M O M S M O N E Y I D
HOME, Bugar

Waspadai Gejala Kanker Prostat, Ini Tanda-Tandanya

Waspadai Gejala Kanker Prostat, Ini Tanda-Tandanya
Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Kanker prostat adalah salah satu jenis penyakit kanker yang berkembang pada kelenjar prostat. Prostat merupakan bagian tubuh pada pria yang memiliki ukuran kecil dan berfungsi menghasilkan cairan mani untuk mengangkut sperma, dikutip dari Healthline.

Kanker prostat juga berisiko tinggi dialami oleh pria yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa. Untuk itu, sebaiknya ketahui beberapa gejala yang meliputi kanker prostat agar kamu dapat melakukan pengobatan dan perawatan lebih dini.

Gejala kanker prostat jarang dialami oleh pengidapnya ketika perkembangan penyakit masih awal. Kanker prostat akan menyebabkan gejala ketika penyakit sudah semakin memburuk. 

Baca Juga: Inilah 5 Manfaat Daun Pandan, Salah Satunya Bisa Menurunkan Darah Tinggi

Dirangkum dari Cancer Care, berikut ini adalah gejala kanker prostat yang perlu diwaspadai, yaitu:

1. Kesulitan buang air kecil.

2. Aliran urine yang kecil atau terganggu saat buang air kecil.

3. Meningkatnya frekuensi buang air kecil khususnya pada malam hari.

4. Merasakan sensasi buang air kecil yang tidak tuntas.

5. Nyeri dan sensasi panas saat buang air kecil.

6. Munculnya darah pada urine atau air mani.

7. Nyeri pada pinggang dan punggung.

8. Nyeri saat ejakulasi.

9. Penurunan berat badan.

10. Sulit ereksi

11. Kencing keluar darah

12.  Pancaran urine lemah

13.  Masalah pencernaan

Baca Juga: Kenali Berbagai Jenis Penyakit Kista yang Terjadi pada Laki-Laki

Itulah gejala kanker prostat yang perlu diwaspadai oleh pria. Jika kamu mengalami beberapa keluhan kesehatan yang terkait dengan kanker prostat, tidak ada salahnya untuk segera lakukan pemeriksaan kesehatan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebabnya.

Dengan mengenali gejala-gejala di atas, Anda bisa segera berobat dan kanker prostat bisa dideteksi lebih cepat. Dokter pun dapat menangani kondisi Anda lebih cepat sebelum kanker menyebar ke bagian lain tubuh lain. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​