M O M S M O N E Y I D
Bugar

Tes Kesehatan Otak Mudah dengan Aplikasi BrainEye

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - BrainEye, perusahaan health-tech asal Australia, bersiap meluncurkan teknologi inovatifnya di Indonesia. BrainEye akan menawarkan solusi berbasis AI yang bisa digunakan melalui smartphone untuk menilai fungsi otak secara cepat dan akurat.

Legenda sepak bola sekaligus Brand Ambassador BrainEye Emmanuel Petit, juara Piala Dunia FIFA 1998 dan UEFA European Champion bersama Prancis, memiliki tugas untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan otak dan keselamatan dari cedera kepala dalam olahraga.

Kehadiran BrainEye di Indonesia menjadi langkah maju dalam menyediakan pemantauan kesehatan otak secara real-time guna mendukung transformasi kesehatan digital dan komitmen Indonesia terhadap perawatan preventif.

Aplikasi BrainEye adalah alat skrining kesehatan otak yang terjangkau, cepat, dan akurat, tanpa memerlukan perangkat keras yang mahal. Dalam waktu kurang dari 40 detik, pengguna dapat memperoleh gambaran kesehatan otaknya serta tren perkembangan kondisi otak dari waktu ke waktu.

Dengan lebih dari 120.000 tes yang telah dilakukan di seluruh dunia, BrainEye adalah perangkat medis Kelas 1M yang tidak invasif. Berbeda dengan pesaingnya, teknologi BrainEye telah teruji dan divalidasi secara klinis terhadap perangkat medis standar emas.

Di inti inovasi BrainEye terdapat teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning. Semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin akurat dan personal hasil yang diberikan aplikasi ini.

Model machine learning BrainEye terus berkembang dengan setiap tes yang dilakukan, menjadikannya semakin presisi dan dapat diandalkan seiring waktu.

Baca Juga: Good Doctor dan Kemenkes Sampaikan Inisiatif Kesehatan di Health Tech Summit 2024

AI bukan hanya bagian dari kesuksesan BrainEye saat ini, tetapi juga menjadi kunci evolusi masa depan BrainEye dalam teknologi kesehatan otak.

Steven Barrett, Chief Operating Officer BrainEye, menyatakan, misi BrainEye adalah merevolusi perawatan neurologis dan keselamatan olahraga dengan teknologi berbasis AI yang mudah diakses.

Indonesia adalah pasar yang berkembang pesat dengan peningkatan kesadaran akan kesehatan otak, performa olahraga, dan layanan kesehatan digital.

Steve melihat ini sebagai peluang besar untuk memberikan dampak nyata melalui kemitraan strategis—dengan Austrade, otoritas kesehatan Indonesia, dan organisasi olahraga.

"Kami terus mengembangkan aplikasi ini, termasuk memperluas ke pasar baru," kata Steve, Senin (24/3)

"Dengan masuk ke Indonesia, kami tidak hanya menawarkan aplikasi kesehatan otak inovatif, tetapi juga berinvestasi dalam masa depan perawatan preventif, keselamatan atlet, dan aksesibilitas kesehatan digital di wilayah ini," ujarnya.

AI dan machine learning memainkan peran penting dalam aplikasi BrainEye dan akan semakin signifikan di masa depan. Semakin banyak data yang BrainEye miliki, semakin baik kinerja aplikasi ini.

Baca Juga: Mudahkan Pekerjaan Tenaga Kesehatan Dengan Aplikasi Mobile

Model machine learning BrainEye terus berkembang dengan setiap tes yang dilakukan aplikasi, membuat algoritma semakin akurat dan dapat diandalkan.

BrainEye memiliki aplikasi luas di berbagai industri, termasuk dalam keselamatan olahraga, neurologi klinis, kesehatan mental, dan perawatan lansia. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk lebih memahami kondisi kesehatan otak mereka dengan deteksi dini yang proaktif, sebelum gejala fisik muncul.

Dengan 1 dari 3 orang atau sekitar 2,6 miliar orang di seluruh dunia diperkirakan mengalami gangguan neurologis, serta hingga 75% kasus yang tidak terdiagnosis, BrainEye menawarkan solusi skalabel untuk mengurangi kasus yang tidak terdeteksi.

Associate Professor Joanne Fielding, Chief Scientific Officer BrainEye, menjelaskan, gangguan neurologis sering kali baru terdiagnosis pada tahap akhir, setelah terjadi penurunan fungsi atau perilaku yang signifikan.

BrainEye memungkinkan deteksi dan intervensi lebih awal, mengurangi beban penyakit, biaya perawatan kesehatan, dan ketergantungan jangka panjang. Manfaat BrainEye tidak hanya dirasakan oleh pasien. Bagi para caregiver, intervensi dini mengurangi beban perawatan pribadi.

Tenaga medis mendapat manfaat dari berkurangnya tekanan pada sistem kesehatan yang sudah kewalahan. Sementara masyarakat memperoleh keuntungan dari peningkatan produktivitas, penurunan kebutuhan perawatan jangka panjang, dan pengurangan biaya kesehatan publik.

"BrainEye adalah tentang menyediakan alat yang proaktif dan berbasis sains untuk semua orang," ungkap Joanne.

Baca Juga: 4 Aplikasi Olahraga Gratis Download agar Lebih Sehat di Tahun 2025

BrainEye juga merevolusi skrining gegar otak dalam olahraga. Tes SCAT tradisional masih bergantung pada observasi subjektif dan umumnya hanya digunakan setelah gejala muncul.

Sebaliknya, BrainEye menyediakan data objektif dan real-time yang terbukti tiga kali lebih dapat direproduksi dibanding SCAT.

Dalam uji klinis dengan atlet AFL elit, BrainEye mencapai tingkat sensitivitas 100% dan spesifisitas 85%, berhasil mengidentifikasi pemain yang didiagnosis mengalami gegar otak melalui data pergerakan mata yang abnormal.

Lebih jauh, BrainEye dapat diintegrasikan dengan protokol gegar otak yang sudah ada, memberikan wawasan berbasis data secara real-time kepada tim medis klub.

Teknologi ini sangat penting bagi 95% atlet yang bukan profesional dan tidak memiliki akses langsung ke tenaga medis, sehingga dapat meningkatkan keselamatan di sekolah, akademi, dan klub olahraga komunitas.

Emmanuel Petit, legenda sepak bola pemenang Piala Dunia dan Brand Ambassador BrainEye, mengatakan, dalam sepak bola dan dalam kehidupan, melindungi otak adalah segalanya.

"Sepanjang karier saya, kemampuan mengambil keputusan dengan cepat adalah segalanya. Saya harus berada dalam performa terbaik, baik di dalam maupun di luar lapangan," kata Emmanuel. 

Dalam budaya sepak bola yang dinamis seperti di Indonesia, di mana olahraga ini berkembang pesat dan banyak talenta muda bermunculan di seluruh negeri, BrainEye memberikan alat bagi para atlet dan pelatih untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan lebih aman.

Baca Juga: Kemenkes Integrasikan Diari Diabetes Digital Primaku ke Aplikasi SatuSehat

"Saya bermitra dengan BrainEye karena saya percaya teknologi ini dapat membantu melindungi masa depan sepak bola Indonesia," sebut Emmanuel.

Yakni, dengan mendeteksi gegar otak sejak dini, mendukung pengembangan pemain muda, dan memastikan bahwa para pemain di semua level dapat berkembang tanpa mengorbankan kesehatan mereka.

Selain itu, peluncuran BrainEye di Indonesia mencerminkan penguatan kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam bidang inovasi kesehatan, transformasi digital, dan investasi teknologi.

Lauren Adams, Australia’s Trade and Investment Commissioner, menyatakan The Australian Trade and Investment Commission dengan senang hati mendukung peluncuran produk perdana BrainEye di Indonesia.

"Salah satu fokus utama kami di Indonesia adalah mendukung kemitraan yang lebih erat antara Australia dan Indonesia di bidang kesehatan dan teknologi," kata Lauren.

Solusi kesehatan digital seperti BrainEye memberikan kontribusi positif terhadap ambisi Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk melalui digitalisasi.

Dengan kinerja klinis yang telah terbukti, infrastruktur AI yang dapat diskalakan, dan komitmen terhadap teknologi kesehatan yang lebih inklusif, BrainEye siap menjadi bagian penting dari lanskap health-tech di Indonesia.

Seiring dengan kemajuan agenda kesehatan digital negara ini, BrainEye hadir untuk mendukung perjalanan tersebut, membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang lebih cerdas, menciptakan lingkungan olahraga yang lebih aman, dan membangun masa depan yang lebih sehat bagi semua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Trailer & Poster Film Laut Bercerita Dirilis, Tampilkan Perjuangan Hingga Kehilangan

Film Laut Bercerita yang disutradarai oleh Yosep Anggi Noen dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.

5 Manfaat Vitamin K untuk Menyembuhkan Luka hingga Jerawat

Penelitian medis baru-baru ini mengakui manfaat luar biasa vitamin K untuk kulit. Berikut 5 manfaat vitamin K untuk kulit. Catat, ya!  

4 Efek Samping Makan Alpukat Berlebihan, Awas Berat Badan Naik!

Berikut adalah 4 efek samping makan alpukat berlebihan yang wajib Anda ketahui. Simak sampai akhir, ya.

Samsonite Luggage Trade-In Digelar Hingga 11 Oktober, Tawarkan Diskon Hingga 50%

Samsonite Indonesia kembali menghadirkan Samsonite Luggage Trade-In yang berlangsung dari 3 September hingga 11 Oktober. 

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (10/9) di Jabodetabek, Daerah Ini Hujan Deras

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok (10/9) waspada hujan lebat di daerah Jabodetabek berikut ini.

Bisa Coba Produk Lebih Dulu, Wilson Buka Gerai Baru di Plaza Indonesia

Erajaya Active Lifestyle resmi membuka gerai Wilson di Plaza Indonesia level 3. Ini jadi toko ke-14 Wilson di portofolio Erajaya Active Lifestyle  

Sederhana tapi Luar Biasa! Ini 5 Manfaat Makan Tempe untuk Diet yang Wajib Anda Tahu

Tempe bukan sekadar lauk sehari-hari, melainkan superfood pendukung diet dan kesehatan pencernaan. Pelajari berbagai manfaat makan tempe di sini.  

Jangan Diabaikan! Ini 5 Cara Efektif Meredakan Keputihan Gatal pada Area Intim Wanita

Dari penggunaan bahan pakaian dalam yang tepat hingga asupan nutrisi, pelajari langkah praktis mengatasi keputihan gatal agar area intim sehat.

Hujan Lebat Guyur 12 Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (10/9)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Kamis 10 September 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Sejumlah Wilayah Masih Diselimuti Udara Kabur, Cek Prediksi Cuaca Jawa Timur Besok

Cuaca Jawa Timur Kamis (10/9) dan Jumat (11/9) didominasi berawan, disertai udara kabur di sejumlah daerah.