MOMSMONEY.ID - Produk lokal mulai berkembang dan semakin mudah ditemukan di berbagai kanal digital. Mulai dari fesyen, makanan dan minuman, hingga produk perawatan tubuh, pelaku usaha lokal terus menghadirkan pilihan yang tidak kalah menarik dibanding produk impor.
Perkembangan tersebut juga terlihat dari semakin luasnya akses pasar bagi UMKM melalui ekosistem digital. Marketplace tidak hanya menjadi tempat untuk menjual produk, tetapi juga membuka kesempatan bagi brand lokal untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen di berbagai daerah, bahkan hingga pasar global.
Melihat tingginya minat masyarakat akan produk usaha lokal, Shopee kian gencar dan aktif memasarkan produk usaha keci mikro dan menengah (UMKM) lokal. Salah satu upaya untuk mendorong perkembangan produk lokal dilakukan melalui Shopee Pilih Lokal.
Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan, sejak tahun 2022, jumlah produk lokal yang terjual melalui kanal Shopee Pilih Lokal telah mencapai hingga 4 miliar produk.
Sepanjang semester pertama tahun 2026, Shopee juga telah menyalurkan dukungan senilai lebih dari Rp 100 miliar bagi usaha lokal, sebagai bagian dari upaya untuk membuka lebih banyak peluang bagi produk dalam negeri untuk tumbuh dan semakin berdaya saing di ekosistem digital.
"Ada 90 juta produk lokal berhasil menjangkau negara Asia Tenggara dan Amerika Latin dan produk lokal punya pasar," ucap Radynal dalam acara ASN Gemar Belanja Shopee Pilih Lokal di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (7/10).
Menurut Radynal, produk usaha lokal mampu berkembang sangat luas. Itulah mengapa Shopee ingin pengusaha UMKM tidak hanya bertahan, namun naik kelas, bertumbuh dan bersaing dengan produk mancanegara.
Baca Juga: Shopee Ajak Anak Muda Pakai Batik Lewat Festival Batik Nusantara
Shopee juga menyambut baik inisiatif Kementerian UMKM melalui Bazar ASN Gemar Belanja Lokal. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya Shopee untuk menyediakan ruang bagi produk lokal agar semakin dikenal dan diminati masyarakat Indonesia.
“Melanjutkan dukungan terhadap pertumbuhan usaha lokal, kami menyambut baik inisiatif Kementerian UMKM untuk menyediakan medium promosi yang dapat menggerakkan minat beli produk lokal melalui Bazar ASN Gemar Belanja Lokal yang juga menandai peluncuran Shopee Pilih Lokal,” kata Radynal.
Shopee juga membuka booth 11 brand lokal yang sebelumnya telah berhasil menjangkau pasar global melalui Program Ekspor Shopee dan Program Ekspor Shopee FLEXI.
Sejumlah brand fesyen lokal yang ikut serta antara lain Damakara, Hulm, Kasual Indonesia, dan Winod. Sementara dari kategori fesyen muslim terdapat Deenay Scarves dan Zenitha.
Tidak hanya fesyen, sejumlah brand makanan dan minuman seperti Arutala Coffee dan CAU Chocolates, serta brand perawatan tubuh Freshporia dan Project 1945, turut ambil bagian.
Selama bazar berlangsung, pengunjung juga dapat menikmati promo khusus melalui Shopee Live serta menggunakan voucher diskon yang disediakan untuk transaksi.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana menyebutkan, UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dapat terus berkembang.
Menurut dia, dukungan terhadap UMKM juga dapat dimulai dari pilihan belanja masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Dorong Istirahat Berkualitas, Shopee Bagikan Tips Tidur Lebih Nyaman
“Ketika produk Indonesia menjadi pilihan, kita ikut menciptakan pasar yang lebih kuat bagi pengusaha untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujar Temmy.
Ia menambahkan, melalui Bazar ASN Gemar Belanja Lokal, pemerintah ingin mendorong ASN menjadi bagian dari gerakan belanja produk lokal.
Temmy juga mengapresiasi sejumlah inovasi yang dihadirkan Shopee, termasuk Shopee Live Studio dan Kalkulator Biaya yang dinilai dapat membantu penjual memahami struktur biaya dalam menentukan harga jual.
Sekadar informasi, Shopee kembali membuat fitur kalkulator biaya yang memungkinkan penjual melakukan simulasi perhitungan berbagai komponen biaya di platform Shopee secara lebih transparan. Perhitungan tersebut mencakup Biaya Administrasi Penjual, Biaya Program Promosi Opsional, serta biaya lainnya.
Dengan mengetahui estimasi biaya sejak awal, pelaku UMKM dapat memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum menentukan harga jual produknya.
Fitur Kalkulator Biaya dapat diakses oleh seluruh penjual Shopee melalui seller centre > menu keuangan > kalkulator.
Selain itu, ada juga fitur Shopee Live Studio atau fitur live streaming yang dapat diakses langsung melalui Seller Centre tanpa membutuhkan aplikasi pihak ketiga.
Melalui fitur ini, penjual dapat mengatur katalog produk, voucher, hingga banner promosi untuk mendukung aktivitas live selling. Shopee Live Studio dapat diakses melalui seller centre > menu live & video > shopee live studio.
Radynal mengatakan, kedua fitur tersebut dihadirkan untuk membantu UMKM menghadapi kebutuhan bisnis yang semakin berkembang di ekosistem digital.
“Melalui fitur Kalkulator Biaya, penjual dapat memahami estimasi biaya dengan lebih transparan, sementara Shopee Live Studio menghadirkan ruang kreatif bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas konten livestreaming untuk menjangkau lebih banyak konsumen,” tutur Radynal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News