M O M S M O N E Y I D
Santai

Tak Ada Pantai Pribadi, Pelaku Usaha Pariwisata Diimbau Patuhi Aturan Garis Pantai

Reporter: Lidya Yuniartha  |  Editor: Lidya Yuniartha


MOMSMONEY.ID - Belum lama ini video wisatawan yang diusir dari laut oleh pihak saat hendak melakukan surfing viral. Perselisihan tersebut dikabarkan terjadi di Desa Soba Wawi, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat.

Merespon ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang memiliki akomodasi di pinggir pantai untuk tetap mematuhi aturan garis pantai yang berlaku. Ini supaya masyarakat tetap bisa berkegiatan mengingat pantai merupakan kawasan publik.

"Kawasan Pantai adalah kawasan publik. Jadi perlu digarisbawahi adalah investor harus tetap memperhatikan aturan-aturan garis pantai. Tidak ada yang namanya pantai pribadi. Semuanya adalah kawasan publik,” kata Sandiaga dari keterangan tertulis yang dikutip dari situs resmi Kemenparekraf, Rabu (5/6).

Baca Juga: Oleh-Oleh Naik Haji Lebih Praktis Beli di Lokal, Begini Kata Perencana Keuangan

Sandiaga menjelaskan bahwa aturan kepemilikan dan pemanfaat fungsi pantai sudah diatur Perpres Nomor 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan Pantai. Disebutkan bahwa pantai adalah area publik dan merupakan tanah milik negara, sehingga dilarang untuk dijadikan sebagai area privat atau diprivatisasi.

“Jadi kami akan terus berkoordinasi, bekerja sama dengan Pemda untuk sosialisasi dan agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif memberikan akses bagi publik. Selama tidak mengganggu ketertiban dan keamanan,” ujar Sandiaga.

Lebih lanjut Kemenparekraf juga mengimbau stakeholders untuk terus menerapkan prinsip pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Mulai dari pengelolaan berkelanjutan (bisnis pariwisata), ekonomi berkelanjutan jangka panjang (sosio ekonomi), keberlanjutan budaya yang harus selalu dikembangkan dan dijaga (sustainable culture), serta aspek lingkungan terjaga dan terpelihara dengan baik (environment sustainability).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Cakap Hadirkan Cakap Learning Ecosystem bagi Korporasi Indonesia

Pelatihan pengembangan pekerja tidak berhenti pada sesi kelas, melainkan berlanjut hingga menjadi kapabilitas yang terpakai di tempat kerja.

Tips Memadukan Lemari Penyimpanan Fleksibel ala IKEA

Mulai dari pakaian, aksesoris hingga mainan dan barang sehari-hari membutuhkan solusi penyimpanan yang dapat beradaptasi. 

Buyback Emas Antam Anjlok Rp 47.000, Simak Ranking Harga Buyback Hari Ini

Emas Antam mencatat penurunan harga buyback paling tajam, sedangkan HRTA berada di posisi terbawah. 

Belum Bertenaga, IHSG Ditutup Turun Dekati 6.100 pada Selasa (29/9)

Asing masih catatkan net sell dalam perdagangan IHSG, Selasa (29/9). Alhasil IHSG ditutup turun 0,43%.      

Indonesia Masuk Satu dari Lima Pasar Duolingo yang Tumbuh Paling Cepat

Luis von Ahn CEO Duolingo sebut Indonesia sebagai salah satu dari lima pasar dengan pertumbuhan tercepat. 

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Besok (30/9) Didominasi Berawan, Cek Wilayah Cerah

BMKG memprakirakan tiga wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta berawan besok. Sleman cerah berawan, sedangkan Kota Yogyakarta diprediksi cerah.

Udara Kabur di Banyak Wilayah, Pantau Cuaca Sumatera Selatan Besok (30/9),

BMKG memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatra Selatan berpotensi mengalami udara kabur besok. Suhu mencapai 36°C di Banyuasin dan Prabumulih.

Cek Cuaca Sumatra Barat Besok (30/9), Waspadai Hujan Petir dan Sedang

BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Sumatra Barat hujan ringan. Hujan petir berpotensi terjadi di Padang Pariaman dan Pariaman.

Prakiraan Cuaca Bali Besok (30/9) Didominasi Berawan, Cek Wilayah Hujan

BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Bali berawan besok. Hujan ringan berpotensi terjadi di Tabanan dan Bangli.

Hujan Ringan Guyur Sumatra Utara Besok (30/9), Cek Wilayah Hujan Sedang

 BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok. Hujan sedang berpotensi terjadi di 2 wilayah.