M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Yuk Kenali Jenis Susu Sapi Berdasarkan Cara Mengolahnya!

Yuk Kenali Jenis Susu Sapi Berdasarkan Cara Mengolahnya!
Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Yuk kenali jenis-jenis susu sapi berdasarkan cara mengolahnya mulai dari susu murni hingga susu evaporasi!

Saat ini Moms akan menemukan banyak sekali jenis produk olahan susu sapi. Moms akan menemui susu sapi murni yang kerap dijual khusus di warung kaki lima di malam hari, susu UHT di berbagai toko hingga susu evaporasi. Lalu apa perbedaannya? 

Melansir Titipku, jenis-jenis susu tersebut bisa Anda bedakan berdasarkan jenis pengolahannya. Bagaimana penjelasannya?

Baca Juga: Ada Jus Apel, Ini 5 Minuman yang Efektif untuk Melancarkan BAB Secara Alami

Susu Murni atau Susu Pasteurisasi
Melansir Kompas, susu murni adalah susu sapi yang 100% merupakan susu segar. Artinya susu murni adalah susu yang baru saja diperah dari sapi kemudian dimasukan ke dalam wadah susu untuk didinginkan. 

Proses pendinginan inilah yang membuat susu sapi tersebut disebut susu segar. Proses pendinginan dilakukan agar susu tidak mudah rusak. Nah Susu murni yang Moms konsumsi merupakan 100% susu segar yang kemudian dipanaskan secara manual sebelum disajikan. 

Proses pemanasan dengan manual ini biasanya hanya bisa mencapai 72-75 derajat Celcius. Proses inilah yang disebut dengan proses pasteurisasi. 

Susu PT Ultrajaya Milk Industries Tbk (ULTJ)
Susu PT Ultrajaya Milk Industries Tbk (ULTJ)

Susu UHT alias Ultra High Temperature
Susu UHT merupakan susu yang sudah diolah melalui proses pemanasan yang tinggi sekitar 135-150 derajat Celcius selama beberapa detik. Proses ini dilakukan untuk mematikan mikroorganisme dan enzim yang dapat menyebabkan susu cepat rusak. 

Proses UHT ini membuat susu mudah disimpan dan bisa tahan lebih lama. Susu UHT bahkan bisa disimpan di suhu ruangan selama berbulan-bulan selama kemasan tidak terbuka. 

Susu segar kemasan produksi PT Diamond Food Indonesia Tbk
Susu segar kemasan produksi PT Diamond Food Indonesia Tbk

Susu Low-Fat atau Susu Skim (Skim Milk)
Moms juga bisa menemui jenis susu rendah lemak yang biasanya dilabeli low-fat atau skim-milk. Melansir Gonna Need Milk, jenis susu ini sudah mengalami proses pengolahan pengurangan kandungan lemak.

Jenis susu low fat adalah susu yang memiliki kandungan lemak lebih rendah. Sedangkan jenis susu skim milk adalah susu yang tidak memiliki kandungan lemak. 

Adapun setiap 8 gram sajian susu rendah lemak terdiri dari 2,5 gram lemak dan 100 kalori. Sedangkan susu skim-milk hanya memiliki 80 kalori setiap 8 gram sajian.

Prenagen Lova
Prenagen Lova

Susu Fortifikasi
Susu Fortifikasi adalah jenis susu yang sudah melalui proses pengolahan penambahan nutrisi. Beberapa nutrisi yang ditambahkan yaitu vitamin D, kalsium dan kandungan lainnya sesuai perkembangannya. 

Baca Juga: Resep Terong Goreng Bawang Cabe, Menu Sederhana yang Manis, Gurih, Pedas

Susu Bebas Laktosa
Susu bebas laktosa adalah susu sapi yang diolah dengan menghilangkan gula alami yang disebut laktosa. Susu ini biasanya aman dikonsumsi untuk orang-orang yang memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap laktosa. Namun memiliki nutrisi yang penting seperti kalsium, proteim dan vitamin D. 

Susu Kental Manis
Susu Kental manis adalah susu yang kandungan airnya sudah banyak dikurangi dan memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Ini membuat susu kental manis menghasilkan susu yang lebih kental dan manis.

Susu Evaporasi
Susu evaporasi adalah jenis susu yang mengalami proses pemanasan untuk menghilangkan sebagian besar air. Pemanasan dilakukan dengan suhu di atas 80 derajat Celcius. Berbeda dengan susu kental manis, proses pembuatan susu evaporasi tidak menggunakan gula tambahan. Sehingga proses pemanasan dilakukan hanya untuk memadatkan teksur jadi lebih kental namun tidak sekental susu kental manis. 

Nah itu tadi beberapa jenis olahan susu sapi. Moms bisa mengonsumsi berbagai jenis susu sapi sesuai dengan kebutuhan Anda ya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

BMKG: El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Datang Terlambat dan Lebih Singkat

BMKG memprediksikan, awal musim hujan periode 2026-2027 di 529 Zona Musim atau 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran. 

4 Warna Beige Benjamin Moore untuk Rumah yang Terasa Hangat dan Modern

Inilah 4 warna beige Benjamin Moore pilihan desainer ini untuk rumah yang hangat dan modern, lengkap dengan tips biar interior krem tidak monoton.  

6 Kebiasaan Pagi biar Rumah Tetap Rapi Tanpa Buang Waktu Banyak

Ini 6 kebiasaan pagi untuk menjaga rumah tetap rapi, nyaman, dan teratur tanpa menghabiskan banyak waktu sebelum beraktivitas.

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan Bikin Transaksi QRIS Lebih Praktis

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan memudahkan akses fitur serta pengisian nominal QRIS agar transaksi harian terasa lebih praktis.

7 Cara Ubah Pendapatan Biasa Menjadi Aset Jangka Panjang untuk Masa Depan

Ubah pendapatan biasa menjadi aset jangka panjang lewat 7 cara sederhana, dari mengelola uang, investasi, utang, bisnis hingga dana darurat.  

IHSG Anjlok 1,69% Jelang Keputusan BI, Waspada Volatilitas Tinggi

Investor perlu tetap berhati-hati, tanpa bereaksi berlebihan terhadap pergerakan jangka pendek.     

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Susul Tim Putri ke Semifinal

Hasil Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2026 babak perempat final, Selasa (22/9), Tim Putra Indonesia menyusul Tim Putri ke semifinal.

Diluncurkan Sejak 2019, Begini Capaian QRIS dari Domestik hingga Rambah Mancanegara

Begini perkembangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ​sejak diluncurkan tahun 2019.    

Bitcoin Tembus US$ 87.000, Ini Katalis yang Mendorong Penguatan

Arus dana institusional, perkembangan regulasi aset digital AS, dan turunnya harga minyak menjadi sejumlah katalis penguatan Bitcoin.

Peringatan Dini Cuaca Besok (23/9), Hujan Sangat Lebat Masih Turun di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 23 September 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi ini.