selain itu, sterol dan stanol juga tersedia dalam bentuk suplemen. Umumnya senyawa ini aman dikonsumsi, tetapi ibu hamil atau menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu.
2. Serat Larut
Serat larut adalah jenis serat yang dapat larut dalam air dan membentuk zat seperti gel di dalam saluran pencernaan. Serat ini dapat mengikat asam empedu di usus dan membantu mengeluarkannya dari tubuh.
Proses ini membuat tubuh menyerap lebih sedikit kolesterol. Konsumsi sekitar 3 gram beta-glukan dari oat atau sekitar 10 gram psyllium setiap hari diketahui dapat membantu menurunkan kolesterol LDL yang sering disebut sebagai kolesterol jahat.
Beberapa sumber serat larut antara lain sereal gandum utuh, buah seperti apel, jeruk, pir, dan pisang, serta kacang-kacangan seperti kacang merah, buncis, dan lentil.
3. Beras Ragi Merah
Beras ragi merah merupakan produk hasil fermentasi beras yang mengandung senyawa monacolin K. Senyawa ini memiliki struktur kimia yang sama dengan lovastatin, yaitu obat yang sering digunakan untuk menurunkan kolesterol.
Senyawa tersebut bekerja dengan cara menghambat enzim di hati yang berperan dalam produksi kolesterol. Penelitian menunjukkan bahwa beras ragi merah dapat membantu menurunkan kolesterol LDL sekitar 15% hingga 25%.
Beras ragi merah tersedia dalam bentuk kapsul atau tablet, tetapi kualitas produknya bisa berbeda-beda. Karena efeknya mirip obat statin, suplemen ini juga dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri otot atau gangguan enzim hati. Suplemen ini tidak dianjurkan bagi orang yang sudah mengonsumsi statin atau memiliki penyakit hati.
Baca Juga: 13 Cara Alami yang Efektif Turunkan Kadar Kolesterol Tinggi
4. Berberine
Berberine adalah senyawa alami yang terdapat pada beberapa tanaman, seperti goldenseal dan barberry. Senyawa ini diperkirakan dapat mengaktifkan enzim yang disebut AMPK, yaitu enzim yang membantu mengatur metabolisme lemak dalam tubuh.
Dengan mekanisme tersebut, tubuh dapat menghilangkan kolesterol LDL dari aliran darah dengan lebih efektif. Penelitian menunjukkan bahwa berberine dapat menurunkan kadar trigliserida sekitar 25 hingga 55 mg/dL dan kolesterol LDL sekitar 20 hingga 50 mg/dL.
Secara umum, berberine aman bagi kebanyakan orang dewasa jika dikonsumsi sesuai anjuran. Beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan pada pencernaan, seperti kembung, sembelit, diare, atau rasa tidak nyaman di perut.
5. Bawang Putih
Bawang putih tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga dikenal memiliki manfaat kesehatan. Bahan alami ini mengandung senyawa allicin yang dipercaya dapat membantu mengurangi produksi kolesterol di hati.
Penelitian menunjukkan bahwa suplemen bawang putih dapat menurunkan kolesterol LDL sekitar 10 mg/dL. Bawang putih dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti kapsul ekstrak, minyak bawang putih, atau dalam bentuk mentah.
Meski umumnya aman, konsumsi bawang putih dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan, bau mulut, serta berpotensi berinteraksi dengan obat pengencer darah.
6. Asam Lemak Omega-3
Asam lemak omega-3, terutama EPA dan DHA, banyak ditemukan pada ikan berlemak. Jenis lemak sehat ini dapat membantu mengurangi produksi trigliserida di hati dan sedikit meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi 2 hingga 4 gram EPA dan DHA per hari dapat menurunkan trigliserida hingga sekitar 30% atau lebih. Omega-3 biasanya tersedia dalam bentuk kapsul minyak ikan dan juga dapat diperoleh dari ikan berlemak seperti salmon dan sarden.
Suplemen ini umumnya aman, meskipun kadang dapat menimbulkan rasa amis di mulut. Dalam dosis tinggi, omega-3 juga dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah.
Baca Juga: 10 Jus yang Paling Cepat Turunkan Kolesterol Tinggi, Mau Coba?
7. Koenzim Q10
Koenzim Q10 atau CoQ10 adalah antioksidan yang membantu sel tubuh menghasilkan energi. Senyawa ini juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa CoQ10 dapat membantu memperbaiki profil lipid dengan menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan kadar HDL.
CoQ10 biasanya aman dikonsumsi, meskipun beberapa orang dapat mengalami efek samping ringan seperti gangguan tidur atau sakit perut.
8. Jeruk Bergamot
Jeruk bergamot adalah buah yang berasal dari wilayah Italia Selatan. Buah ini kaya akan polifenol dan flavonoid yang dapat membantu mendukung kesehatan jantung.
Senyawa dalam bergamot dapat memengaruhi enzim di hati yang terlibat dalam produksi kolesterol. Dengan cara ini, ekstrak bergamot dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida.
Suplemen bergamot biasanya tersedia dalam bentuk kapsul atau tablet. Penelitian jangka pendek menunjukkan bahwa suplemen ini relatif aman, meskipun keamanan jangka panjangnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
9. Protein Kedelai
Protein kedelai berasal dari kacang kedelai dan mengandung senyawa yang disebut isoflavon. Senyawa ini dapat membantu mendukung kesehatan jantung dengan memperbaiki metabolisme lemak dalam tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengganti sebagian protein hewani dengan sekitar 25 gram protein kedelai setiap hari dapat membantu menurunkan kolesterol LDL sekitar 3% hingga 4%.
Protein kedelai dapat diperoleh dari berbagai makanan seperti tahu, susu kedelai, atau bubuk protein berbahan dasar kedelai. Meskipun umumnya aman, orang dengan kondisi yang sensitif terhadap hormon sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis karena kedelai mengandung fitoestrogen.
Baca Juga: 6 Daftar Jus Sayur untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi secara Alami
10. Ekstrak Teh Hijau
Ekstrak teh hijau mengandung antioksidan kuat yang disebut epigallocatechin gallate atau EGCG. Senyawa ini dapat membantu menghambat penyerapan kolesterol di usus serta meningkatkan metabolisme lemak.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi EGCG secara rutin dapat membantu menurunkan kolesterol LDL dalam jumlah kecil. Ekstrak teh hijau tersedia dalam bentuk kapsul, teh, maupun ekstrak cair.
Meskipun umumnya aman, konsumsi dalam dosis sangat tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pada hati. Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya tetap sesuai anjuran.
Itulah beberapa suplemen yang membantu turunkan kolesterol tinggi. Semoga membantu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News