MOMSMONEY.ID - Berdasarkan analisis BMKG, fenomena El Nino bakal bertahan hingga awal 2027. Peluang intensitasnya 75% dengan kategori sangat kuat.
"Fenomena El Nino ini berdampak langsung terhadap berkurangnya curah hujan di sebagian besar Indonesia setidaknya hingga Oktober 2026," ungkap BMKG di akun Instagramnya, Selasa (28/7).
Saat ini, BMKG menyebutkan, 72,8% wilayah Indonesia atau 509 zona musim sudah masuk musim kemarau.
BMKG memprediksikan, puncak musim kemarau berlangsung pada Juli-September 2026. Meski demikian, tidak semua wilayah mengalami puncak kemarau pada Waktu yang sama.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Kekeringan Meteorologis: 3 Provinsi Ini Berstatus Awas!
Berikut jadwal puncak musim kemarau 2026:
Juli (12,26% wilayah Indonesia)
- Sebagian Sumatra
- Sebagian kecil Kalimantan dan Jawa
- Nusa Tenggara Timur bagian Selatan
- Sulawesi Barat bagian Utara
- Sulawesi Tengah bagian Barat
- Sebagian kecil Maluku
- Papua Barat Daya bagian Selatan
- Papua Barat bagian Tengah
- Papua bagian Timur
Agustus (48,84% wilayah Indonesia)
- Sumatra bagian Tengah
- Sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat
- Sebagian Nusa Tenggara Timur
- Sebagian besar Kalimantan
- Sebagian Sulawesi
- Sebagian Maluku dan Maluku Utara
- Sebagian besar Pulau Papua
Baca Juga: Kulit Kering Akibat Kemarau? Terapkan 6 Tips Ini dan Rasakan Bedanya
September (25,41% wilayah)
- Kepulauan Bangka Belitung
- Sebagian besar Sumatra Selatan
- Lampung
- Sebagian kecil Jawa
- Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan bagian Selatan
- Sebagian besar Sulawesi
- Sebagian Maluku
- Sebagian besar Maluku Utara
- Papua Pegunungan bagian Tengah
"Bagi masyarakat yang wilayahnya sudah mengalami musim kemarau, agar menghemat air dan menggunakannya dengan bijak," imbau BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News