MOMSMONEY.ID - Moms, perlu diingat koperasi yang ada di Indonesia tidak hanya berlabel Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMK atau Koperasi Merah Putih) saja lo. Ada banyak koperasi yang sudah beroperasi di Indonesia.
Catatan Kementerian Koperasi, secara total dari data terbaru ada sebanyak 222.462 koperasi aktif. Dari total jumlah tersebut, Koperasi Merah Putih langsung mengambil peran sebagai koperasi terbanyak dengan lebih dari 82.000 koperasi yang sudah terdaftar.
Sisanya, berdasarkan jenis koperasi adalah ada koperasi jasa, konsumen, pemasaran, produsen, dan koperasi simpan pinjam.
Persoalannya, di sekitar tempat tinggal kita, pasti terselip papan nama koperasi. Nah, untuk bisa menentukan apakah koperasi tersebut atau lainnya yang kerap Moms mendapat penawaran jasa atau produk koperasi berkualitas alias tidak abal-abal, berikut tip untuk membedakannya.
Baca Juga: Beberapa Langkah Supaya Koperasi Bisa Naik Kelas
Yakni tujuh kriteria apakah sebuah koperasi layak dipercaya atau justru perlu dihindari berdasarkan kriteria dari Kementerian Koperasi.
Perhatikan bunga simpanan
Menurut Kementerian Koperasi, tingkat suku bunga simpanan dari koperasi yang tepercaya adalah maksimal 9% saja per tahunnya. Jika ada koperasi yang menawarkan simpanan bunga di atas 9%, berhati-hatilah Moms untuk menghindari koperasi tersebut.
Perhatikan bunga pinjaman
Koperasi yang kredibel biasanya bakal memberi bunga pinjaman maksimal 24% per tahunnya. Sedangkan koperasi yang jangan dipercaya, dan ini yang wajib menjadi perhatian Moms adalah langsung membanderol bunga pinjaman lebih dari 24% per tahun. Malah acap kali bunga pinjaman yang diberikan selalu berubah-berubah.
Transparansi laporan keuangan
Koperasi yang kridibel alias dipercaya biasanya memberikan laporan keuangan yang jelas, terbuka dan dapat diakses langsung oleh anggota Koperasi. Untuk koperasi kategori bodong, laporan keuangannya tidak jelas malah tidak tersedia sama sekali.
Perhatikan manajemen koperasi
Koperasi yang jelas struktur pengurusan dan tujuan pendiriannya biasanya dikelola oleh tim pengurus koperasi yang profesional dan kredibel. Sebaliknya koperasi yang tidak dipercaya, sudah pasti pengurusnya bermasalah.
Memperhatikan hak anggota
Koperasi yang benar sudah pasti memperhatikan para anggotanya. Termasuk juga memberikan hak partisipasi bagi para anggota koperasi dalam hal pengambilan keputusan. Koperasi abal-abal biasanya langsung mengambil keputusan tanpa melibatkan para anggotanya.
Program dan layanan yang jelas
Koperasi yang benar sudah pasti menyediakan layanan yang bermanfaat bagi seluruh anggotanya. Mulai dari layanan pinjaman, tabungan hingga adanya pelatihan kewirausahaan bagi seluruh anggota. Untuk koperasi karbitan, program dan layanan yang diberikan kerap tidak jelas dan merugikan bagi anggota.
Adanya pengawasan dan audit
Koperasi yang jelas dan punya perizinan bakal diawasi oleh Kementerian Koperasi atau Dinas Koperasi dari wilayah setempat. Tak hanya itu saja, koperasi tersebut juga wajib diaudit oleh Kantor Akuntan Publik saat merilis kinerja.
Sebaliknya, koperasi abal-abal bakal menghindari pengawasan dari instansi terkait, apalagi melibatkan Kantor Akuntan Publik dalam rilis kinerja keuangannya.
Itulah tujuh poin yang wajib Moms perhatikan jika ingin terlibat dalam koperasi untuk pengembangan usaha atau keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News