M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Wahana Visi Indonesia Sampaikan Tiga Rekomendasi Proses Pelaporan Kekerasan Anak

Wahana Visi Indonesia Sampaikan Tiga Rekomendasi Proses Pelaporan Kekerasan Anak
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Wahana Visi Indonesia (WVI), organisasi kemanusiaan perlindungan anak, bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KemenPPPA RI) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya bertajuk “Dari Riset Anak Menuju Kebijakan dan Layanan Ramah Anak”. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem perlindungan anak, khususnya dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual terhadap anak dengan memastikan suara dan pengalaman anak menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan dan layanan perlindungan anak.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) 2025, terdapat 11.049 kasus kekerasan seksual terhadap anak.  Kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada kesehatan fisik, mental, perkembangan sosial, pendidikan, serta kesejahteraan anak dalam jangka panjang. 

Meskipun berbagai kebijakan dan layanan telah tersedia untuk menekan angka kekerasan seksual terhadap anak, masih banyak yang menghadapi hambatan dalam mengakses layanan perlindungan, termasuk proses pelaporan dan rujukan kasus yang aman dan ramah anak. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, WVI bersama para pemangku kepentingan menghadirkan forum yang mempertemukan anak, pemerintah, lembaga layanan, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, dan mitra perlindungan anak lainnya guna membahas hasil riset yang dilakukan oleh anak serta merumuskan langkah-langkah perbaikan sistem perlindungan anak. 

Baca Juga: Anak Paling Rentan DBD, IDAI Dorong Vaksinasi Dini sebagai Perlindungan Komprehensif

Berikut tiga poin utama yang menjadi fokus kegiatan ini:

1. Suara Anak Menjadi Dasar Penguatan Kebijakan dan Layanan

Melalui riset yang melibatkan anak sebagai peneliti maupun sumber informasi, berbagai pengalaman, kebutuhan, tantangan, dan harapan anak terhadap layanan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual berhasil dihimpun. Hasil riset tersebut menjadi masukan penting bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan kebijakan dan program yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak. 

2. Penguatan Mekanisme Pelaporan dan Rujukan yang Aman

Anak sering menghadapi rasa takut, stigma sosial, kurangnya informasi, hingga kekhawatiran terhadap kerahasiaan saat melaporkan kasus kekerasan. Oleh karena itu, kegiatan ini mendorong pengembangan mekanisme pelaporan dan rujukan yang menjamin aksesibilitas, kerahasiaan, keselamatan, non-diskriminasi, dan kepentingan terbaik anak. Mekanisme yang aman dan berpusat pada anak menjadi kunci untuk memastikan anak korban memperoleh perlindungan dan layanan yang dibutuhkan tanpa mengalami reviktimisasi. 

3. Kolaborasi Multipihak untuk Memperkuat Kebijakan dan Penganggaran Perlindungan Anak

Diseminasi hasil riset dan lokakarya ini menjadi ruang dialog antara anak, pemerintah, lembaga layanan, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, dan pihak terkait lainnya. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam kebijakan maupun layanan serta menyusun rekomendasi perbaikan yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. 

Bryan dan Aulia mewakili 35 peneliti anak yang berasal dari wilayah dampingan WVI menyampaikan dari hasil penelitian mereka, bahwa 96 % anak pernah mendengar tentang kekerasan seksual terhadap anak, 39,5 % belum pernah mendengar tentang UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, 65,25% anak tidak mengetahui siapa yang membiayai layanan layanan perlindungan anak. 

Dalam riset temuan tersebut anak-anak juga merekomendasikan agar isu kekerasan seksual, Undang-undang TPKS, serta mekanisme rujukan menjadi bahan edukasi kepada anak-anak termasuk di sekolah dengan materi yang mudah dipahami oleh anak. 

Baca Juga: Cari Aktivitas Seru Bareng Anak? Ada Kegiatan Menghias Cupcake dari Mako

Yacobus Runtuwene, Technical Sector Director Wahana Visi Indonesia, menyampaikan salah satu prinsip penting dalam perlindungan anak adalah bahwa anak bukan sekadar penerima manfaat, tetapi pemegang hak yang suaranya harus didengar dan dihargai. 

"Karena itulah, riset yang menjadi dasar pertemuan kita hari ini memiliki makna yang sangat strategis. Child-led research (CLR) ini merupakan inisiatif WVI setiap tahun yang melibatkan anak sebagai peneliti maupun sumber informasi untuk menggali pandangan mereka mengenai pelayanan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual terhadap anak," jelas Yacobus dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11). 

Titi Eko Rahayu selaku Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menuturkan kegiatan ini diharapkan dapat menjembatani antara hasil riset dan kebijakan serta perbaikan layanan perlindungan anak di Indonesia. 

Tentunya riset seperti ini hanya akan memberikan manfaat yang besar apabila temuan dan rekomendasinya dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan, program, standar layanan, mekanisme pelaporan dan rujukan, maupun perbaikan terhadap tata kelola perlindungan anak yang sudah ada. 

"Oleh karena itu, saya berharap hasil Child-Led Research (CLR) dan Risalah Kebijakan yang akan disampaikan pada hari ini dapat menjadi bahan refleksi bersama bagi pemerintah, lembaga layanan, masyarakat sipil, sekolah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan dalam penguatan mekanisme pelaporan dan rujukan yang lebih aman dan ramah anak," jelas Titi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

IHSG di Akhir Pekan (6/11) Menguat 0,40% ke level 5.050

IHSG kembali sentuh level 5.000. Jumat (6/11), IHSG naik 20,17 poin atawa 0,40% ke level 5.050        

5 Tanda Tubuh Butuh Detox dengan Segera, Jerawatan hingga Sulit Berkonsentrasi

Ada 5 tanda tubuh butuh detox yang wajib Anda tahu. Salah satunya mudah lupa, cari tahu informasi selengkapnya di sini.

Guardian Buka Toko Grab-and-Go Pertama di JPM Dukuh Atas, Ada Promo Lo!

Penambahan gerai Guardian Indonesia sebagai langkah dan upaya untuk lebih mendekatkan diri ke para konsumen mereka. 

Ingin Berakhir Pekan di Jawa Timur? Cek Prakiraan Cuaca Sabtu (7/11) dan Lusa

MKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada akhir pekan didominasi berawan dan udara kabur. Sementara itu, suhu tertinggi diprediksi mencapai 39°C.

Awas Gaya Hidup! Ini 6 Penyebab Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan Anak Muda

Mulai dari pola diet hingga obesitas, kenali pemicu kanker usus besar yang mengintai siapa saja. Ubah gaya hidup Anda sekarang sebelum terlambat!

Suka Ngemil tapi Takut Gemuk? Ini Tips Mengolah Kentang Goreng Ramah Diet, Coba yuk

Jangan eliminasi camilan favoritmu dulu! Terapkan tips mengolah kentang goreng sehat ini agar camilan tetap gurih, renyah, dan aman bagi tubuh.

Jawa Tengah Akhir Pekan ini Diprediksi Berawan, Cek Wilayahnya

BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Jawa Tengah berawan pada Sabtu (7/11) dan (8/11), tetapi sebagian wilayah akan cerah dan hujan ringan.

Ada Koleksi Boneka Anyar Bertema Pegunungan Himalaya dari Ikea

Boneka hewan anyar Ikea  itu punya beragam karakter satwa seperti panda merah, macan tutul salju, harimau Bengal dan lainnya.

Ampuh Lunturkan Lemak Tubuh! Ini 5 Rekomendasi Teh untuk Menurunkan Berat Badan Anda

Coba rutin minum teh ini untuk menurunkan berat badan yang terbukti ampuh bantu membakar lemak secara alami dan sehatkan tubuh.

Promo Hypermart Daily Fresh 6-12 November 2026, Aneka Sosis dan Bakso Beli 1 Gratis 1

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Daily Fresh periode 6-12 November 2026 untuk belanja aneka frozen food.