M O M S M O N E Y I D
AturUang

Tips Investasi Reksadana di Awal Tahun 2025

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID - Generasi muda mulai banyak yang melek investasi, salah satunya investasi lewat reksadana.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksadana di pasar modal Indonesia mencapai 12,3 juta per Oktober 2024, sekitar 94% dari total investor pasar modal.

Nah, jumlah ini mencerminkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan peningkatan lebih dari 115% sejak 2021.

Menariknya, di akhir tahun 2024 ini, hampir 54% dari investor pasar modal ini berasal dari generasi muda di bawah usia 30 tahun, yaitu millennial dan Gen Z. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya literasi keuangan dan semakin matangnya iklim investasi di Indonesia.

Reksadana menawarkan akses investasi yang fleksibel dan terjangkau bagi generasi muda yang ingin mulai berinvestasi meskipun dengan dana terbatas.

Seiring dengan itu, banyak program edukasi dan inovasi dari berbagai platform investasi yang mendukung peningkatan kesadaran akan pentingnya berinvestasi sejak dini.

Hal ini semakin memperkuat popularitas reksadana di kalangan generasi muda yang aktif memanfaatkan teknologi untuk mengelola keuangan mereka.

Baca Juga: Prospek Investasi Emas di Tahun 2025

Berikut adalah beberapa tips dari BRI Danareksa Sekuritas untuk memaksimalkan potensi keuntungan investasi reksa dana :

1. Diversifikasi investasi: Sebarkan dana ke berbagai jenis reksa dana untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang pertumbuhan.

2. Kelola portofolio dengan fleksibilitas: Gunakan teknologi untuk membeli dan menjual reksa dana kapan saja sesuai dengan kebutuhan, sehingga portofolio tetap optimal.

3. Ikuti tren pasar: Memanfaatkan informasi pasar terbaru untuk menangkap peluang investasi yang tepat waktu.

4. Tingkatkan buying power: Cari solusi yang memberikan daya beli tambahan sehingga dapat berinvestasi lebih maksimal tanpa harus menunggu dana baru.

BRI Danareksa Sekuritas memahami tantangan dalam berinvestasi di pasar modal, terutama bagi generasi muda yang baru memulai perjalanan investasi mereka.

Untuk itu, aplikasi BRIGHTS dari BRI Danareksa Sekuritas menghadirkan fitur SMARTINVEST, solusi investasi reksadana yang memungkinkan nasabah untuk mengelola investasi dengan lebih fleksibel dan otomatis.

Fitur SMARTINVEST memungkinkan nasabah untuk mengaktifkan pembelian reksadana secara otomatis dengan dana yang mengendap di Rekening Dana Nasabah (RDN), dan memanfaatkan dana idle untuk investasi di reksadana pasar uang.

Lebih menariknya, fitur SMARTINVEST Extra Buying Power memberikan tambahan buying power hingga tiga kali lipat dari nilai investasi reksadana nasabah, memungkinkan mereka untuk membeli saham dengan lebih banyak daya beli tanpa harus menunggu dana baru.

Ini memberi nasabah fleksibilitas lebih besar dalam berinvestasi dan mengoptimalkan potensi keuntungan dari portofolio mereka.

Baca Juga: Tahun Baru, Harga Emas Pegadaian Jenis Antam dan UBS Kompak Turun Rp 14.000

Fifi Virgantria, Direktur Retail & Information Technology BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, generasi muda kini semakin menyadari pentingnya investasi untuk masa depan mereka dan tidak ingin ketinggalan tren yang berkembang pesat.

Dengan fitur SMARTINVEST, perusahaan memberikan kemudahan dan fleksibilitas untuk berinvestasi, sambil menawarkan tambahan buying power yang memungkinkan mereka meraih peluang keuntungan lebih besar dengan cepat.

"Kini, semakin banyak anak muda yang memanfaatkan kesempatan ini, karena mereka tahu bahwa jika tidak segera bergerak, mereka bisa kehilangan potensi besar yang ditawarkan oleh pasar investasi," katanya.

Laksono Widodo, Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, menambahkan, peluncuran SMARTINVEST memberikan kesempatan luar biasa bagi para investor untuk mengoptimalkan potensi investasi mereka dengan cara yang lebih fleksibel dan efisien.

Termasuk mengoptimalkan target tahap awal 15%-20% dari total dana idle di RDN Nasabah saat ini, yang dapat memberikan manfaat finansial jangka panjang bagi mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Garmin Run 2026 Jadi Ruang Pelari Bertumbuh, dari 5K hingga Half Marathon

​Garmin Run Indonesia 2026 mengajak 8.000 pelari menikmati proses berkembang, dari langkah pertama hingga menuntaskan half marathon.

Mahasiswa Ternyata Bisa Jadi Peneliti Sebelum Lulus, Ini Contohnya

​Belum lulus kuliah, mahasiswi i3L University Bianca Haidi sudah mengembangkan riset di sejumlah negara.

Roemah Koffie Luncurkan Kopi Bercitarasa Fruity dan Juicy Bertajuk Cing Cangkeling

Roemah Koffie meluncurkan premium roasted coffee beans terbaru yang bertajuk Cing Cangkeling, kopi single origin yang berasal dari Mandalagiri. 

Spotify Rilis Pengaturan Baru biar Musik Anak Tak Pengaruhi Rekomendasi Orang Tua

Fitur baru Spotify memungkinkan orang tua menjaga musik anak dan keluarga agar tidak memengaruhi rekomendasi personal mereka.

Promo Alfamidi Ngartis 16-30 September 2026, Beli 1 Gratis 1 Pepsodent Aneka Varian

Cek promo Alfamidi Ngartis periode 16-30 September 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

Vitamin B Complex Punya Efek Luar Biasa: Risiko Gula Darah Turun 11%

Asupan vitamin Complex, khususnya B6 mampu menekan risiko diabetes hingga 11%. Simak aturan konsumsi vitamin B complex yang tepat agar tak keliru.

Pakai Softlens Jangan Asal, Ini Tips dari Pinkrabbit Lens​

Cara merawat dan menggunakan softlens menjadi faktor penting agar tetap nyaman saat dipakai beraktivitas.​

Bahaya Kolesterol Tinggi saat Hamil Picu Preeklamsia, Bumil Wajib Waspada

Pengelolaan kolesterol saat hamil tidak boleh sembarangan. Intip langkah aman dari dokter untuk cegah komplikasi persalinan.

Cukupi Kebutuhan Air Minum, Dehidrasi Berdampak Buruk pada Penyakit Asam Urat

Ginjal menyaring 70% asam urat tubuh, tetapi butuh cukup cairan. Simak jenis minuman terbaik untuk cegah serangan nyeri asam urat Anda.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.628.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 25.000

Harga emas Antam naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.628.000 per gram, sementara buyback melonjak Rp25.000 per gram.