M O M S M O N E Y I D
Bugar

Waspada Asap & Polusi! Kenali Faktor Risiko ISPA serta Gejalanya Lebih Dini, yuk

Waspada Asap & Polusi! Kenali Faktor Risiko ISPA serta Gejalanya Lebih Dini, yuk
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut menjadi sorotan belakangan ini ketika kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan masih belum sepenuhnya padam hingga hari ini.

Asap yang membubung tinggi tidak hanya mengganggu aktivitas warga di sekitar, tetapi juga menyeberang ke negara tetangga, menciptakan selimut kelabu yang mencekik pemandangan dan udara. 

Di balik pekatnya asap yang menghalangi jarak pandang, tersembunyi ancaman kesehatan yang nyata. Berbagai penyakit mulai berdatangan, dan salah satu yang paling sering menyerang adalah ISPA.

Baca Juga: Riset Halodoc: ISPA Jadi Penyakit yang Paling Banyak Menyerang Karyawan Indonesia

Meskipun penyebarannya terbilang mudah, ternyata ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena ISPA, lo. 

Di samping itu, Anda juga perlu mengenali gejala-gejalanya sejak dini yang menjadi langkah penting agar deteksi dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga dampak buruk ISPA dapat dicegah.

Berikut faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadi ISPA, sebagaimana dikutip dari www.alodokter.com:

1. Balita dan lansia

Anak yang berusia di bawah 5 tahun dan lansia memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Sehingga, mereka lebih rentan terkena infeksi.

Apalagi penyebaran ISPA di antara anak-anak berlangsung secara cepat. Karena biasanya anak-anak sering berada di antara keramaian dan berkumpul dengan anak-anak yang lain.

Di samping itu, anak-anak juga belum sepenuhnya sadar tentang pentingnya kebersihan. Sehingga, kuman penyebab ISPA bisa dengan mudahnya menular.

Baca Juga: 6 Daftar Penyakit Serius Akibat Paparan Asap Kebakaran Hutan yang Harus Diwaspadai

2. Imunitas tubuh yang lemah

Memiliki imunitas tubuh yang baik sangatlah penting untuk melindungi diri dari serangan virus atau bakteri yang membawa penyakit.

Jika imunitas lemah, maka virus dan bakteri bisa dengan mudah masuk ke tubuh. Termasuk risiko terkena ISPA pun juga akan meningkat.

3. Menderita penyakit jantung dan paru-paru

Faktor risiko yang bisa meningkatkan penyakit ISPA berikutnya adalah orang yang menderita penyakit jantung dan paru-paru.

Bagi seseorang yang pernah mengalami penyakit jantung atau paru-paru, maupun tengah mengalami gangguan tersebut, maka harus berhati-hati. Karena ISPA lebih sering terjadi pada penderita tersebut.

Baca Juga: Tak Cuma Ganggu Pernapasan, Polusi Udara juga Ganggu Kesehatan Kulit

4. Sering terpapar polusi udara

Hati-hati juga jika Anda sering terpapar polusi udara. Termasuk paparan asap dari kebakaran hutan. Hal ini bisa meningkatkan risiko terkena ISPA.

Zat beracun yang ada di dalam polusi jika terhirup dan mengendap di saluran pernapasan bagian atas akan sangat berbahaya.

Untuk jangka panjangnya, zat itu akan mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan ISPA.

5. Perokok aktif dan pasif

Tak hanya perokok aktif saja, tapi perokok pasif juga memiliki risiko terkena ISPA.

Perokok memiliki risiko mengalami gangguan fungsi paru dan saluran pernapasan. Mereka juga rentan menderita ISPA dan biasanya cenderung sulit untuk sembuh. 

Baca Juga: Pernapasan Lebih Baik, 3 Manfaat Dehumidifier yang Ubah Kualitas Udara

Gejala ISPA

Gejala ISPA biasanya berlangsung selama 1 hingga 2 minggu. Gejala yang muncul bisa terjadi di saluran pernapasan atas dan bawah dengan gejala yang berbeda.

Gejala ISPA di saluran pernapasan atas:

  • Bersin
  • Batuk
  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mudah lelah
  • Sakit tenggorokan
  • Mengi
  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher

Gejala ISPA di saluran pernapasan bawah:

  • Sesak napas
  • Batuk berdahak
  • Demam

Itulah penjelasan tentang faktor risiko ISPA dan gejalanya yang perlu Anda ketahui agar bisa melakukan tindakan pencegahan maupun melakukan tindakan yang tepat agar tidak semakin parah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

3 Jenis Suplemen yang Sebaiknya Dihindari, Nomor 1 Jadi Favorit Banyak Orang!

Berniat untuk mencoba suplemen? Ketahui dulu 3 jenis suplemen yang sebaiknya dihindari berikut ini, Moms.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/11), Hujan Lebat Siram 26 Provinsi Berikut

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok 6 November dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi ini.

Ada Potensi Kabut Asap, Simak Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Besok (6/11)

BMKG memprakirakan cuaca besok di wilayah Sulawesi Selatan akan cukup beragam termasuk kabut asap pada Jumat (6/11).

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Jumat (6/11), Mayoritas Berawan dan Suhu Capai 35°C

BMKG merilis prakiraan cuaca besok di Jawa Timur Jumat (6/11), mayoritas wilayah diprediksi berawan dengan suhu diperkirakan mencapai 35°C.

Promo Alfamart Home Care 1-15 November 2026, SoSoft-Mama Lemon Diskon hingga 50%

Manfaatkan promo Alfamart Home Care periode 1-15 November 2026 untuk belanja hemat kebutuhan rumah tangga.

Sering Ngemil untuk Memperbaiki Mood? Kenali Kebiasaan Hedonic Eating

Saat stres atau lelah, sebagian orang mencari kenyamanan lewat makanan. Kebiasaan hedonic eating perlu dikenali agar tidak mengganggu pola makan.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Jumat (6/11), Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

BMKG memprakirakan cuaca besok di sejumlah wilayah Jawa Tengah diguyur hujan ringan pada Jumat (6/11). Simak daftar daerah dan prakiraan suhunya.

Hasil Korea Open 2026: Cuma Ginting dan Dhinda ke Perempatfinal, 4 Lainnya Tumbang

Hasil Korea Open 2026 babak 16 besar, Kamis (5/10), hanya dua wakil Indonesia yan melenggang ke perempatfinal.

Angka Timbangan Turun Belum Tentu Diet Berhasil, Perhatikan Hal Ini

Punya berat badan ideal bukan berarti kondisi tubuh sudah sehat. Yuk, kenali hal lain yang perlu diperhatikan selain angka timbangan.

Waspadai Sejumlah Titik Hujan, Pantau Prediksi Cuaca di Jawa Barat Besok Jumat (6/11)

Sejumlah wilayah di Jawa Barat diperkirakan akan dilanda hujan ringan, simak prakiraan cuaca besok Jumat (6/11).