MOMSMONEY.ID - ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut menjadi sorotan belakangan ini ketika kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan masih belum sepenuhnya padam hingga hari ini.
Asap yang membubung tinggi tidak hanya mengganggu aktivitas warga di sekitar, tetapi juga menyeberang ke negara tetangga, menciptakan selimut kelabu yang mencekik pemandangan dan udara.
Di balik pekatnya asap yang menghalangi jarak pandang, tersembunyi ancaman kesehatan yang nyata. Berbagai penyakit mulai berdatangan, dan salah satu yang paling sering menyerang adalah ISPA.
Baca Juga: Riset Halodoc: ISPA Jadi Penyakit yang Paling Banyak Menyerang Karyawan Indonesia
Meskipun penyebarannya terbilang mudah, ternyata ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena ISPA, lo.
Di samping itu, Anda juga perlu mengenali gejala-gejalanya sejak dini yang menjadi langkah penting agar deteksi dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga dampak buruk ISPA dapat dicegah.
Berikut faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadi ISPA, sebagaimana dikutip dari www.alodokter.com:
1. Balita dan lansia
Anak yang berusia di bawah 5 tahun dan lansia memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Sehingga, mereka lebih rentan terkena infeksi.
Apalagi penyebaran ISPA di antara anak-anak berlangsung secara cepat. Karena biasanya anak-anak sering berada di antara keramaian dan berkumpul dengan anak-anak yang lain.
Di samping itu, anak-anak juga belum sepenuhnya sadar tentang pentingnya kebersihan. Sehingga, kuman penyebab ISPA bisa dengan mudahnya menular.
Baca Juga: 6 Daftar Penyakit Serius Akibat Paparan Asap Kebakaran Hutan yang Harus Diwaspadai
2. Imunitas tubuh yang lemah
Memiliki imunitas tubuh yang baik sangatlah penting untuk melindungi diri dari serangan virus atau bakteri yang membawa penyakit.
Jika imunitas lemah, maka virus dan bakteri bisa dengan mudah masuk ke tubuh. Termasuk risiko terkena ISPA pun juga akan meningkat.
3. Menderita penyakit jantung dan paru-paru
Faktor risiko yang bisa meningkatkan penyakit ISPA berikutnya adalah orang yang menderita penyakit jantung dan paru-paru.
Bagi seseorang yang pernah mengalami penyakit jantung atau paru-paru, maupun tengah mengalami gangguan tersebut, maka harus berhati-hati. Karena ISPA lebih sering terjadi pada penderita tersebut.
Baca Juga: Tak Cuma Ganggu Pernapasan, Polusi Udara juga Ganggu Kesehatan Kulit
4. Sering terpapar polusi udara
Hati-hati juga jika Anda sering terpapar polusi udara. Termasuk paparan asap dari kebakaran hutan. Hal ini bisa meningkatkan risiko terkena ISPA.
Zat beracun yang ada di dalam polusi jika terhirup dan mengendap di saluran pernapasan bagian atas akan sangat berbahaya.
Untuk jangka panjangnya, zat itu akan mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan ISPA.
5. Perokok aktif dan pasif
Tak hanya perokok aktif saja, tapi perokok pasif juga memiliki risiko terkena ISPA.
Perokok memiliki risiko mengalami gangguan fungsi paru dan saluran pernapasan. Mereka juga rentan menderita ISPA dan biasanya cenderung sulit untuk sembuh.
Baca Juga: Pernapasan Lebih Baik, 3 Manfaat Dehumidifier yang Ubah Kualitas Udara
Gejala ISPA
Gejala ISPA biasanya berlangsung selama 1 hingga 2 minggu. Gejala yang muncul bisa terjadi di saluran pernapasan atas dan bawah dengan gejala yang berbeda.
Gejala ISPA di saluran pernapasan atas:
- Bersin
- Batuk
- Pilek
- Hidung tersumbat
- Demam
- Sakit kepala
- Mudah lelah
- Sakit tenggorokan
- Mengi
- Pembesaran kelenjar getah bening di leher
Gejala ISPA di saluran pernapasan bawah:
- Sesak napas
- Batuk berdahak
- Demam
Itulah penjelasan tentang faktor risiko ISPA dan gejalanya yang perlu Anda ketahui agar bisa melakukan tindakan pencegahan maupun melakukan tindakan yang tepat agar tidak semakin parah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News