M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Tarif Impor AS Turun, Prasasti Menilai RI Fokus Jaga Fondasi Ekonomi Lewat Investasi

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati penurunan tarif impor untuk barang asal Indonesia dari 32% menjadi 19%. Kesepakatan ini disertai komitmen pembelian produk dari AS, termasuk energi senilai USD 15 miliar, produk pertanian sebesar USD 4,5 miliar, serta 50 unit pesawat Boeing terbaru.

Menurut Gundy Cahyadi, Research Director di Prasasti Center for Policy Studies, dinamika ini perlu dilihat dalam konteks politik global.

“Tarif ala Trump lebih merupakan panggung politik ketimbang kebijakan jangka panjang yang serius. Pasar keuangan global sudah cukup terbiasa dengan gaya berpolitik teatrikal ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu (16/7).

Gundy mencontohkan lonjakan indeks volatilitas pasar global (VIX) setelah Liberation Day pada April lalu, yang kemudian mereda di bulan Juli. “Investor cenderung melihat ancaman tarif sebagai bagian dari pola lama: ancaman di depan layar, negosiasi di balik layar,” jelasnya.

Baca Juga: Kebijakan Tarif Impor AS, Komisi VII Minta Pemerintah Fokus Penguatan Industri Loka

Ia juga menekankan bahwa Indonesia tidak terlalu bergantung pada ekspor, khususnya ke Amerika Serikat. Pasalnya, ekspor ke AS hanya mencakup sekitar 10% dari total ekspor Indonesia. Dengan nilai ekspor tahun lalu sebesar USD 290 miliar, skenario terburuk jika akses pasar ke AS tertutup sepenuhnya  berdampak sekitar USD 29 miliar.

"Angka ini signifikan, namun setara dengan hanya 2% dari total PDB Indonesia. Terasa, tapi tidak sampai mengguncang fondasi ekonomi,” katanya.

Di tengah situasi ini, Gundy menyebut fokus utama Indonesia adalah memperkuat arus investasi. Langkah Presiden Prabowo untuk memperkuat kemitraan internasional patut diapresiasi.

Indonesia telah menjajaki hubungan strategis dengan berbagai negara, termasuk bergabung dengan BRICS awal tahun ini. Keputusan Presiden Prabowo untuk tetap hadir dalam KTT BRICS meski ada tekanan dari Presiden Trump menunjukkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang konsisten memperluas kerja sama, memperkuat posisi, dan menjaga ketegasan.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kala Wanita Berusia 40-an Jatuh Cinta ke Pria Lebih Muda, Ini Cerita Tante Sonya

Serial Tante Sonya mengangkat kisah perempuan dewasa yang kembali membuka hati untuk pria lebih muda.

Tiket Final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dijual, Ini Harganya

Tiket final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dijual. Cek harga, jadwal laga, kategori tribun, dan syarat Garuda ID.

4 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Simak Peringatan Dini Cuaca Besok (3/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (3/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/10), Hujan Lebat Terjadi di 14 Provinsi Ini

BMKG memberi peringatan dini cuaca besok Sabtu 3 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.