MOMSMONEY.ID - Bidang usaha koperasi sejatinya tidak melulu berurusan dengan simpan pinjam anggota. Ada beragam sektor yang bisa dijajaki oleh setiap koperasi.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono pun mendorong koperasi bisa bergerak di ragam sektor. Bisa sektor produksi, sektor distribusi, bahkan bisa masuk ke sektor industri dan keuangan.
Hal tersebut diungkapkan saat menghadiri Pekan Expo K-UMKM Dalam Rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu Timur, Jumat malam (9/10).
Menkop Ferry berharap di sektor produksi, seluruh peternak, petani, nelayan harus memiliki koperasi. Dalam sejarahnya banyak sekali koperasi-koperasi petani, nelayan, peternak punya koperasi yang besar.
Kemudian, koperasi yang fokus di distribusi mempunyai gudang-gudang. Selain itu koperasi juga masuk ke sektor industri. Di sektor ini, kata Ferry, koperasi punya pabrik-pabrik.Misalnya gabungan koperasi batik Indonesia memiliki banyak sekali pabrik-pabrik dan juga pabrik-pabrik garmen.
Baca Juga: Yuk Mengenal Koperasi Berlisensi dengan yang Abal-Abal alias Bodong
“Lalu, di keuangan. Jadi koperasi merupakan badan usaha yang bisa masuk ke sektor-sektor besar,” ujar Menkop dalam keterangan, Senin (12/10).
Karena itu, Menkop berharap koperasi bisa memberikan andil bagi perekonomian nasional dan bisa menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi secara nasional.
Selain itu, Menkop juga membahas tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang didirikan oleh Presiden Prabowo. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki fungsi, di antaranya menyalurkan barang-barang subsidi dan barang-barang yang lain-lainnya. Barang-barang yang subsidi ini adalah pupuk, gas LPG 3 kg, kemudian beras, minyak goreng.
Baca Juga: Beberapa Langkah Supaya Koperasi Bisa Naik Kelas
Kemudian fungsi selanjutnya, kata Menkop, KDKMP ini akan menjadi off-taker, seperti menyerap, menampung hasil produk masyarakat di desa-desa dan kelurahan. Contohnya, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kerajinan, peternakan, perikanan, bahkan produk-produk UMKM.
“Semoga Sulawesi Selatan ini bisa dijadikan pilot project kegiatan off-taker penyediaan alat mesin bagi kegiatan pasca panen, pasca produksi seluruh hasil produk masyarakat, desa-desa dan kelurahan se-Sulawesi Selatan,” ujar Menkop.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News