MOMSMONEY.ID - Memperluas bisnis ke pasar luar negeri bisa menjadi salah satu cara bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membuka peluang penjualan baru. Namun, menjangkau konsumen di negara lain bukan sekadar memasarkan produk yang sama ke wilayah berbeda. Pelaku usaha juga perlu memahami karakteristik pasar, menyesuaikan harga, serta menyiapkan strategi promosi yang tepat.
Pengalaman tersebut dirasakan Cindhera Rian Pangestika, pemilik merek CruCil Factory, yang mulai mengikuti Program Ekspor Shopee FLEXI sejak Juli 2025. Melalui program tersebut, CruCil Factory mulai menjangkau pasar Malaysia dan merasakan peningkatan penjualan.
Bagi pelaku usaha yang ingin mengikuti langkah serupa, memahami kebutuhan konsumen di negara tujuan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Produk yang diminati di pasar domestik belum tentu memiliki daya tarik yang sama di luar negeri. Karena itu, riset pasar menjadi bekal penting untuk menentukan strategi penjualan.
Pelaku UMKM juga perlu mempertimbangkan harga produk. Selain memperhitungkan biaya produksi dan keuntungan, penentuan harga perlu disesuaikan dengan kondisi pasar yang dituju agar produk tetap kompetitif.
"Sejak Juli 2025, CruCil Factory telah bergabung dalam Program Ekspor Shopee FLEXI dan kami merasa sangat senang dengan peningkatan penjualan yang kami dapatkan di pasar Malaysia," ujar Cindhera.
Selain harga, strategi promosi juga perlu disesuaikan dengan calon konsumen. Pelaku usaha perlu memahami cara menyampaikan keunggulan produk, memilih pendekatan pemasaran yang relevan, serta memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau pembeli di luar negeri.
Baca Juga: Bantu Dorong UMKM Lokal Makin Go Digital, Shopee Rilis 2 Fitur Baru
Pengelolaan operasional pun tak kalah penting. Ketika pasar bertambah, penjual perlu memastikan informasi produk, mulai dari deskripsi, foto, hingga harga tetap konsisten dan mudah diperbarui. Proses pengiriman juga perlu diperhitungkan agar produk dapat sampai ke tangan konsumen dengan baik.
Di sisi lain, pelaku UMKM tidak harus memahami seluruh dinamika pasar ekspor secara mandiri. Kesempatan mengikuti pelatihan, bertukar pengalaman dengan sesama penjual, hingga mempelajari pasar secara langsung dapat membantu mereka menyusun strategi yang lebih terarah.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai kolaborasi pemerintah, pihak swasta, dan mitra logistik penting untuk memperluas akses ekspor bagi produk lokal.
Fajarini mengatakan, perdagangan digital dapat membuka kesempatan bagi UMKM untuk menjangkau konsumen di luar negeri. Fleksibilitas dalam mengelola toko juga memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi penjualan dengan pasar yang dituju.
Sementara itu, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengatakan perluasan akses pasar perlu diiringi dengan penguatan kemampuan penjual. Menurut dia, pemahaman mengenai karakteristik konsumen, strategi operasional, dan promosi menjadi bekal penting bagi UMKM yang ingin mengembangkan bisnis lintas negara.
"Penguatan kapasitas ekspor tidak hanya berfokus pada pembukaan akses pasar semata, tetapi juga pendampingan dan inovasi teknologi yang berkelanjutan. Melalui kesiapan fitur dan program edukasi komprehensif, kami optimistis akan semakin banyak usaha lokal yang siap menavigasi pasar global dengan daya saing tinggi," jelas Balques.
Baca Juga: Shopee 11.11 Big Sale Tebar Flash Sale Rp 11 Ribu sampai Diskon Jumbo hingga 90%
Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Jalan Global Kreasi Lokal pada Selasa (27/10). Shopee Indonesia menggandeng Kementerian Perdagangan serta mitra logistik Anteraja dan JNE untuk memperkuat dukungan bagi UMKM yang ingin menjangkau pasar mancanegara.
Melalui program ini, destinasi Program Ekspor Shopee FLEXI diperluas ke Singapura, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam, melengkapi Malaysia yang telah tersedia sejak Juli 2025.
Shopee juga memperbarui fitur Dashboard Terintegrasi untuk membantu penjual menganalisis performa toko di setiap negara tujuan ekspor. Sementara itu, fitur Product Sync memungkinkan penjual memperbarui informasi, deskripsi, foto, dan harga produk secara otomatis di berbagai negara tujuan.
Selain dukungan teknologi dan logistik, Shopee menyelenggarakan tiga kelas pelatihan intensif pada Oktober 2026 yang diikuti lebih dari 1.500 penjual. Sebanyak 10 penjual terpilih dijadwalkan mengikuti Seller Immersion ke Malaysia pada 2–5 November 2026 untuk mempelajari tren konsumen, penentuan harga, serta strategi promosi di pasar tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News