M O M S M O N E Y I D
Bugar

Waspada, Ini Risiko Akibat Konsumsi Gula Berlebih!

Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - JAKARTA Makanan atau minuman manis memang enak. Meski begitu, bila dikonsumsi secara berlebihan, makanan dan minuman manis menyebabkan berbagai risiko.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu berpendapat, konsumsi makanan dan minuman manis berlebih berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan seperti gula darah tinggi, obesitas dan diabetes melitus.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), terjadi peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di indonesia. Data di tahun 2013 menunjukkan prevalensi diabetes sebesar 1,5 permil meningkat pada tahun 2018 menjadi 2 permil. Demikian juga gagal ginjal kronis dari 2 permil menjadi 3,8 permil, sementara stroke meningkat dari 7 permil menjadi 10,9 permil.

Maxi menyebut, adanya peningkatan prevalensi penyakit tidak menular ini juga akan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan di Indonesia. "Terlebih lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia didominasi oleh penyakit tidak menular,” kara Maxi dikutip dari situs resmi Kemenkes. 

Baca Juga: Kenali 4 Penyebab Munculnya Sel Kulit Mati yang Harus Anda Tahu

Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 juga menunjukkan bahwa sebanyak 61,27% penduduk usia 3 tahun ke atas di Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari 1 kali per hari, dan 30,22% orang mengonsumsi minuman manis sebanyak 1-6 kali per minggu.

Sementara hanya 8,51% orang mengonsumsi minuman manis kurang dari 3 kali per bulan.

Menurut Maxi, yang harus menjadi perhatian  adalah peningkatan prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada anak muda yang meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Data tahun 2015 menunjukkan prevalensi berat badan berlebih pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 8,6% pada 2006 menjadi 15,4% pada 2016. Sementara prevalensi obesitas pada anak-anak usia 5-19 tahun dari 2,8% pada 2006 menjadi 6,1% pada 2016.

Tak hanya itu, Kemenkes juga mencatat  28,7% masyarakat indonesia mengkonsumsi Gula Garam Lemak (GGL) melebih batas yang dianjurkan. Adapun, batasan konsumsi GGL diatur dalam Permenkes No 30/2013 yang diperbaharui dengan Permenkes 63/2015.

Menurut Maxi, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya dan strategi untuk mengendalikan GGL, mulai dari aspek regulasi, reformulasi pangan, penetapan pajak/cukai, studi/riset, dan edukasi. Salah satunya adalah permenkes No 30/2013 yang diperbaharui dengan Permenkes No 63/2015 Tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Salah satu aspek pengaturannya dalam hal nilai gizi seperti kandungan lemak hingga gula harus tertera pada iklan dan promosi media lainnya seperti leaflet, brosur, buku menu, dan media lainnya.

Baca Juga: 5 Tips Memberi Makan Anak Balita yang Sedang Mengalami Diare

Sementara ada juga kebijakan cukai terhadap Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) yabng diatur dalam UU No. 39 Tahun 2007 Tentang Cukai. Harapannya, pemberlakuan cukai pada produk makanan dan minuman yang tinggi gula, garam dan lemak dapat menginisiasi terciptanya pangan yang lebih sehat dengan reformulasi makanan sehingga menurunkan risiko terjadinya Penyakit Tidak Menular.

Meski sudah ada berbagai upaya dari pemerintah, Maxi juga meminta agar masyarakat menjaga kesehatan mulai dari sendiri. Dia meminta agar masyarakat lebih bijak dalam memperhatikan asupan makan sesuai dengan isi piringku. Juga menjaga asupan gula garam dan lemak sesuai dengan rekomendasi maksimum, yaitu gula sebanyak 50 gram per hari (4 sdm), garam sebanyak 2 gram (sdt), dan lemak sebanyak 67 gram (5 sdm).

“Kita minta masyarakat sadar untuk menjaga kesehatan diri dan keluarganya . Pola asuh yang benar akan mencegah anak anak mengidap penyakit diabetes melitus, hipertensi dan kolesterol di usia dewasa nanti” ujar Maxi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

HP Vivo Mulai 1 Jutaan: Dompet Aman, Kamera Unggulan Bikin Hasil Foto Wow

Membeli HP Vivo murah sering khawatir kamera jelek? Deretan Vivo Rp1 jutaan ini tawarkan hasil foto tajam. Cek daftar dan speknya!

4 Manfaat Konsumsi Quinoa secara Rutin untuk Tekanan Darah

Ini dia beberapa manfaat konsumsi quinoa secara rutin untuk tekanan darah Anda. Kira-kira apa saja? 

Cara Simpan Foto Profil WhatsApp di Android, iPhone & Dekstop: Super Praktis

Ingin semua foto dari WhatsApp tersimpan rapi di galeri? Pelajari langkah-langkah otomatis dan manual di Android, iPhone, dan desktop.

Promo Es Teler 77 Spesial: Nobar Piala Dunia 2026 Makin Hemat, Ini Paketnya

Keseruan nobar Piala Dunia 2026 makin lengkap dengan promo Es Teler 77. Temukan cara mudah pesan paket hemat via TikTok Voucher dan GoFood.

Promo Solaria dengan DANA, Poinku Indomaret & ShopeeFood: Ada Diskon Spesial

Ingin makan enak tapi dompet aman? Solaria punya diskon spesial hingga 12 Juli 2026. Cek cara klaimnya!

Bau Badan Semakin Parah? Ini 4 Penyebabnya yang Perlu Diketahui

Berikut adalah 4 penyebab bau badan semakin parah yang perlu Anda waspadai. Simak sampai akhir, Moms.

9 Teh Penurun Berat Badan Terbaik yang Layak Dicoba

Ternyata ada, lho, beberapa teh penurun berat badan terbaik yang layak dicoba. Mari intip daftarnya di sini!  

5 Manfaat Kesehatan Rutin Konsumsi Jagung bagi Tubuh

Intip beberapa manfaat kesehatan rutin konsumsi jagung bagi tubuh berikut ini, yuk! Ada apa saja?      

Jangan Abaikan! Ini Dia 7 Manfaat Buah Salak untuk Cegah Diabetes dan Stroke

Ingin gula darah terkontrol? Rahasianya ada pada buah salak. Pahami bagaimana buah ini bekerja untuk kesehatan Anda sekarang.

6 Manfaat Kesehatan Minum Cuka Sari Apel Sebelum Tidur bagi Tubuh

Tahukah bahwa ada sejumlah manfaat kesehatan minum cuka sari apel sebelum tidur bagi tubuh? Cek pembahasannya di sini, yuk!